Ekoin.co – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, kewajiban menunaikan hutang puasa (qadha) dari tahun sebelumnya kembali menjadi perhatian umat Muslim. Bagi Anda yang masih memiliki kewajiban yang belum tertunaikan, penting untuk memahami batasan waktu dan cara menggantinya sesuai tuntunan agama.
Kapan Batas Akhir Membayar Hutang Puasa?
Berdasarkan penjelasan resmi dari Muhammadiyah yang merujuk pada QS. Al-Baqarah ayat 184, pada dasarnya tidak ada batas akhir waktu yang kaku secara hukum (tekstual) mengenai kapan seseorang harus mengganti puasa qadha.
Namun, terdapat beberapa poin penting sebagai panduan:
- Waktu Ideal: Sangat dianjurkan untuk menyelesaikan hutang puasa sebelum memasuki Ramadhan berikutnya.
- Jika Terhalang: Apabila seseorang terhalang oleh uzur (alasan yang sah) sehingga belum sempat
menggantinya hingga Ramadhan tiba, kewajiban tersebut tidak gugur dan tetap harus diganti setelah bulan Ramadhan berakhir.
Bagaimana Jika Hutang Puasa Menumpuk Bertahun-tahun?
Bagi mereka yang memiliki hutang puasa yang telah menumpuk selama bertahun-tahun, Ustaz Adi Hidayat (UAH) memberikan langkah-langkah solutif agar beban ibadah tersebut dapat terselesaikan:
1. Awali dengan Taubat Nasuha
Langkah utama adalah bertaubat kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh dan berjanji tidak akan mengulangi kelalaian tersebut di masa depan. Sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa ayat 17, pintu taubat selalu terbuka bagi hamba-Nya yang ingin memperbaiki diri.
2. Lakukan Prediksi dan Estimasi
Jika Anda lupa jumlah pasti hari yang ditinggalkan, Ustaz Adi menyarankan untuk melakukan estimasi atau perkiraan yang maksimal.
“Anda perkirakan berapa kira-kira saya meninggalkannya lalu coba Anda maksimalkan. Anda bisa memprediksi itu walaupun jumlahnya tidak diketahui, tapi umumnya Anda bisa paham,” jelas Ustaz Adi Hidayat dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
3. Konsisten Mengganti di Hari Lain
Hutang tersebut tetap wajib diganti di hari-hari luar bulan Ramadhan. Anda bisa memanfaatkan waktu-waktu luang untuk mulai mencicil hutang tersebut secara bertahap hingga beban tersebut tuntas.
Membayar hutang puasa adalah bentuk pertanggungjawaban hamba kepada Sang Pencipta.
Segera melakukan qadha tidak hanya membebaskan kita dari kewajiban, tetapi juga menjadi persiapan mental dan spiritual yang baik sebelum menyambut indahnya bulan Ramadhan 1447 H.





