EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
BAKN mendesak perbankan pelat merah tersebut untuk transparan dan memastikan subsidi triliunan rupiah benar-benar sampai ke rakyat, bukan sekadar menjadi angka yang dimanipulasi di laporan keuangan.

BAKN mendesak perbankan pelat merah tersebut untuk transparan dan memastikan subsidi triliunan rupiah benar-benar sampai ke rakyat, bukan sekadar menjadi angka yang dimanipulasi di laporan keuangan.

BRI Kena ‘Semprit’ DPR RI: Subsidi Negara Jumbo, Tapi Kontribusi ke Ekonomi Rakyat Nol Besar

Hasrul Ekoin oleh Hasrul Ekoin
30 Januari 2026
Kategori EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, Ekoin.co – Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI menunjukkan taringnya saat menyambangi kantor PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di Padalarang, Kabupaten Bandung, Rabu (28/1/2026).

Kunjungan ini berubah menjadi ajang “sidang” lapangan untuk menguliti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait dugaan manipulasi dan carut-marutnya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ketua BAKN DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, menyindir keras manajemen BRI yang seolah-olah berprestasi namun menyimpan potensi kesalahan penyajian laporan keuangan yang fatal.

Ia menyoroti adanya dugaan penggelembungan (overstated) maupun pengurangan (understated) data keuangan yang bisa menyesatkan pengawasan negara.

“Yang saat ini kita fokuskan itu di dalam penyelesaian tentang tindak lanjut yang harus dilakukan BRI, khususnya waktu itu tentang potensi kemungkinan adanya overstated maupun understated dalam laporan keuangan,” tegas politisi PDI-Perjuangan tersebut dengan nada menyindir.

Berita Menarik Pilihan

Gelar Perundingan dengan Trump, Presiden Prabowo Terbang ke Washinton DC

Strategi Perdagangan Indonesia 2026: Presiden Prabowo Tekankan Produktivitas Industri dalam Kesepakatan AS

Lebih pedas lagi, Andreas mempertanyakan efektivitas subsidi bunga KUR yang nilainya sangat fantastis namun tidak memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi rakyat kecil.

Alih-alih membantu akses modal, penyaluran KUR di BRI justru dipenuhi temuan penyimpangan yang mencoreng prinsip kehati-hatian perbankan.

“Subsidinya besar, tetapi tidak memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, dan juga ternyata kok yang ada itu temuan,” sindirnya lagi.

Hasil audit BPK RI sendiri memang mencatat sejumlah rapor merah bagi BRI, mulai dari potensi kelebihan pencatatan pendapatan subsidi bunga hingga indikasi pengelolaan kredit yang belum sepenuhnya menerapkan prinsip kehati-hatian.

Melalui kunjungan ini, BAKN DPR RI memberikan peringatan keras agar BRI segera membersihkan “borok” administrasinya demi menyelamatkan uang negara.

Tags: Andreas Eddy SusetyoBAKN DPR RIBank Rakyat Indonesiaekonomi rakyatKorupsi KUR BRIPadalarangPenyelewengan Subsidi.Subsidi Bunga KURTemuan BPK BRI
Post Sebelumnya

Komisi III DPR Tagih Janji Reformasi Polri: Sebut Perubahan Kultur Penegak Hukum Masih Jauh dari Harapan

Post Selanjutnya

Rapor Merah Bank Mandiri: Dari Buronan 20 Tahun Hingga Skandal Kredit Fiktif FF di Bima

Hasrul Ekoin

Hasrul Ekoin

Berita Terkait

Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Seskab Teddy Indra Wijaya saat akan bertolak ke Washington DC dari Halim Perdanakusuma, Senin (16/2/2026).

Gelar Perundingan dengan Trump, Presiden Prabowo Terbang ke Washinton DC

oleh Ainurrahman
16 Februari 2026
0

Menurut Seskab Teddy, Presiden Prabowo juga menekankan bahwa perundingan ekonomi tidak boleh semata-mata bersifat transaksional jangka pendek, melainkan harus berdampak...

Presiden Prabowo Subianto didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Wijaya saat memberikan arahan kepada menteri ekonomi di Hambalang, Bogor. Presiden menginstruksikan agar perjanjian dagang RI-AS yang akan datang harus mengutamakan kedaulatan industri dalam negeri, Senin (16/2/2026).

Strategi Perdagangan Indonesia 2026: Presiden Prabowo Tekankan Produktivitas Industri dalam Kesepakatan AS

oleh Ainurrahman
16 Februari 2026
0

Perundingan dagang tidak boleh semata-mata bersifat transaksional jangka pendek, melainkan harus berdampak langsung pada penguatan struktur ekonomi nasional.

Layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Menjelang libur Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, IHSG berhasil ditutup menguat di level 8.212. Perdagangan saham akan kembali dibuka pada Rabu, 18 Februari 2026.

BEI Umumkan Libur Perdagangan Imlek 2577 Kongzili, Pasar Kembali Dibuka 18 Februari

oleh Hasrul Ekoin
16 Februari 2026
0

Menjelang masa libur, kinerja pasar saham tercatat relatif positif. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengungkapkan volume transaksi harian selama...

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti (tengah) bersama Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae (kanan) dalam peluncuran KEKSI 2025 dan Kick-Off Bulan Pembiayaan Syariah 2026 di Jakarta. Perbankan syariah mencetak rekor aset tertinggi menembus Rp1.067 triliun di tengah tantangan ekonomi global.

Aset Perbankan Syariah Tembus Rp1.067 Triliun, BI dan OJK Perkuat Strategi Indonesia Pusat Eksyar Dunia

oleh Ainurrahman
15 Februari 2026
0

Dari sisi pengawasan industri, Kepala Eksekutif Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, melaporkan aset perbankan syariah mencapai rekor Rp1.067,73 triliun atau...

Post Selanjutnya
Ilustrasi yang menggambarkan skandal kredit fiktif senilai Rp7,17 miliar di Bank Mandiri Cabang Bima

Rapor Merah Bank Mandiri: Dari Buronan 20 Tahun Hingga Skandal Kredit Fiktif FF di Bima

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.