Jakarta, Ekoin.co – Adies Kadir, Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Golkar akan menyusul Arsul Sani menjadi hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
Arsul Sani dan Adies Kadir sama-sama usulan DPR dan berlatar belakang politisi. Arsul Sani dari PPP dan Adies Kadir dari Golkar.
Persetujuan Adies Kadir diambil setelah Komisi III DPR RI bersepakat bersama seluruh fraksi dengan agenda usulan penggantian calon hakim MK di kompleks parlemen, Jakarta.
“Untuk selanjutnya dapat diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” kata Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, Selasa (27/1).
Habiburokhman menyampaikan kepada Adies agar menghindari kepentingan pribadi selama nantinya menjalankan tugas sebagai hakim MK.
UU, kata Habib, produk yang bersifat erga omnes atau bukan kepentingan pribadi, tapi kepentingan masyarakat yang mengikat.
“Karena itu, ketika nanti aktif menjadi hakim konstitusi, Pak Adies Kadir tidak memiliki konflik kepentingan ya,” ujar Habib.
Sementara itu, Adies Kadir berterima kasih kepada Komisi III DPR RI yang dia anggap sudah menjadi keluarga sendiri, setelah bertahun dirinya ada di komisi tersebut. Adies memastikan akan menjaga kepercayaan yang diberikan tersebut dalam bertugas ke depannya.
Profil Singkat Adies Kadir
Siapa Adies Kadir? Adies adalah pria kelahiran Balikpapan 17 Oktober 1968. Adies memiliki portofolio yang solid di bidang hukum.
Sebelum melenggang ke Senayan, ia mengawali karier sebagai advokat profesional. Dengan pengalaman sosok Adies kompoten soal hukum.
Pengalaman praktis tersebut, kemudian akhirnya membawanya menjadi anggota DPRD Kota Surabaya periode 2009-2014.
Tak hanya di legislatif, kapasitas intelektual Adies juga diakui secara akademis. Ia merupakan penyandang gelar Guru Besar (Profesor) Kehormatan dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang di bidang hukum.
Di internal DPR RI, Adies Kadir pernah mengemban amanah strategis sebagai Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD.
Selaim itu, Adies juga punya banyak pengalaman di bidang organisasi. Mulai dari politik seperti AMPG, Kadin hingga terjun di dunia bisnis. (*)





