EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda Lingkungan dan Pertanian
Warga meninjau kebun anggur produktif di Kampung Reforma Agraria Duyu Bangkit, Palu. Program penataan lahan pascabencana ini berhasil mengubah zona rawan menjadi sentra agrowisata yang meningkatkan pendapatan ekonomi penyintas bencana. (Foto: Istimewa)

Warga meninjau kebun anggur produktif di Kampung Reforma Agraria Duyu Bangkit, Palu. Program penataan lahan pascabencana ini berhasil mengubah zona rawan menjadi sentra agrowisata yang meningkatkan pendapatan ekonomi penyintas bencana. (Foto: Istimewa)

Transformasi Desa Duyu: Dari Zona Bencana Menjadi Kampung Anggur Reforma Agraria yang Mandiri

Iwan Purnama oleh Iwan Purnama
29 Januari 2026
Kategori Lingkungan dan Pertanian
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Palu, Ekoin.co – Luka akibat bencana alam dahsyat tahun 2018 yang sempat melumpuhkan Desa Duyu, Kota Palu, kini perlahan berganti menjadi optimisme.

Kawasan yang dahulu terdampak parah tersebut kini telah bertransformasi menjadi Kampung Reforma Agraria Duyu Bangkit, sebuah sentra pertanian anggur produktif sekaligus destinasi agrowisata unggulan di Sulawesi Tengah.

Transformasi ini merupakan buah dari konsistensi sejak tahun 2021, di mana Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kota Palu mulai mendorong penataan aset dan akses lahan bagi masyarakat, khususnya para penyintas bencana.

Melalui sinergi lintas sektor, lahan yang dulunya rawan kini disulap menjadi zona produktif berbasis pertanian modern.

Peningkatan Signifikan Pendapatan Warga Sutikno Teguh Asparianto, Perencana Ahli Muda Dinas Pertanian Kota Palu sekaligus anggota GTRA, menyatakan bahwa dampak program ini sangat nyata bagi kesejahteraan warga.

Berita Menarik Pilihan

Bandung Melangkah Dorong Gerakan Kota Budaya dan Berkelanjutan

Aula Barat Aula Timur ITB Diusulkan Cagar Budaya Nasional

“Perkembangan pendapatan teman-teman di sini sangat menonjol. Mengingat sejarah mereka sebagai penyintas bencana, kini mereka telah memiliki sumber ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Sutikno saat ditemui di Kebun Anggur Duyu, Palu.

Sutikno menambahkan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari koordinasi ketat di bawah kementerian ATR/BPN.

Wali Kota Palu selaku ketua GTRA menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak terintegrasi agar intervensi pemerintah tepat sasaran.

Panen Tiga Kali Setahun: Berkah dari Budidaya Anggur Manisnya hasil Reforma Agraria juga dirasakan langsung oleh Ibrahim, salah satu warga Desa Duyu.

Ia mengaku budidaya anggur telah menjadi pilar ekonomi tambahan bagi keluarganya di samping usaha warung.

“Alhamdulillah, kini ada penghasilan tambahan. Desa kami sekarang dikenal luas sebagai Kampung Anggur,” ungkap Ibrahim.

Dari 20 pohon anggur yang ditanamnya sejak tiga tahun lalu, Ibrahim mampu melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun dengan omzet sekitar Rp4 juta per musim panen.

Keberhasilan ini bermula dari inisiatif mandiri yang didukung oleh pendampingan dari Ketua Petani Kampung Anggur Duyu Bangkit.

Cermin Pemulihan Pascabencana Keberhasilan Kampung Duyu Bangkit membuktikan bahwa Reforma Agraria bukan sekadar persoalan administratif lahan, melainkan instrumen strategis untuk pemulihan ekonomi pascabencana.

Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat melalui GTRA Kota Palu menjadi bukti nyata bahwa kawasan terdampak bencana dapat bangkit kembali menjadi wilayah yang produktif, berdaya saing, dan mandiri.

Tags: Agrowisata Palu.Ekonomi Penyintas BencanaGTRA Kota PaluKampung Anggur DuyuPertanian Anggur Sulawesi TengahReforma Agraria Palu
Post Sebelumnya

Politisi Gerindra Bela Kapolri, Sebut Jenderal Listyo Sigit 100 Persen Loyal ke Prabowo

Post Selanjutnya

Brimob Polda Metro Jaya Siaga di Lokasi Banjir, Kabidhumas: Hubungi 110 Jika Butuh Bantuan

Iwan Purnama

Iwan Purnama

Berita Terkait

Bandung Melangkah Dorong Gerakan Kota Budaya dan Berkelanjutan

Bandung Melangkah Dorong Gerakan Kota Budaya dan Berkelanjutan

oleh Agus DJ
30 September 2025
0

Bandung EKOIN.CO - Komunitas Bandung Melangkah tampil menonjol dalam acara Entrepreneur Hub Terpadu Jawa Barat 2025, sebuah inisiatif penting dari...

Aula Barat Aula Timur ITB Diusulkan Cagar Budaya Nasional

Aula Barat Aula Timur ITB Diusulkan Cagar Budaya Nasional

oleh Agus DJ
30 September 2025
0

Bandung EKOIN.CO - Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN) bersama sejumlah instansi terkait melaksanakan ekskursi penting ke Aula Barat dan...

Riset Tiara Putri Raih Poster Prize Konferensi Mikrobiologi di Jerman

Riset Tiara Putri Raih Poster Prize Konferensi Mikrobiologi di Jerman

oleh Agus DJ
30 September 2025
0

Yogyakarta, EKOIN.CO - Prestasi membanggakan kembali diukir oleh akademisi muda Indonesia di kancah internasional. Tiara Putri, seorang mahasiswi yang menempuh...

Hari Tani Nasional Diwarnai Aksi Cor Badan

Hari Tani Nasional Diwarnai Aksi Cor Badan

oleh Irvan
24 September 2025
0

Jakarta, EKOIN.CO - Aksi Hari Tani Nasional di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025), diwarnai aksi cor badan seorang...

Post Selanjutnya
Personel SAR Brimob Polda Metro Jaya saat mengevakuasi warga yang sedang sakit di tengah kepungan banjir Jakarta Barat, Kamis (29/1/2026). Selain evakuasi, Polri menyiagakan layanan darurat 110 untuk merespons kebutuhan masyarakat di lokasi bencana. (Foto: Dok. Humas Polda Metro Jaya/Ekoin.co)

Brimob Polda Metro Jaya Siaga di Lokasi Banjir, Kabidhumas: Hubungi 110 Jika Butuh Bantuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.