Jakarta, Ekoin.co – Komika Pandji Pragiwaksono angkat bicara usai menjalani klarifikasi selama sekitar tujuh jam di Polda Metro Jaya terkait laporan dugaan penistaan agama dalam pertunjukan stand-up comedy bertajuk Mens Rea.
Di tengah proses hukum yang sedang berjalan, Pandji menerima kabar dukungan dari Wakil Presiden RI (Wapres), Gibran Rakabuming Raka.
Menariknya, Pandji Pragiwaksono mengaku belum mengetahui adanya pernyataan dukungan tersebut hingga disampaikan langsung oleh awak media. Mendengar hal itu, komika berusia 46 tahun tersebut menyampaikan apresiasi terhadap cara pandang Gibran dalam menyikapi materi komedi.
Menurut Pandji Pragiwaksono, sikap Wakil Presiden mencerminkan pemahaman yang dewasa dalam memproses sebuah lelucon, terutama yang disampaikan melalui medium seni dan komedi.
Ia menilai, komedi seharusnya tidak serta-merta ditarik ke ranah pidana tanpa memahami konteks dan pesan yang ingin disampaikan.
Pandji juga menilai pernyataan Gibran menjadi sinyal positif bagi pelaku industri kreatif, khususnya stand-up comedy, yang kerap menyampaikan kritik sosial melalui humor.
Baginya, dukungan tersebut menunjukkan bahwa kritik dalam bentuk karya seni tidak selalu harus dipahami secara literal atau berujung pada konflik hukum.
“Saya rasa Wakil Presiden Gibran jadi contoh gimana baiknya menangkap sebuah joke, gimana baiknya memproses sebuah joke,” kata Pandji Pragiwaksono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat 6 Februari 2026.
Pandji pun kembali menegaskan bahwa dirinya selalu terbuka terhadap dialog. Ia menilai komunikasi menjadi jalan terbaik apabila terjadi perbedaan penafsiran terhadap karya seni yang ia bawakan di atas panggung.
Lebih lanjut, Pandji menekankan bahwa pertunjukan Mens Rea tidak pernah dimaksudkan untuk menyebarkan kebencian ataupun menyinggung institusi agama.
Ia menyebut, sejak awal tujuan pertunjukan tersebut adalah menghibur sekaligus memancing diskusi sosial di tengah masyarakat.
Terkait laporan yang menjeratnya, Pandji menyatakan akan mengikuti seluruh proses yang berlaku. Ia juga menegaskan kesiapannya untuk berdialog dengan pihak mana pun apabila diperlukan, sembari berharap persoalan ini dapat disikapi dengan kepala dingin. (*)





