Jakarta, Ekoin.co – Dua hari berturut-turut PT Bursa Efek Indonesia memastikan perdagangan di lantai bursa usai kabar buruk dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi memastikan otoritas akan memaksimalkan seluruh kebijakan yang tersedia dan bisa dilakukan untuk meredam kepanikan pasar.
Bursa telah memiliki sejumlah mekanisme untuk melindungi para investor, termasuk yang ramai terjadi dalam dua hari perdagangan terakhir yakni perhentian sementara (trading halt) dan mekanisme auto rejection bawah (ARB).
“Seperti misalnya trading halt dalam dua hari ini, itu agar investor tidak panik serta cooling down kepada investor kalau saham ARB,” jelas Inarno kepada media, Kamis (29/1).
Lebih jauh Inarno mengatakan, aturan buyback tanpa RUPS juga masih berlaku dan bisa dimanfaatkan oleh emiten untuk menjaga stabilitas harga saham.
Inarno menegaskan OJK menyambut baik usulan dari MSCI untuk pengembangan transparansi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Tentu usulan stakeholder akan kita tampung untuk pasar modal kita,” ungkap Inarno.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun mencapai 8 persen pagi ini. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan pada Kamis pukul 09.26 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).
Diketahui, pada perdagangan sesi I pukul 09.26 WIB di Jakarta, IHSG tercatat melemah 665,89 poin atau 8,00 persen ke posisi 7.654,66. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 62,28 poin atau 7,66 persen ke posisi 750,25.
Adapun, perdagangan akan dilanjutkan sekitar pukul 09.56 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.
Pada perdagangan Rabu (28/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah seiring reaksi emosional dan aksi panic selling pelaku pasar pasca pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait dengan proses review dan rebalancing saham-saham di Indonesia.
IHSG ditutup melemah 659,67 poin atau 7,35 persen ke posisi 8.320,55. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 63,58 poin atau 7,26 persen ke posisi 812,53. (*)





