Jakarta,Ekoin.co — Persaingan BRI Super League musim 2025/26 tidak hanya membara di papan klasemen, tetapi juga di jalur perburuan sepatu emas.
Hingga pekan ke-21, kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional berubah menjadi arena adu naluri predator para penyerang yang berebut status Raja Gol.
Ketatnya jarak antarpemain membuat setiap pertandingan kini terasa seperti duel personal — satu gol bisa mengubah peta persaingan.
Maxwell Jadi Standar Ketajaman
Striker utama Persija Jakarta, Maxwell Souza, masih memimpin daftar top skor dengan koleksi 12 gol dari 20 laga. Ketajamannya menjadi fondasi penting lini serang Macan Kemayoran.
Hampir sepertiga gol Persija musim ini lahir dari kaki Maxwell. Fleksibilitasnya — mampu bermain sebagai ujung tombak maupun bergerak dari sisi kiri — membuatnya sulit dibendung. Konsistensi inilah yang menjaga Persija tetap bersaing di papan atas.
Trio Penantang Siap Kudeta
Tekanan terhadap Maxwell datang dari tiga pesaing yang sama-sama mengoleksi 10 gol. Mereka adalah Dalberto Luan dari Arema FC, Mariano Peralta bersama Borneo FC Samarinda, serta David da Silva yang kini memperkuat Malut United FC.
Dalberto mencuri perhatian berkat rasio gol yang efisien dari jumlah pertandingan yang lebih sedikit.
Peralta tetap konsisten meski sempat tertahan jadwal laga, sementara David da Silva menunjukkan tanda kebangkitan sebagai predator veteran.
Momentum Pekan ke-21
Pekan terakhir menghadirkan perubahan dinamika. Maxwell dan Dalberto gagal menambah koleksi gol, sementara David da Silva sukses memperkecil jarak lewat satu gol saat Malut United menundukkan Persijap Jepara dengan skor meyakinkan.
Momentum ini mempertegas bahwa perebutan sepatu emas masih sepenuhnya terbuka.
Peta Persaingan Top Skor (Pekan 21)
• Maxwell Souza — 12 gol (20 laga)
• Dalberto Luan — 10 gol (16 laga)
• Mariano Peralta — 10 gol (20 laga)
• David da Silva — 10 gol (20 laga)
Perburuan gelar pencetak gol terbanyak masih panjang. Dengan jadwal yang tersisa, konsistensi, kebugaran, dan momentum akan menjadi faktor penentu. Maxwell masih di depan — tetapi trio pemburu siap menerkam kapan saja.





