Jakarta, Ekoin.co — Sektor ekonomi dan keuangan syariah (Eksyar) menutup 2025 dengan performa kuat, mempertegas posisinya sebagai salah satu pilar transformasi ekonomi nasional.
Sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan dinilai berhasil menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperluas kontribusi sektor halal terhadap ekonomi domestik.
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menegaskan integrasi Halal Value Chain dengan pembiayaan syariah terus dipercepat melalui Blueprint Eksyar 2030.
Strategi ini diarahkan untuk memperkuat stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di industri syariah global.
Dari sisi pengawasan industri, Kepala Eksekutif Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, melaporkan aset perbankan syariah mencapai rekor Rp1.067,73 triliun atau tumbuh hampir sembilan persen secara tahunan.
Dana pihak ketiga dan pembiayaan juga mencatat ekspansi sehat, mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah.
Pertumbuhan tersebut diperkuat sektor sosial. Penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional melonjak signifikan sepanjang 2025, sementara inovasi Cash Waqf Linked Sukuk menunjukkan tren positif sebagai instrumen pembiayaan produktif.
Memasuki 2026, kolaborasi lintas lembaga — termasuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah — difokuskan pada perluasan literasi, inklusi, dan penguatan likuiditas syariah. Dengan fondasi kinerja yang solid, sektor Eksyar diproyeksikan tetap menjadi motor pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di tengah ketidakpastian global.





