Jakarta, Ekoin.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dua hari ini masih melaju di zona merah. Setelah pekan lalu ditutup dengan anjlok hingga 8 persen.
Pengisian pejabat BEI dan OJK yang disertai 8 aksi untuk mereformasi struktur pasar modal Indonesia belum cukup memberi keyakinan investor kembali menemparkan dananya.
Menurut Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, IHSG yang tertekan hingga ke bawah level 8.000 pada perdagangan hari ini, Selasa (3/2).
Airlangga menyebut tekanan di pasar saham tidak sepenuhnya mencerminkan hilangnya kepercayaan investor asing terhadap pasar modal Indonesia.
“Kita lihat terjadi net inflow asing. Net inflow asing berarti kepercayaan asing terhadap perbaikan itu ada,” ujar Airlangga di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin (2/2).
Airlangga menjelaskan pelemahan indeks lebih dipengaruhi aksi jual pada saham-saham tertentu yang berpotensi terdampak kebijakan pasar modal, khususnya terkait likuiditas dan porsi saham publik.
Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh perilaku sebagian investor yang bereaksi cepat terhadap isu regulasi.
“Tetapi kami lihat saham-saham yang potensi tidak likuid, itu kalau di pasar modal kan investor-investor banyak yang ikut, yang kita sering sebut fear of missing out,” ujarnya.
Airlangga mengatakan fenomena fear of missing out (FOMO) mendorong investor melepas saham-saham yang dinilai berisiko terdampak aturan baru, terutama emiten dengan batas minimal porsi saham publik (free float) rendah.
Saham-saham tersebut, lanjut dia, berpotensi terkena kewajiban peningkatan free float menjadi 15 persen.
“Nah, fear of missing out ini terjadi dari investor yang berpikir bahwa saham-saham yang sekarang mereka invest itu termasuk yang saham kita sebut saham olahan. Sehingga itu nanti akan terkena regulasi yang harus naik free float-nya ke 15 persen sehingga dengan demikian mereka melepas saat sekarang,” ucapnya.
Meski demikian, Airlangga menilai tekanan tidak terjadi secara merata. Ia menyebut saham-saham dengan fundamental kuat masih menunjukkan pergerakan positif di tengah koreksi pasar.
“Tetapi kalau kita lihat saham-saham yang fundamentalnya bagus juga ada naik,” katanya.
Diketahui, IHSG melorot tajam pada perdagangan Senin kemarin. Mengutip data RTI Infokom, IHSG sempat anjlok lebih dari 5 persen ke level 7.906 pada pukul 09.18 WIB, sebelum akhirnya ditutup di posisi 7.922 atau turun 406,9 poin atau minus 4,88 persen. (*)





