Jakarta, Ekoin.co – Pemerintah Indonesia mempercepat transformasi sumber daya manusia (SDM) untuk menjawab tantangan pasar kerja digital global.
Melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pemerintah resmi meluncurkan Program Pelatihan Gig Economy bagi generasi Z serta AI Open Innovation Challenge di Provinsi Jawa Barat, Jumat (30/1/2026).
Peluncuran ini menjadi bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) 2025 yang dirancang untuk menciptakan peluang kerja baru yang adaptif dan berkelanjutan di tengah derasnya disrupsi teknologi digital.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menyatakan bahwa ekosistem gig economy diproyeksikan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.
Model kerja berbasis proyek dan fleksibilitas dinilai relevan dengan karakter generasi muda dan kebutuhan industri global.
“Program Gig Economy merupakan arahan Presiden yang dijalankan oleh Menko Perekonomian. Fokusnya membuka akses kerja di 15 kota strategis agar generasi muda bisa langsung terhubung dengan pasar,” ujar Ali di Bandung.
Jawa Barat dipilih sebagai lokasi pengembangan lanjutan setelah Jakarta karena perannya yang signifikan dalam ekonomi kreatif nasional.
Provinsi ini menyumbang lebih dari 20 persen terhadap PDB ekonomi kreatif Indonesia, dengan serapan tenaga kerja mencapai jutaan orang.
Berbeda dari program pelatihan konvensional, inisiatif ini dirancang terintegrasi dari hulu ke hilir.
Pemerintah tidak hanya menyiapkan pelatihan keterampilan digital, tetapi juga infrastruktur pendukung seperti ruang kolaborasi serta akses langsung ke marketplace digital dan perusahaan global.
Melalui AI Open Innovation Challenge, Gen Z didorong tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, melainkan pencipta solusi berbasis kecerdasan buatan. Pemerintah berharap lahir talenta digital yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Penguatan SDM digital dinilai semakin krusial seiring penerapan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang menargetkan nilai ekonomi digital ASEAN mencapai USD 2 triliun pada 2030. Indonesia diproyeksikan menjadi motor utama pertumbuhan kawasan tersebut.





