Antisipasi SOTR dan Macet Takjil, Polda Metro Jaya Siagakan Patroli Gabungan di Titik Rawan

Langkah ini ditegaskan oleh jajaran Polda Metro Jaya sebagai bagian dari strategi pencegahan dini. Patroli akan digelar setiap hari dengan melibatkan berbagai fungsi kepolisian, mulai dari lalu lintas, reserse kriminal, intelijen, samapta, brimob hingga pembinaan masyarakat.
Personel gabungan Polda Metro Jaya saat melakukan apel persiapan patroli pengamanan wilayah untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas selama bulan suci Ramadan. (Foto: Dok. Humas Polda Metro Jaya/Istimewa)

Jakarta, Ekoin.co — Kepolisian Daerah Metro Jaya menyiapkan patroli gabungan intensif untuk mengantisipasi aktivitas Sahur On The Road (SOTR) selama bulan Ramadan yang berpotensi memicu gangguan keamanan, mulai dari tawuran hingga pelanggaran lalu lintas.

Langkah ini ditegaskan oleh jajaran Polda Metro Jaya sebagai bagian dari strategi pencegahan dini. Patroli akan digelar setiap hari dengan melibatkan berbagai fungsi kepolisian, mulai dari lalu lintas, reserse kriminal, intelijen, samapta, brimob hingga pembinaan masyarakat.

Kepala Bagian Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Robby Hefados, menjelaskan patroli difokuskan pada titik-titik yang kerap menjadi lokasi kumpul peserta SOTR serta jalur yang biasa dilalui rombongan.

Menurutnya, pemetaan wilayah sudah dilakukan untuk memastikan patroli berjalan efektif. Lokasi pengamanan akan terus bergeser mengikuti pola pergerakan kelompok SOTR yang cenderung dinamis.

Selain mengantisipasi potensi gangguan keamanan, polisi juga mempersiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan berburu takjil dan bazar Ramadan yang berpotensi memicu kemacetan. Salah satu titik yang rutin mengalami kepadatan adalah kawasan Bendungan Hilir atau Benhil, yang dikenal sebagai pusat jajanan Ramadan.

Personel lalu lintas akan ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengurai antrean kendaraan menjelang waktu berbuka puasa. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu menjaga kelancaran arus sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Polisi menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan bersifat preventif, bukan semata penindakan. Tujuannya agar masyarakat tetap dapat menjalankan tradisi Ramadan dengan nyaman tanpa menimbulkan risiko keamanan maupun kemacetan.

Dengan patroli terpadu ini, kepolisian berharap aktivitas sahur dan berburu takjil tetap berlangsung tertib, sehingga suasana Ramadan di ibu kota berjalan aman dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini