EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA BREAKING NEWS
Hari Tani Nasional Diwarnai Aksi Cor Badan

Hari Tani Nasional Diwarnai Aksi Cor Badan

Aksi Cor Badan mewarnai Hari Tani Nasional 2025 di Patung Kuda Jakarta. Petani Riau bernama Ridwan mencor tubuhnya menuntut reforma agraria

Irvan oleh Irvan
24 September 2025
Kategori BREAKING NEWS, Lingkungan dan Pertanian, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Aksi Hari Tani Nasional di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025), diwarnai aksi cor badan seorang petani asal Riau bernama Ridwan. Ia mencor tubuhnya dengan campuran semen dan tanah sebagai bentuk protes atas konflik agraria yang terus terjadi di Indonesia.

 

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Pantauan di lokasi, Ridwan duduk di dalam cetakan beton, sementara rekannya menuangkan campuran semen dan tanah ke tubuhnya hingga mengeras di bagian pinggang. Aksi dramatis ini menjadi pusat perhatian peserta aksi lainnya, masyarakat, hingga aparat yang berjaga.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

BACA JUGA : Aksi Damai Hari Tani Nasional Serukan Reforma Agraria di DPR

 

Betran, salah satu peserta aksi, menegaskan bahwa aksi tersebut mencerminkan kekecewaan mendalam petani terhadap pemerintah. “Aksi sudah kami lakukan sejak lama, tapi tuntutan tidak diakomodir, maka di momentum Hari Tani Nasional, aksi cor badan ini sebagai kritikan, kekecewaan, akumulasi kekecewaan petani Riau bahwa pemerintah tidak selesai melaksanakan reforma agraria. Konflik agraria sampai hari ini tidak selesai, baik itu di Riau maupun seluruh Indonesia,” ujarnya.

 

Tuntutan Reforma Agraria

Betran menyebut Ridwan adalah perwakilan petani Riau yang menuntut reforma agraria. Ia menambahkan bahwa aksi cor badan akan terus dilanjutkan hingga tuntutan dipenuhi. “Setiap kita dipanggil tidak ada penyelesaian tuntutan. Makanya perwakilan tetap masuk, aksi cor badan tetap lanjut sampai tuntutan diakomodir. Sebenarnya petani mau ketemu Prabowo-Gibran, tapi diwakili Kementerian Sekretariat Negara,” jelasnya.

 

Ketika semen mulai mengeras, Ridwan terlihat mulai merasakan panas terik matahari. Beberapa rekannya mengipas tubuhnya dan memayungi dengan payung. Meski begitu, Ridwan tetap kuat bertahan. Saat tim EKOIN menanyakan kondisinya, ia menjawab, “Masih pak, ini salah satu protes dan kekecewaan saya kepada pemerintah atas konflik agraria yang terjadi.”

 

Aksi ini menjadi simbol keteguhan hati petani yang merasa haknya belum dipenuhi. Menurut Serikat Petani Indonesia (SPI), aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung enam tuntutan utama, salah satunya adalah penyelesaian konflik agraria dan penghentian kriminalisasi petani.

 

Tuntutan lain meliputi alokasi tanah perkebunan dan kehutanan sebagai Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), revisi Perpres Reforma Agraria No. 62 Tahun 2023, serta revisi UU Pangan, UU Kehutanan, dan UU Koperasi. Selain itu, mereka juga mendorong pengesahan UU Masyarakat Adat, pencabutan UU Cipta Kerja, serta pembentukan Dewan Nasional Reforma Agraria dan Dewan Nasional Kesejahteraan Petani.

 

Dampak Aksi di Lapangan

Aksi yang melibatkan petani, mahasiswa, buruh, dan organisasi rakyat ini sempat memengaruhi kondisi lalu lintas. Jalan Medan Merdeka Selatan ditutup sementara, sehingga arus kendaraan dialihkan ke Jalan Haji Agus Salim. Kepadatan kendaraan sempat terjadi di kawasan Gambir akibat penutupan jalan tersebut.

 

Meski ada gangguan arus lalu lintas, aksi tetap berlangsung damai. Peserta aksi membawa spanduk dan poster berisi tuntutan reforma agraria, sementara orasi terus disuarakan secara bergantian.

 

Di sisi lain, perwakilan petani dilaporkan sedang bertemu dengan pihak Kementerian Sekretariat Negara. Hingga siang hari, hasil pembicaraan belum diumumkan. Para petani berharap pertemuan itu menghasilkan kebijakan konkret yang berpihak kepada masyarakat desa.

 

Ridwan tetap menjadi pusat perhatian sepanjang aksi. Keteguhannya duduk dalam semen yang mengeras di tubuhnya dianggap sebagai bentuk nyata perlawanan terhadap ketidakadilan agraria.

 

Solidaritas antar peserta aksi juga terlihat jelas. Banyak yang terus menyemangati Ridwan dan memastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi selama aksi berlangsung.

 

Aksi cor badan ini menambah daftar panjang bentuk perlawanan petani dalam memperjuangkan hak atas tanah. Di Indonesia, konflik agraria sering kali melibatkan masyarakat dengan perusahaan besar maupun pemerintah.

 

Hingga sore hari, belum ada keterangan resmi dari pemerintah terkait enam tuntutan yang disampaikan. Namun, peserta aksi menegaskan mereka akan bertahan sampai ada kejelasan mengenai penyelesaian konflik agraria.

Tags: aksi cor badanHari Tani Nasionalkonflik agrariaPatung Kuda Jakartapetani Riaureforma agraria
Post Sebelumnya

Viral RaptureTok, Prediksi Kiamat di TikTok

Post Selanjutnya

Satgas PKH Berhasil Kuasai 3,4 Juta Hektare Lahan, Tambah Penerimaan Negara Rp 1,21 Triliun

Irvan

Irvan

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Berhasil Kuasai 3,2 Juta Hektare Lahan, Satgas PKH Tegak Lurus Jalankan Perintah Presiden Prabowo 

Satgas PKH Berhasil Kuasai 3,4 Juta Hektare Lahan, Tambah Penerimaan Negara Rp 1,21 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.