EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Kementerian Sosial mengusulkan pemberian bantuan biaya jaminan hidup (jadup) bagi korban bencana banjir bandang dan longsor di Aceh-Sumatera, sebesar Rp10 ribu per orang per hari. (Foto: Ist)

Kementerian Sosial mengusulkan pemberian bantuan biaya jaminan hidup (jadup) bagi korban bencana banjir bandang dan longsor di Aceh-Sumatera, sebesar Rp10 ribu per orang per hari. (Foto: Ist)

Ramadan Mendekat, Kebijakan Bupati Bireuen Bikin Korban Banjir Terlunta

Janji pembangunan 1.000 unit dalam dua pekan sebelum Ramadan dianggap tidak realistis.

Hasrul Ekoin oleh Hasrul Ekoin
28 Januari 2026
Kategori DAERAH
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Bireuen, Ekoin.co – Kondisi ribuan korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Bireuen kian memprihatinkan.

Hingga akhir Januari 2026, warga terdampak masih terpaksa bertahan di tenda-tenda darurat.

Situasi ini memicu gelombang kritik tajam terhadap Bupati Bireuen, Mukhlis, yang dinilai abai karena tidak mengusulkan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) kepada pemerintah pusat.

Kebijakan tersebut dianggap sebagai langkah keliru yang memperpanjang penderitaan rakyat, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Pusat Bantah Abaikan Bireuen

Berita Menarik Pilihan

Teror Macan Tutul Masuk Permukiman Pacet, Dua Warga Terluka dan Alarm Kerusakan Habitat Makin Nyaring

Ramadan di Depan Mata, Ribuan Korban Banjir Aceh Timur Masih Menunggu Huntara yang Tak Kunjung Rampung

Fakta mengejutkan terungkap saat kunjungan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, ke Bireuen pada Rabu (21/1).

Sekretaris Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PU, Essy Asiah, menegaskan bahwa Pemkab Bireuen memang tidak pernah mengajukan usulan hunian.

“Semua daerah di Aceh mengusulkan pembangunan rumah hunian. Kalau Bireuen tidak mengusulkan, tentu tidak bisa kami proses,” tegas Essy.

Pernyataan ini sekaligus mematahkan narasi bahwa pusat lamban dalam memberikan bantuan. Sebaliknya, kebijakan sepihak Bupati Mukhlis justru menutup pintu bantuan darurat bagi warganya sendiri.

Janji Huntap yang Dinilai ‘Utopis’

Bupati Mukhlis bersikukuh melompati tahapan Huntara dan langsung menjanjikan 3.692 unit Hunian Tetap (Huntap). Namun, di lapangan, realisasinya nol besar.

Janji pembangunan 1.000 unit dalam dua pekan sebelum Ramadan dianggap tidak realistis.

Bahkan, peresmian tiga rumah di Gampong Bale Panah pada 7 Januari lalu menuai kecaman karena diduga hanya merupakan rumah contoh milik kontraktor, bukan hasil realisasi program pemerintah daerah.

Tudingan ‘Berpolitik’ di Atas Penderitaan

Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, secara lugas menyebut Bupati Mukhlis tengah “berpolitik” dalam bencana.

Menurutnya, fokus pada Huntap tanpa kepastian jadwal adalah tindakan zalim.

“Kepala daerah jangan cari keuntungan atau berbisnis dalam situasi bencana. Kalau Huntap dikejar tanpa kepastian, yang menderita ya korban yang rumahnya sudah hilang,” ujar Alfian.

Senada dengan MaTA, Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) juga menuntut pertanggungjawaban politik sang Bupati.

Perwakilan JASA, Syawal Fitra, menegaskan bahwa Huntara adalah hak dasar korban, bukan pilihan. Jika kondisi ini terus berlarut, JASA mendesak Bupati Mukhlis untuk mundur dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban moral. (*)

Post Sebelumnya

Wajah Baru Pasar Properti: Saat Milenial dan Gen Z Menjadi Pemegang Kendali Hunian Nasional

Post Selanjutnya

Konflik Kepentingan di Balik Digitalisasi: Jaksa Bongkar Aliran Dana Global di Sidang Nadiem Makarim

Hasrul Ekoin

Hasrul Ekoin

Berita Terkait

Teror Macan Tutul Masuk Permukiman Pacet, Dua Warga Terluka dan Alarm Kerusakan Habitat Makin Nyaring

Teror Macan Tutul Masuk Permukiman Pacet, Dua Warga Terluka dan Alarm Kerusakan Habitat Makin Nyaring

oleh Iwan Purnama
5 Februari 2026
0

Bandung, Ekoin.co — Teror satwa liar kembali menghantui warga Jawa Barat. Seekor macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) dilaporkan masuk...

Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan pembangunan unit Huntara (Hunian Sementara) di wilayah Aceh Timur. Dengan progres yang baru menyentuh angka 12 persen, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus memacu para vendor agar warga terdampak banjir bandang dapat menjalankan ibadah Ramadan di hunian yang lebih manusiawi.

Ramadan di Depan Mata, Ribuan Korban Banjir Aceh Timur Masih Menunggu Huntara yang Tak Kunjung Rampung

oleh Hasrul Ekoin
5 Februari 2026
0

“Kami minta seluruh pelaksana di lapangan bekerja sesuai standar. Huntara ini bukan sekadar bangunan, tetapi tempat masyarakat memulai kembali kehidupan...

BNN mengungkap peredaran narkoba jaringan Aceh-Medan. Sebanyak 3 orang ditangkap BNN dengan barang bukti 200 kg ganja di Besitang, Langkat, Sumatera Utara. (Foto: Dok. BNN)

BNN Gagalkan Penyelundupan 200 Kg Ganja Asal Aceh ke Sumut, Tiga Kurir Ditangkap di Jalur Lintas Langkat

oleh Hasrul Ekoin
4 Februari 2026
0

Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, menjelaskan pengungkapan kasus bermula dari laporan intelijen mengenai rencana distribusi ganja dari...

Satpol-PP yang tewas karena evakuasi ODGJ, (foto: Twitter Pemkab Kebumen)

Petugas Satpol PP Kebumen Tewas Saat Evakuasi ODGJ, Leher Tersayat Senjata Tajam

oleh Iwan Purnama
4 Februari 2026
0

Kebumen, Ekon.co – Tragedi kemanusiaan mengguncang Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dilaporkan meninggal...

Post Selanjutnya
mantan menteri Nadiem Makarim

Konflik Kepentingan di Balik Digitalisasi: Jaksa Bongkar Aliran Dana Global di Sidang Nadiem Makarim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.