EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA OPINI
Publik Perlu Tahu Ini, Kasus Nadiem Jelas Berbeda dengan Tom Lembong

Oplus_131072

Publik Perlu Tahu Ini, Kasus Nadiem Jelas Berbeda dengan Tom Lembong

Admin EKOIN.CO oleh Admin EKOIN.CO
16 Februari 2026
Kategori OPINI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Ekoin.co – Akhir – akhir ini ramai dalam pemberitaan dan opini dari beberapa netizen yang berpendapat adanya persamaan kasus Tom Lembong dan Nadiem Makarim, diantaranya pernyataan Hotman paris yang mengatakan bahwa “Kasus Nadiem mirip dengan kasus Tom Lembong” melalui kanal Youtube Inews.

“Tidak ada satu sen pun, baik dari segi bukti rekening bank maupun dari segi saksi, yang menyatakan Nadiem pernah terima uang, tidak ada,” kata Hotman dalam jumpa pers di kawasan Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025).

Menurut Tom Lembong, ada beberapa persamaan dan perbedaan dalam kasus impor gula yang menjeratnya dengan kasus Chromebook Nadiem Makarim.

Tom menilai kasus Nadiem lebih rumit karena diduga ada konflik kepentingan yang terjadi.

“Ya karena sangat jelas, saya tidak pernah punya pabrik gula, tidak pernah menjadi investor dalam industri gula, tidak punya hubungan apapun dengan industri gula gitu ya. Jadi saya tidak punya konflik kepentingan gitu,” kata Tom Lembong dalam tayangan Podcast di kanal YouTube milik Entrepreneur Raymond Surya Chin, pada Jumat (12/9/2025).

Berita Menarik Pilihan

Kasus Kerry Adrianto di Framing Kriminalisasi Sebagai Modus Praktek Mafia Migas 

Mengenal Minangkabau: Dua Kelarasan Adat, Demokrasi dan Hierarki yang Menyatu

Berbeda dengan Nadiem yang sebelumnya adalah pendiri Gojek dan diketahui Google pernah memberikan investasinya kepada PT Gojek.

Kasus dugaan korupsi Chromebook yang menjerat Nadiem Makarim bermula sejak sebelum founder Gojek tersebut resmi dilantik menjadi Mendikbudristek.

”Pada bulan Agustus 2019, bersama-sama dengan NAM (Nadiem Makarim) dan Fiona, JT (Jurist Tan) membentuk grup WhatsApp (WA) yang sudah membahas mengenai rencana pengadaan program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek dan apabila nanti NAM diangkat sebagai Mendikbud Ristek,” ujar Qohar di Gedung Jampidsus, Jakarta dikutip dari Antara, Rabu (16/7/2025).

Berdasarkan proses penyidikan dan fakta persidangan, Nadiem kemudian bertemu WKA dan PRA, dua perwakilan Google untuk membahas pengadaan TIK di Kemendikbudristek.

Pertemuan Nadiem bersama dua perwakilan google yakni berinisial WKA dan PRA terjadi pada Februari dan April 2020. Setelah itu, Jurist Tan menemui pihak Google untuk membahas teknis pengadaan TIK menggunakan Chrome OS. Pertemuan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut perintah Nadiem.

Padahal laptop berbasis chromebook tidak laku di pasaran dan tidak diminati oleh masyarakat.

“Di antaranya juga saat itu dibahas adanya co-investment sebanyak 30 persen dari Google untuk Kemendikbudristek,” ucap Qohar saat menjabat Direktur Penyidikan pada Jampidsus beberapa waktu lalu.

Qohar menambahkan, Jurist Tan juga sempat mengatakan bahwa co-investment sebesar 30 persen baru diberikan Google jika pengadaan TIK memakai Chrome OS.

Hal tersebut dikatakan Jurist Tan dalam suatu rapat yang diikuti HM selaku Sekretaris Jenderal, SW, dan MUL yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Pada 6 Mei 2020, Nadiem memimpin rapat Zoom yang dihadiri oleh Jurist Tan, MUL, SW, dan Ibrahim. Dalam rapat tersebut, Nadiem memberikan instruksi agar pengadaan TIK dan laptop pada 2020-2022 menggunakan Chrome OS.

“Sedangkan, saat itu pengadaan belum dilaksanakan,” jelas Qohar.

Disini kesimpulan yang publik perlu tahu perbedaannya antara kasus Tom Lembong dengan Nadiem Makarim.

Yaitu Tom Lembong tidak mempunyai rencana melakukan permufakatan jahat terkait impor gula ataupun pabrik gula.

Sedangkan peran Nadiem itu adanya permufakatan jahat yang terjadi pada Agustus 2019, tepatnya 2 bulan sebelum Nadiem diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbudristek) pada Oktober 2019.

Permufakatan jahat yang dilakukan Nadiem tersebut terjadi diduga demi investasi 30% google terhadap perusahan Gojek yang merupakan pendirinya adalah Nadiem.

Dan perlu publik ketahui bahwa pengadaan chromebook secara masif ini bisa dimaknai sebagai salah satu syarat google mengucurkan dana investasi tersebut.

Bagaimana mungkin kasus Tom Lembong dan Nadiem ini disamakan, yang mana nampak jelas perbedaan.  Jadi bagaimana mungkin kasus ini berakhir di Abolisi Presiden Prabowo, seperti halnya kasus Tom Lembong. Kini publik menunggu akhir dari penuntutan JPU itu terkabul atau ditolak oleh opini yang dibuat sebaliknya oleh oknum mafia peradilan. (*)

Tags: Jelas BerbedaKasus Nadiem MakarimPengadaan Laptop ChromebookPublik Perlu TahuTom Lembong
Post Sebelumnya

Aset Perbankan Syariah Tembus Rp1.067 Triliun, BI dan OJK Perkuat Strategi Indonesia Pusat Eksyar Dunia

Post Selanjutnya

Viral Aksi Tak Senonoh di Taksi Online, Polisi Kantongi Identitas Pasangan

Admin EKOIN.CO

Admin EKOIN.CO

Berita Terkait

Terdakwa Muhammad Kerry Adrianto Riza menjalani persidangan

Kasus Kerry Adrianto di Framing Kriminalisasi Sebagai Modus Praktek Mafia Migas 

oleh Admin EKOIN.CO
9 Februari 2026
0

Indonesia berulang kali diguncang bencana megakorupsi, seperti kasus korupsi pertamina, membuat bangsa ini semakin terpuruk kedalam krisis multidimensional. Mega korupsi...

Suku Minangkabau Di Sumatera Barat (Ist)

Mengenal Minangkabau: Dua Kelarasan Adat, Demokrasi dan Hierarki yang Menyatu

oleh Iwan Purnama
25 Januari 2026
0

Sumatera Barat, Ekoin.co — Masyarakat Minangkabau dikenal luas sebagai salah satu peradaban adat paling matang di Nusantara. Namun, kematangan itu...

Wilmar Group membuka kembali pertanyaan lama yang belum juga terjawab di republik ini, sejauh mana negara benar-benar berdaulat ketika berhadapan dengan korporasi raksasa.

Wilmar Group dan Ujian Nyata Kedaulatan Hukum Indonesia, Masihkah Negara Kalah?

oleh Admin EKOIN.CO
21 Januari 2026
0

Wacana gugatan class action dan desakan agar pemerintah melakukan blacklisting terhadap Wilmar Group mencerminkan krisis kepercayaan terhadap mekanisme hukum formal.

Negara, melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN), seharusnya hadir sebagai penjaga keadilan agraria.

Mafia Tanah Menggurita: Saat Sertifikat BPN Berubah Jadi Instrumen Perampasan Hak Rakyat

oleh Admin EKOIN.CO
20 Januari 2026
0

Ketika negara gagal melindungi hak paling dasar warganya atas tanah, maka yang runtuh bukan hanya kepercayaan publik, melainkan juga fondasi...

Post Selanjutnya
Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Muhammad Kukuh Islami (tengah) saat memberikan keterangan terkait perkembangan kasus asusila di taksi online, Minggu (15/2/2026).

Viral Aksi Tak Senonoh di Taksi Online, Polisi Kantongi Identitas Pasangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.