BBM Murah Dinilai Salah Sasaran, Jusuf Kalla: Biar Masyarakat Hemat dan Beban Negara Berkurang
Jakarta, Ekoin.co – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, melontarkan usulan kontroversial di tengah upaya pemerintah menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Ia menilai harga BBM di Indonesia seharusnya mengikuti mekanisme pasar internasional yang saat ini tengah melonjak.
Menurut JK, harga BBM yang terlalu murah justru memicu perilaku konsumtif di masyarakat. Dampaknya, penggunaan kendaraan meningkat dan berujung pada kemacetan di berbagai kota besar.
“Kalau BBM murah, orang akan bepergian seenaknya, memakai seenaknya,” ujar JK, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, harga energi yang tidak mencerminkan kondisi global membuat masyarakat cenderung tidak mengontrol konsumsi. Padahal, harga minyak mentah dunia saat ini telah menembus level 100 dolar AS per barel, dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Selain itu, JK juga menyoroti beban subsidi energi yang dinilai semakin membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, penyesuaian harga menjadi langkah realistis untuk menjaga kesehatan fiskal.
“Dengan menaikkan harga, subsidi bisa berkurang dan fiskal tidak terlalu terbebani,” katanya.
JK berpandangan, kebijakan harga yang lebih realistis akan mendorong masyarakat untuk lebih hemat dalam menggunakan energi. Ia juga menilai sebagian besar konsumsi BBM berasal dari pemilik kendaraan pribadi yang relatif mampu secara ekonomi.
Namun demikian, usulan ini berpotensi memicu polemik di tengah masyarakat. Harga BBM merupakan isu sensitif yang berdampak langsung terhadap biaya hidup dan inflasi.
Di sisi lain, pemerintah masih berupaya menjaga stabilitas harga energi domestik, sembari mempertimbangkan tekanan ekonomi global yang terus bergejolak.






















Tinggalkan Balasan