Jakarta, Ekoin.co – Di tengah simpati publik terhadap Sudrajat (50), pedagang es gabus keliling yang menjadi korban penganiayaan dan perusakan dagangan oleh oknum aparat, satu nama justru mencuat dan diburu warganet.
Sosok perempuan bernama Luna disebut-sebut sebagai pemantik awal tudingan keliru yang menyebut es gabus Sudrajat berbahan spons bedak.
Nama Luna ramai diperbincangkan setelah sebuah video amatir kembali viral di media sosial.
Rekaman yang diunggah ulang akun Threads @apri_idn pada Selasa (27/1) itu memperlihatkan seorang perempuan muda memegang es gabus sambil melontarkan tuduhan yang kemudian memicu kegaduhan.
Dalam video tersebut, Luna terdengar menyebut es gabus yang dijual Sudrajat bukan berbahan agar-agar, melainkan spons bedak.
Pernyataan itu disampaikan dengan nada meyakinkan di hadapan sejumlah orang, termasuk aparat yang berada di lokasi.
Ucapan itulah yang diduga kuat menjadi dasar munculnya laporan ke call center 110, sebelum akhirnya berujung pada tindakan represif aparat di kawasan Kemayoran.
Peristiwa tersebut bukan hanya menghentikan aktivitas jualan Sudrajat, tetapi juga merusak dagangan yang menjadi sumber penghidupannya.
Situasi berbalik drastis setelah hasil uji laboratorium Dokpol Polda Metro Jaya memastikan es gabus milik Sudrajat aman dan layak konsumsi.
Temuan tersebut memicu kemarahan publik, yang kemudian mengalihkan sorotan kepada sosok Luna sebagai pihak yang dianggap menyebarkan fitnah.
Warganet bergerak cepat menelusuri jejak digital perempuan tersebut.
Namun, Luna dikabarkan telah menonaktifkan akun Instagram pribadinya, diduga untuk menghindari serbuan komentar dan kecaman publik.
Meski akun media sosialnya menghilang, perburuan warganet tak berhenti. Sejumlah pengguna mengklaim telah menemukan informasi pribadi Luna, mulai dari usia hingga alamat tempat tinggal.
Di ruang digital, desakan agar Sudrajat menempuh jalur hukum pun menguat, termasuk tuntutan agar Luna digugat secara perdata dengan nilai fantastis.
Banyak warganet menilai kerugian Sudrajat tidak sebatas materi, melainkan menyangkut martabat dan reputasi yang dibangun selama puluhan tahun.
Sudrajat diketahui telah berjualan es gabus selama lebih dari 30 tahun tanpa pernah tersandung persoalan keamanan pangan.
Meski pihak kepolisian telah menyampaikan permintaan maaf dan mengganti kerugian materiil, publik menilai dampak sosial akibat tudingan “spons bedak” jauh lebih dalam.
Hingga berita ini diturunkan, Luna belum muncul ke publik maupun memberikan klarifikasi atas pernyataannya yang kini terbukti tidak benar.





