New York EKOIN.CO- Putra Presiden Indonesia, Didit Hediprasetyo, menghadiri resepsi diplomasi anak bertajuk Fostering The Future Together yang digelar Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, di sela Sidang Umum PBB di New York, Selasa (23/9/2025). Acara ini menekankan pentingnya kesejahteraan anak melalui pendidikan, teknologi, dan pengembangan pribadi.
Gabung WA Channel EKOIN di sini
Diplomasi Kreatif dan Kehadiran Tokoh Dunia
Resepsi berlangsung di Hotel Lotte New York Palace dengan dihadiri berbagai tokoh internasional. Antara lain, Ibu Negara Jordania Rania al-Abdullah, Ibu Negara Korea Selatan Kim Hea Kyung, dan Ibu Negara Turki Emine Erdogan. Selain itu, hadir pula putri Presiden Panama, Alexandra dan Monique Mulino, serta putra Presiden Albania, Klajdi Begaj.
Kehadiran Didit, seorang desainer Indonesia sekaligus pendiri Didit Hediprasetyo Foundation, dipandang sebagai bagian dari diplomasi kreatif Indonesia. Partisipasi ini memperlihatkan kontribusi bangsa dalam ranah global, khususnya di bidang budaya dan inovasi yang menyentuh isu anak.
Didit menegaskan komitmen Indonesia. “Indonesia sepenuhnya mendukung inisiatif internasional yang menempatkan masa depan anak-anak sebagai inti dari kemajuan global,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/9/2025).
Ia menambahkan bahwa diplomasi kreatif menjadi salah satu jalan memperkuat kerja sama lintas negara. “Kami berharap partisipasi ini akan mewakili peran aktif Indonesia dalam mendukung langkah strategis untuk memanfaatkan kekuatan kreatif dan budaya kita, guna membangun kemitraan yang bermanfaat, yang akan mendorong inovasi dan pembangunan bagi generasi mendatang,” terangnya.
Agenda Koalisi Global Anak dan Pendidikan
Koalisi Fostering The Future Together dirancang untuk menyatukan berbagai inisiatif di bidang anak, teknologi, dan pendidikan. Program ini menekankan implementasi di tingkat lokal, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan komunitas masing-masing negara.
Melania Trump dalam sambutannya mengumumkan rencana pertemuan perdana koalisi tersebut di Gedung Putih pada kuartal pertama 2026. Pertemuan itu akan membahas strategi kolaboratif untuk menjamin setiap anak mampu berkembang secara optimal di era digital.
Para pengamat menilai agenda ini menjadi langkah penting bagi diplomasi global yang berfokus pada generasi muda. Dengan kolaborasi lintas negara, diharapkan tercipta ruang inovasi bersama untuk membangun masa depan anak yang lebih baik.
Resepsi ini juga mencerminkan sinergi antara peran kebudayaan, kreativitas, dan kebijakan internasional. Indonesia, melalui kehadiran Didit, menegaskan posisinya sebagai mitra aktif dalam upaya global yang menempatkan anak sebagai prioritas pembangunan.
Melalui forum ini, diplomasi kreatif tidak hanya mengedepankan seni dan budaya, melainkan juga menjadi sarana penguatan komitmen terhadap isu kemanusiaan dan masa depan.
Keikutsertaan Indonesia sekaligus membuka peluang baru untuk menjalin jejaring dengan negara lain. Sinergi ini diyakini dapat memperkuat posisi diplomasi kreatif Indonesia di tingkat dunia.
Dengan adanya agenda lanjutan di Washington, kiprah Indonesia diharapkan semakin nyata dalam mendukung masa depan anak-anak global. Diplomasi kreatif terbukti menjadi instrumen penting dalam membangun jembatan persahabatan internasional.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





