Jakarta, Ekoin.co – Kawasan ikonik Bundaran HI berubah menjadi lautan lampion dan ornamen merah menyala sejak Jumat (13/2/2026).
Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di jantung ibu kota resmi dimulai dengan menghadirkan Simfoni Imlek Jakarta yang megah, memadukan tradisi Tionghoa dengan napas modernitas kota.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang turut hadir dalam pembukaan tersebut menekankan pentingnya akulturasi budaya. Menurutnya, masyarakat Tionghoa bukan sekadar pendatang, melainkan elemen penting yang membentuk identitas budaya Betawi selama berabad-abad.
“Warga Tionghoa memiliki kontribusi yang luar biasa dalam adat Betawi. Akulturasi inilah yang menjadikan Jakarta sebagai kota yang penuh warna, terlihat dari tradisi, budaya, dan kehidupan masyarakatnya,” ujar Pramono Anung saat menyaksikan kemeriahan di Bundaran HI.
Simfoni Harmoni Lintas Etnis
Salah satu daya tarik utama tahun ini adalah penampilan ensambel kolosal yang melibatkan sekitar 50 alat musik Tionghoa. Uniknya, pertunjukan ini juga melibatkan komunitas seniman Jawa, Betawi, dan Sunda yang berkolaborasi membawakan lagu-lagu berbahasa Mandarin.
Festival di Bundaran HI ini dijadwalkan berlangsung hingga 17 Februari 2026 dengan berbagai atraksi, mulai dari lampion 3D 12 shio, Pagoda LED Cahaya Harmoni, tarian Liong, hingga pertunjukan laser yang memukau para pelintas jalan.
Rangkaian Agenda Imlek Jakarta 2026
Pemprov DKI Jakarta telah menyusun jadwal perayaan panjang yang tersebar di berbagai titik strategis:
| Tanggal | Kegiatan | Lokasi |
| 13 – 17 Feb | Festival Imlek Jakarta (Lampion & Barongsai) | Bundaran HI |
| 15 – 17 Feb | Festival Pecinan Jakarta | Anjungan TMII |
| 15 – 17 Feb | Harmoni Jakarta (City Branding) | Blok M Hub |
| Februari | Video Mapping Semarak Imlek | Kawasan Monas |
| 16 – 17 Feb | Jakarta Light Festival | Kota Tua Jakarta |
| 3 Maret | Puncak Perayaan Cap Go Meh | Pecinan Glodok |
Selain festival, sebanyak 98 gedung perkantoran di Jakarta juga turut serta dalam Lomba Dekorasi Imlek untuk memperindah estetika kota. Rangkaian perayaan ini merupakan hasil kolaborasi masif antara Pemprov DKI, BUMD, BUMN, serta sektor swasta untuk menghidupkan pariwisata dan mempererat persatuan warga Jakarta.





