Kebumen, Ekon.co – Tragedi kemanusiaan mengguncang Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas evakuasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Senin siang (2/2/2026).
Korban mengalami luka sayat parah di bagian leher akibat serangan senjata tajam saat proses evakuasi berlangsung.
Korban diketahui bernama Mochamad Faik (MF), personel Satpol PP Kabupaten Kebumen. Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di Dukuh Krajan RT 002 RW 003, Desa Krakal, Kecamatan Alian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat tim gabungan dari Puskesmas Alian bersama unsur keamanan melakukan evakuasi terhadap seorang warga berinisial Ruwadi, yang diduga mengalami gangguan kejiwaan.
Tim gabungan tersebut terdiri dari tiga anggota Polsek Alian, dua personel Koramil Alian, lima anggota Satpol PP, perwakilan pemerintah desa, serta pihak keluarga.
Situasi mendadak berubah mencekam ketika terduga ODGJ keluar dari rumah sambil membawa sejumlah senjata berbahaya, di antaranya sabit, pisau daging, dan linggis. Saat petugas berupaya mengamankan dan memasukkan pelaku ke ambulans, yang bersangkutan melakukan perlawanan.
Dalam kondisi kacau tersebut, pelaku mengayunkan sabit dan linggis ke arah petugas. Mochamad Faik terkena sabetan di bagian leher dan langsung terkapar bersimbah darah.
Korban segera dilarikan ke RSUD dr. Soedirman Kebumen untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, sekitar 30 menit setelah mendapat perawatan intensif, nyawa korban tidak tertolong.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya anggota Satpol PP Kabupaten Kebumen. Saat ini Polres Kebumen masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara detail kronologi kejadian,” ujar AKBP Putu.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Inafis Satreskrim Polres Kebumen menemukan bercak darah di jalan depan rumah dan di area halaman. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu bilah sabit, satu pisau daging, dan satu linggis yang diduga digunakan pelaku.
Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata menambahkan, penanganan perkara dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Alian bersama Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Kebumen sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Penyelidikan masih berjalan, termasuk mendalami rangkaian tindakan saat evakuasi serta penanganan terhadap terduga pelaku,” kata AKP Yofi.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Kebumen Ira Puspitasari, S.H., M.Ec.Dev. mengungkapkan korban berstatus tenaga non-ASN. Almarhum dikenal sebagai sosok yang berdedikasi dan disiplin dalam menjalankan tugas.
“Almarhum adalah pribadi yang baik, kinerjanya bagus, dan disiplin. Beliau juga sedang melanjutkan kuliah sambil bekerja,” tutur Ira.
Terkait jaminan dan hak korban, Ira memastikan seluruh tenaga non-ASN di lingkungan Satpol PP Kebumen telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami sudah mendaftarkan seluruh tenaga non-ASN ke BPJS Ketenagakerjaan. Hak-hak almarhum telah kami koordinasikan dengan pihak BPJS,” tegasnya.
Kabar duka atas gugurnya Mochamad Faik menyebar cepat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kebumen. Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai pihak, termasuk Bupati Kebumen, Wakil Bupati, hingga Sekretaris Daerah.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,” demikian pesan duka yang ramai beredar di berbagai grup percakapan.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi serta mendalami fakta di lapangan untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.
Tragedi ini menjadi alarm keras tentang tingginya risiko yang dihadapi petugas lapangan dalam penanganan ODGJ, sekaligus menegaskan urgensi prosedur evakuasi yang lebih ketat, terukur, dan berorientasi pada keselamatan semua pihak. (*)





