Jakarta, Ekoin.co – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memberikan apresiasi tinggi kepada Kontingen Indonesia usai menutup perjuangan di ajang ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand dengan raihan 135 medali emas.
Erick menilai pencapaian tersebut bukan sekadar soal perolehan medali, melainkan cermin dari daya juang, profesionalisme, dan nilai kemanusiaan olahraga yang ditunjukkan para atlet disabilitas Indonesia.
“Perjuangan kalian begitu luar biasa,” tulis Erick Thohir melalui akun media sosialnya yang dikutip di Jakarta, Senin.
Menurutnya, prestasi tersebut lahir dari kerja keras kolektif yang melibatkan atlet, pelatih, ofisial, hingga dukungan manajemen kontingen.
Kontingen Merah Putih menutup APG 2025 yang berlangsung pada 20–26 Januari dengan total 135 emas, 143 perak, dan 114 perunggu, sekaligus mengamankan posisi kedua klasemen akhir perolehan medali. Hasil ini sejalan dengan target awal Indonesia untuk finis di tiga besar.
Strategi Realistis Berbuah Maksimal
Erick menegaskan, target tiga besar sejak awal dirancang secara realistis. Hal ini mempertimbangkan sejumlah nomor unggulan Indonesia yang tidak dipertandingkan, serta berkurangnya partisipasi dari beberapa negara, termasuk Kamboja.
Namun demikian, keterbatasan tersebut justru mampu dijawab atlet Indonesia dengan performa konsisten di berbagai cabang olahraga. Para atletik menjadi penyumbang emas terbanyak dengan 44 medali emas, disusul para renang yang meraih 29 emas, serta para bulu tangkis yang tampil melampaui target dengan 12 emas.
“Ini membuktikan bahwa pembinaan atlet disabilitas Indonesia berjalan di jalur yang benar,” ujar Erick dalam keterangannya.
Apresiasi untuk NPC Indonesia dan Tim Pendukung
Menpora secara khusus menyampaikan terima kasih kepada NPC Indonesia, Chef de Mission APG 2025 Reda Manthovani, jajaran pelatih, tim medis, hingga seluruh ofisial yang bekerja di balik layar.
“Kami bangga, perjuangan kalian membuat Merah Putih berkibar di panggung internasional,” tulis Erick.
Tak hanya memberi dukungan dari Jakarta, Erick juga hadir langsung di Thailand selama penyelenggaraan APG 2025. Ia meninjau berbagai fasilitas pendukung kontingen, mulai dari layanan klinik, massage, hingga sistem kesehatan atlet, guna memastikan kondisi atlet tetap prima.
Dapur Umum Jadi Simbol Sportivitas
Salah satu hal yang mendapat sorotan khusus dari Menpora adalah inisiatif Kontingen Indonesia membuka dapur umum. Menariknya, dapur tersebut tak hanya melayani kebutuhan atlet Indonesia, tetapi juga membantu kontingen negara lain.
“Ini adalah wajah Indonesia di mata ASEAN, menjunjung tinggi sportivitas dan solidaritas,” tutup Erick Thohir.
Prestasi APG 2025 pun menjadi fondasi penting bagi Indonesia dalam menatap agenda olahraga disabilitas level Asia dan dunia ke depan. (*)





