Ekoin.co — Pasar kendaraan listrik nasional diproyeksikan mengalami akselerasi tajam pada kuartal pertama 2026.
Membaca peluang tersebut, GAC Indonesia mengambil langkah agresif dengan meningkatkan kapasitas produksi guna memastikan ribuan unit mobil listrik siap dikirim ke konsumen menjelang perayaan Imlek dan Hari Raya Idulfitri.
Langkah ini sekaligus menjadi strategi GAC Indonesia untuk menjawab persoalan klasik industri otomotif, yakni antrean inden panjang yang kerap membuat konsumen menunggu berbulan-bulan.
Melalui penguatan rantai pasok dan sistem distribusi yang lebih terintegrasi, GAC menargetkan proses penyerahan unit berlangsung cepat dan pasti.
Bagi konsumen yang telah menyelesaikan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dan pelunasan, GAC Indonesia memastikan ketersediaan nomor motor listrik serta Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) tahun produksi 2026.
Kepastian ini dinilai penting, tidak hanya dari sisi legalitas, tetapi juga untuk menjaga nilai kendaraan di pasar sekunder.
Keunggulan lain ditawarkan melalui skema pengiriman cepat. Untuk wilayah Jabodetabek, GAC Indonesia menjanjikan unit kendaraan dapat diterima maksimal dua hari kerja setelah pelunasan.
Sistem first come, first served diterapkan guna memastikan keadilan distribusi, terutama bagi konsumen yang ingin menggunakan kendaraan baru untuk mobilitas Lebaran.
Kesiapan produksi ini juga menjadi modal utama GAC Indonesia menjelang ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang akan berlangsung pada 5–15 Februari. Bertempat di Hall A Booth A10, GAC akan menampilkan lini kendaraan listrik andalannya seperti AION Y Plus, AION V, AION UT, dan Hyptec HT.
Tak hanya itu, GAC Indonesia juga memberi sinyal akan menghadirkan model baru berkapasitas tujuh penumpang yang dirancang sesuai kebutuhan keluarga Indonesia.
Peningkatan volume produksi dinilai mampu menjaga stabilitas harga, karena konsumen mendapatkan kepastian harga sejak awal transaksi tanpa risiko penyesuaian mendadak.
Dengan mengusung tema “Driven for Excitement”, GAC Indonesia menargetkan konversi minat pengunjung pameran menjadi penjualan riil tanpa waktu tunggu yang panjang, sekaligus memperkuat posisinya di tengah kompetisi pasar kendaraan listrik nasional.





