Jakarta, Ekoin.co – Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Pusat kembali menggelar pelatihan barista (pembuat kopi) untuk warga Jakarta. Adapun kuota untuk angkatan pertama tahun 2026 sebanyak 20 orang.
Kepala PPKD Jakarta Pusat, Suzukiana mengatakan, antusiasme warga untuk mengikuti pelatihan barista cukup tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pendaftar yang mencapai ratusan orang.
Namun karena kuota peserta terbatas hanya 20, makan pendaftar yang belum bisa mengikuti pelatihan akan masuk dalam kategori waiting list.
Suzukiana mengatakan, tingginya animo masyarakat untuk mengikuti pelatihan karena hal ini dapat berdampak langsung bagi peserta. Pasalnya pelatihan barista merupakan salah satu jenis pelatihan yang bisa langsung digunakan setelah mengikutinya.
Suzukiana mengatakan, pelatihan kerja reguler gelombang pertama dimulai pada awal Februari 2026.
“Sebanyak 17 kejuruan dibuka pada pelatihan kerja reguler gelombang pertama 2026 yang diikuti sebanyak 340 peserta,” ujar E Suzukiana, Kamis, (12/2/2026).
Ia mengungkapkan, pihaknya menargetkan sebanyak 1.920 peserta akan mengikuti pelatihan reguler maupun MTU yang digelar hingga akhir 2026.
“Pelatihan kerja dibagi menjadi satu hingga empat gelombang atau angkatan selama setahun ini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pelatihan kerja reguler yang digelar selama tahun 2026 terdiri dari kejuruan Web Programing, Bahasa Inggris, Bahasa Korea, Bahasa Jepang, Teknisi Jaringan, Desainer Grafis Madya, Make Up Artist, Tata Busana, Perhotelan, Barista, Digital Marketing, Akutansi Junior, CAD Bangunan, Bakery and Pastery, Conten Creator, Teknisi Komputer, Desainer Multimedia, Data Management Staf, Mobile App Developer.
Ia menambahkan, pelatihan kerja reguler dan MTU tidak dipungut biaya serta mendapatkan makan serta asuransi selama mengikuti kegiatan ini.
“Di akhir pelatihan, peserta akan menerima sertifikat BNSP sebagai modal untuk mencari pekerjaan maupun berwirausaha,” tambahnya.
Sementara itu Arjuna, salah seorang instruktur dalam program pelatihan barista mengatakan, program ini berjalan selama 30 hari.
Dalam jangka waktu tersebut peserta akan mendapatkan beberapa jenis pelatihan. Mulai dari coffee knowledge, kemudian alat alat yang digunakan untuk membuat kopi. Selanjutnya cara membuat kopi baik menggunakan mesin maupun secara manual.
“Jadi selama 30 hari para peserta akan bisa menjadi barista dengan pengetahuan yang mumpuni,” ujarnya.
Pria yang akrab dipanggil Juna ini mengatakan, tingkat peserta pelatihan yang langsung bekerja antara 80 sampai 90 persen.
Ini dikarenakan sertifikat yang didapat para peserta mempunyai nilai tambah sebagai bahan pertimbangan.
“Seperti outlet kopi yang memiliki ratusan cabang, tentu ada pelatihan dasar. Namun jika sudah pernah mengikuti pelatihan barista di PPKD maka hal tersebut menjadi poin plus yang dipertimbangkan,” ujar pria berkacamata ini. (*)





