Jakarta, EKOIN.CO – Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap green economy Indonesia, Pegadaian menghadirkan program inovatif bertajuk Memilah Sampah Menabung Emas (MSME). Program ini mendorong masyarakat untuk mengelola sampah secara bijak, sambil memperoleh manfaat ekonomi yang signifikan melalui produk Tabungan Emas. Inisiatif yang diluncurkan oleh Pegadaian ini tidak hanya diapresiasi secara luas, tetapi juga berhasil meraih penghargaan bergengsi di tingkat nasional dan regional sebagai pengakuan atas kontribusi perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Program Memilah Sampah Menabung Emas (MSME) menegaskan komitmen Pegadaian dalam mendukung green economy Indonesia. Konsep ekonomi ini menekankan pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan keberlanjutan lingkungan. Pegadaian membuktikan peran aktifnya melalui berbagai inisiatif yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Baca juga : Pegadaian Media Awards 2025 Ajak Insan Pers dan Masyarakat.
Sebagai bukti nyata, Pegadaian berhasil meraih beberapa penghargaan bergengsi yang menjadi landasan kuat bagi program lingkungan perusahaan, termasuk MSME. Pada ajang The Indonesia Green Awards, Pegadaian meraih penghargaan The Best Green Program 2023 berkat inovasi MSME. Pengakuan ini menegaskan keberhasilan perusahaan dalam mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang.
Tidak hanya itu, Pegadaian juga meraih Peringkat Silver pada ICSA 2024 (Indonesia Corporate Sustainability Award) untuk kategori Best Practice in Circular Economy. Prestasi ini menunjukkan kemampuan Pegadaian dalam mengelola sampah melalui bank sampah binaannya, Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI), sambil memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan pencapaian ini, Pegadaian menegaskan posisinya sebagai pelopor dalam penerapan konsep ekonomi sirkular dan green economy di Indonesia.
Memilah Sampah Menabung Emas (MSME): Program Unggulan Pegadaian
Program Memilah Sampah Menabung Emas (MSME) merupakan bagian dari lingkup The Gade Environment yang dikelola melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Pegadaian. Tujuannya adalah mendukung pengelolaan sampah yang tepat demi lingkungan yang lebih bersih dan lestari. Salah satu fasilitas utama dari program ini adalah Bank Sampah, yang membantu masyarakat mengelola sampah dengan tepat dan efisien.
Program MSME memberikan manfaat ekonomi melalui produk Tabungan Emas, menciptakan ekonomi sirkular yang menguntungkan lingkungan dan masyarakat. Program ini juga didukung oleh Komitmen Bersama Permen LHK No. 14 Tahun 2021 dengan sejumlah pemerintah daerah, seperti di kabupaten Jember, Pangandaran, Bangli; kota Jakarta Pusat, Padang, Makassar, Medan; serta provinsi Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, Lampung, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Timur.
Berdasarkan data dari Januari hingga Desember 2024, Bank Sampah Pegadaian berhasil menyerap 6.669 ton sampah. Selain itu, program ini telah mendidik 46.247 masyarakat, mencatat 15.329 nasabah Tabungan Emas, dan 47.135 nasabah Bank Sampah Binaan. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan FORSEPSI dalam melakukan pendampingan Bank Sampah di seluruh wilayah Indonesia.
Selain pengelolaan sampah dan Tabungan Emas, MSME juga mencakup berbagai inisiatif untuk membentuk kepedulian terhadap lingkungan. Beberapa inisiatif tersebut meliputi pendampingan 425 Bank Sampah di seluruh Indonesia, program Literasi Keuangan dan Investasi Emas untuk edukasi masyarakat, dan Green Life Action Movement (GLAM) bagi karyawan Pegadaian. Program ini juga didukung dengan penguatan sarana dan prasarana Bank Sampah binaan, serta perlombaan inovasi Bank Sampah untuk mendorong kreativitas pengelolaan sampah.
Alur dan Implementasi Program MSME
Program Memilah Sampah Menabung Emas diterapkan melalui lima langkah utama yang membantu masyarakat menabung sambil mengelola sampah secara tepat. Pertama, nasabah membawa sampah yang sudah dipilah ke Bank Sampah terdekat. Kedua, petugas melakukan pengecekan dan klasifikasi ulang sampah untuk memastikan setiap jenis sampah diproses dengan benar. Ketiga, sampah ditimbang secara terpisah sesuai kategorinya.
Langkah keempat, nilai konversi sampah ke rupiah dicatat dalam Buku Tabungan Sampah milik nasabah. Terakhir, saldo tabungan dapat dikonversikan menjadi Tabungan Emas Pegadaian, yang dapat dipantau dengan mudah melalui aplikasi Pegadaian Peduli.
Aplikasi Pegadaian Peduli juga memberikan kemudahan bagi pengurus bank sampah untuk mengakses berbagai informasi penting, seperti data pengelolaan sampah harian, jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan, serta nilai konversi yang telah tercatat. Dengan aplikasi ini, proses pemantauan menjadi lebih transparan, efisien, dan mendukung peningkatan partisipasi masyarakat dalam program MSME. Inisiatif ini menjadi contoh nyata penerapan green economy di Indonesia, di mana inovasi sosial dan teknologi berjalan seiring untuk menciptakan ekonomi sirkular yang menguntungkan lingkungan dan masyarakat.
Pegadaian berkomitmen untuk terus melanjutkan pengembangan MSME dan program The Gade Environment lainnya. Tujuannya adalah mendorong lebih banyak masyarakat untuk berperan serta demi masa depan Indonesia yang lebih bersih, lestari, dan sejahtera. Program ini tidak hanya menciptakan manfaat ekonomi bagi individu, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas bagi lingkungan dan sosial.
Program Memilah Sampah Menabung Emas dari Pegadaian merupakan inisiatif luar biasa yang berhasil menggabungkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara harmonis. Keberhasilan ini tidak hanya terlihat dari penghargaan yang diraih, tetapi juga dari data konkret mengenai volume sampah yang berhasil dikelola dan jumlah masyarakat yang teredukasi. Pendekatan yang inovatif ini mampu mengubah persepsi masyarakat terhadap sampah, dari sekadar limbah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.
Integrasi program ini dengan Tabungan Emas adalah langkah cerdas yang memberikan motivasi tambahan bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif. Dengan cara ini, Pegadaian tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga mempromosikan kebiasaan menabung dan berinvestasi di kalangan masyarakat. Kehadiran aplikasi Pegadaian Peduli juga menunjukkan bahwa perusahaan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi program, sehingga menjadikannya lebih mudah diakses dan dikelola.
Kerja sama dengan pemerintah daerah dan organisasi seperti FORSEPSI membuktikan bahwa keberhasilan program ini adalah hasil dari kolaborasi multipihak yang kuat. Ini menunjukkan bahwa untuk mencapai tujuan keberlanjutan, diperlukan sinergi antara sektor swasta, pemerintah, dan komunitas. Model bisnis sirkular yang diterapkan Pegadaian melalui MSME dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain di Indonesia.
Secara keseluruhan, program MSME dari Pegadaian adalah contoh nyata bagaimana sebuah perusahaan dapat berinovasi untuk memberikan solusi bagi masalah lingkungan dan sosial, sambil tetap menciptakan nilai ekonomi. Program ini berhasil menciptakan dampak positif yang berkelanjutan dan memperkuat posisi Pegadaian sebagai perusahaan yang peduli dan bertanggung jawab. Langkah-langkah ini akan berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





