JAKARTA EKOIN.COM – Di tengah maraknya pejabat yang masih kerap melintas dengan iring-iringan pengawalan lengkap, sirine meraung, dan strobo menyala, langkah Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri justru mencuri perhatian publik. Sebuah rekaman video yang beredar luas memperlihatkan mobil dinas berpelat 1-VII—milik Kapolda Metro—melaju tenang di Jalan Jenderal Sudirman tanpa pengawalan, tanpa sirine, dan tanpa strobo.
Pemandangan langka itu sontak menuai pujian dari warganet. Banyak yang menilai langkah Irjen Asep menunjukkan sikap rendah hati sekaligus memberi contoh nyata tentang bagaimana pejabat seharusnya bersikap di jalan raya.
“Benar, itu mobil dinas Pak Kapolda,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Ade Ary Syam Indradi saat dikonfirmasi, Senin (29/9/2025).
Ia membenarkan bahwa Irjen Asep memang tidak menggunakan pengawalan melekat maupun perlengkapan sirine dan strobo. Langkah itu, kata Ade Ary, merupakan bentuk kesadaran Kapolda agar keberadaannya tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain.
“Pak Kapolda tidak ingin masyarakat terganggu dengan suara sirene dan strobo. Beliau ingin memberi contoh bahwa pejabat kepolisian pun harus taat aturan dan menghargai pengguna jalan lainnya,” tegasnya.
Lebih jauh, Ade Ary menyebut sikap tersebut adalah bagian dari upaya membangun budaya kepolisian yang humanis, tidak arogan, dan benar-benar hadir sebagai pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat.
“Polri sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom sudah seharusnya memberikan pelayanan yang tulus kepada masyarakat. Dan langkah Pak Kapolda adalah wujud nyata dari prinsip itu,” ujarnya.
Tak hanya itu, Irjen Asep juga kerap mengingatkan jajarannya untuk menjaga disiplin waktu tanpa harus mengorbankan ketertiban umum.
“Pak Kapolda pernah berpesan, ‘Kalau tidak mau terlambat, ya berangkat lebih awal.’ Ini pesan sederhana tapi kuat, bahwa kita harus menyesuaikan diri dengan aturan, bukan meminta aturan menyesuaikan diri dengan kita,” tambah Ade Ary.
Sikap Irjen Asep Edi Suheri ini pun dinilai patut ditiru oleh pejabat lain, tidak hanya di kepolisian tetapi juga seluruh unsur pemerintahan. Di tengah sorotan publik terhadap arogansi kendaraan berpelat khusus, teladan sederhana ini menjadi bukti bahwa jabatan tinggi tak harus diiringi kesewenang-wenangan.





