Jakarta, Ekoin.co – Pasar saham Indonesia diguncang tekanan berat pada perdagangan Rabu (28/1).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok tajam setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) memutuskan menahan rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Februari 2026, keputusan yang langsung memicu kepanikan investor global.
IHSG ditutup melemah signifikan di level 8.320,56 atau turun 7,35% dalam satu sesi perdagangan.
Tekanan jual yang masif bahkan sempat memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (trading halt) ketika pelemahan indeks menembus lebih dari 8%, mencerminkan derasnya aksi jual yang tak terbendung sejak pembukaan pasar.
Arus keluar dana asing tercatat sangat agresif. Investor global membukukan aksi jual bersih senilai Rp6,17 triliun hanya dalam satu hari.
Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi korban utama, terutama sektor perbankan yang selama ini menjadi tulang punggung IHSG.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi emiten paling tertekan dengan nilai jual bersih asing mencapai Rp4,15 triliun.
Harga saham BBCA merosot 6,33% ke level 7.025, posisi terendah dalam lebih dari dua tahun terakhir. Tekanan serupa juga merembet ke saham-saham unggulan lainnya, memperlebar pelemahan indeks secara menyeluruh.
Kondisi pasar mencerminkan atmosfer kepanikan. Dari ratusan saham yang diperdagangkan, mayoritas berakhir di zona merah, sementara hanya segelintir emiten yang mampu bertahan di zona hijau.
Nilai transaksi melonjak hingga Rp45,50 triliun, menandakan terjadinya aksi pelepasan aset dalam skala besar.
Sentimen negatif dipicu oleh sorotan MSCI terhadap aspek transparansi pasar modal Indonesia.
Lembaga indeks global tersebut menilai keandalan data free float dan struktur kepemilikan saham masih menyisakan persoalan, meski otoritas bursa telah melakukan sejumlah perbaikan.
MSCI juga menyinggung potensi distorsi harga akibat pola perdagangan tertentu yang dinilai belum sepenuhnya teratasi.
Dalam pernyataan resminya, MSCI menyatakan penerapan perlakuan sementara terhadap sekuritas Indonesia berlaku efektif segera.
Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi risiko sambil menunggu pembenahan lebih lanjut dari otoritas pasar modal nasional. (*)





