Jakarta, Ekoin.co – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat diperkirakan kembali menunjukkan kecenderungan positif, didorong struktur teknikal yang masih membuka ruang kenaikan.
Meski begitu, pelaku pasar diingatkan untuk tetap mewaspadai potensi tekanan jangka pendek yang bisa memicu koreksi.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat posisi indeks masih berada dalam fase lanjutan penguatan. Dalam skenario ini, IHSG dinilai memiliki peluang menanjak untuk menguji area resistance di kisaran 8.328 hingga 8.527.
Namun, ia menekankan bahwa pelemahan tetap mungkin terjadi apabila momentum tidak terjaga, dengan area rawan koreksi berada di sekitar 7.094 sampai 8.095.
Level penopang terdekat diperkirakan berada di 7.854 dan 7.654, sementara batas atas pergerakan harian berada di rentang 8.181 hingga 8.318.
Untuk strategi jangka pendek, ia menilai saham BREN, CMRY, INDY, dan KRAS layak masuk radar investor aktif.
Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memandang pasar masih memiliki peluang pemulihan selama IHSG bertahan di atas level psikologis 7.800.
Jika indeks tergelincir menembus 8.050, koreksi menuju area 7.800–7.900 dinilai cukup realistis.
Ivan memetakan sejumlah titik support lanjutan di kisaran 7.617 hingga 7.099, dengan resistance bertahap di area 8.377 sampai 8.837.
Ia juga menyoroti saham AADI, ASII, BBCA, CPIN, dan GOTO sebagai pilihan yang patut diperhatikan.
Pada sesi perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah ke posisi 8.103 atau turun sekitar 0,53 persen.
Aktivitas transaksi tercatat mendekati Rp20 triliun dengan volume puluhan miliar saham, mencerminkan pasar yang masih bergerak dinamis dengan tekanan jual dan beli yang relatif seimbang.





