Sleman, EKOIN.CO – SPBU Gito Gati di Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, ditutup sementara menyusul adanya laporan masyarakat di media sosial terkait dugaan gangguan kendaraan setelah pengisian BBM jenis Pertamax. Pertamina Patra Niaga bersama kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Sleman langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi.
Hasil Uji Kualitas BBM di SPBU
Pemeriksaan dilakukan melalui dua metode, yakni uji visual dan pengukuran berat jenis bahan bakar menggunakan alat piknometer. Dari hasil pengecekan, Pertamax yang keluar dari nozzle terlihat berwarna biru terang tanpa indikasi campuran solar.
Selain itu, hasil pengukuran berat jenis menunjukkan bahwa Pertamax maupun Dexlite masih berada dalam ambang batas mutu sesuai standar nasional. Hal ini menjadi penegasan bahwa kualitas BBM di SPBU Gito Gati masih sesuai dengan ketentuan.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina PPN Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menyampaikan, “Dari dua pengujian tersebut, kami simpulkan tidak ada kontaminasi solar seperti yang disebutkan dalam aduan di media sosial.”
Taufiq menambahkan, hingga saat ini tidak ada laporan resmi dari konsumen ke SPBU Gito Gati. Padahal, sesuai aturan, SPBU wajib memberikan kompensasi bila terbukti ada kerusakan kendaraan akibat BBM, dengan catatan pengaduan dilakukan secara langsung.
Imbauan Pertamina untuk Konsumen BBM
Pertamina mengimbau masyarakat yang mengalami kendala pada kendaraan usai mengisi BBM agar segera melaporkan melalui SPBU atau call center 135. Laporan resmi akan memudahkan tindak lanjut dan proses kompensasi jika terbukti ada masalah.
Meski tidak ditemukan indikasi kontaminasi, SPBU Gito Gati tetap ditutup sementara untuk pemeriksaan lanjutan. Uji laboratorium dilakukan secara paralel sebagai bentuk transparansi Pertamina terhadap konsumen.
Selama masa penutupan, masyarakat diarahkan menggunakan SPBU terdekat, yaitu SPBU Prujakan di Jalan Kaliurang dan SPBU Mulungan di Jalan Magelang. Pertamina memastikan pasokan BBM tetap lancar di Sleman dan sekitarnya.
Taufiq juga menegaskan bahwa pengawasan mutu bahan bakar akan terus diperketat agar kepercayaan konsumen terhadap BBM Pertamina tetap terjaga. Transparansi hasil uji menjadi prioritas dalam setiap evaluasi layanan SPBU.
- SPBU Gito Gati Sleman ditutup sementara setelah muncul dugaan pencampuran BBM.
- Hasil pemeriksaan membuktikan Pertamax masih sesuai standar mutu nasional.
- Pertamina menyatakan tidak ada kontaminasi solar dalam pengujian lapangan.
- Konsumen diimbau melapor resmi bila ada kendala kendaraan terkait BBM.
- Pemeriksaan lanjutan dilakukan di laboratorium untuk memastikan kualitas.
- Masyarakat disarankan menggunakan jalur resmi jika ingin menyampaikan keluhan terkait BBM.
- Pertamina perlu melanjutkan uji kualitas secara berkala demi menjaga standar layanan.
- Pemerintah daerah dapat ikut mengawasi distribusi BBM di Sleman.
- Konsumen perlu memahami ciri visual Pertamax dan Solar agar lebih waspada.
- SPBU di seluruh Indonesia diharapkan memperkuat layanan respons cepat untuk pengaduan konsumen.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





