EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Jenis Beras Termahal Dunia, Capai Rp 1,7 Juta

Jenis Beras Termahal Dunia, Capai Rp 1,7 Juta

Jenis beras Kinmemai Premium dijual hingga Rp 1,7 juta/kg. Harga fantastis ini dipengaruhi kualitas dan metode produksi.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
20 Juli 2025
Kategori DAERAH, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Jenis-jenis beras paling mahal di dunia menjadi sorotan setelah munculnya kasus percampuran beras premium dengan kualitas rendah di Indonesia. Dalam perkembangan terbaru, sejumlah beras eksklusif dari berbagai negara diketahui dijual dengan harga fantastis, bahkan mencapai Rp 1,7 juta per kilogram, seperti dilaporkan oleh Business Insider dan beberapa sumber internasional lainnya.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Harga Beras Premium Tertinggi Capai Puluhan Kali Lipat

Salah satu beras yang menempati peringkat teratas sebagai jenis termahal adalah Kinmemai Premium Rice dari Jepang. Dilansir dari Business Insider, harga beras ini bisa mencapai USD 109 atau sekitar Rp 1,7 juta per kilogram. Beras ini diproses dengan teknologi canggih yang menghilangkan lapisan luar tanpa mengorbankan nutrisi dan rasa.

Selain Jepang, negara seperti India, Thailand, dan Italia juga menghasilkan beras berkualitas tinggi yang dijual dengan harga premium. Misalnya, Basmati asal India yang ditanam di kaki Pegunungan Himalaya dikenal luas karena aroma khas dan panjang bulirnya, serta beras Carnaroli dari Italia yang digunakan dalam masakan risotto.

Berita Menarik Pilihan

Rayakan Usia Emas, PDIP Gelar Soekarno Run 2026: Ada Beasiswa Pelajar dan Hadiah Spesial

Delapan Hari Terlantar di Stasiun Gambir, WNA Prancis Diamankan Polisi Akibat Visa ‘Expired’ dan Kehabisan Uang

Metode Produksi dan Lokasi Mempengaruhi Harga

Harga tinggi dari jenis-jenis beras premium ini tidak hanya berasal dari kualitas rasa, tetapi juga dari proses produksi yang sangat selektif. Misalnya, Kinmemai menggunakan metode penggilingan eksklusif yang hanya dilakukan di fasilitas tertentu di Jepang. Selain itu, penggunaan air mineral alami dan tanah vulkanik menambah nilai jual beras tersebut.

Menurut pakar kuliner asal Tokyo, Hiroshi Nakamura, kualitas air dan kondisi tanah menjadi faktor utama pembeda. “Kami memilih lahan dengan kandungan mineral terbaik dan menghindari pestisida kimia untuk menjaga kemurnian rasa,” ujarnya.

Tekstur dan Aroma Jadi Daya Tarik

Beras premium umumnya memiliki tekstur yang lebih lembut dan rasa yang lebih kaya dibandingkan beras biasa. Bahkan aroma alami yang dihasilkan saat dimasak menjadi salah satu alasan utama konsumen bersedia membayar mahal. Di Thailand, Hom Mali Rice atau beras melati menjadi salah satu ekspor utama karena kualitasnya yang diakui dunia.

Di sisi lain, Forbidden Rice atau beras hitam dari Tiongkok dikenal sebagai “makanan para kaisar” di masa lalu, karena hanya kalangan kerajaan yang boleh mengonsumsinya. Beras ini juga tinggi antioksidan dan nutrisi, membuatnya diminati oleh pasar kelas atas.

Tantangan Distribusi dan Produksi Terbatas

Pasokan terbatas juga menjadi penyebab mahalnya harga beberapa jenis beras. Produksi beras eksklusif biasanya dilakukan dalam jumlah terbatas setiap musim panen dan hanya di lokasi tertentu. Selain itu, proses distribusi yang memerlukan perlakuan khusus turut menambah biaya.

Misalnya, Matsuri Rice dari Jepang hanya diproduksi oleh beberapa keluarga petani yang menggunakan metode pertanian turun-temurun. Hal ini menjadikan distribusi lebih eksklusif dan harganya pun meningkat tajam di pasar ekspor.

Permintaan Pasar Kelas Atas Terus Naik

Meski dibanderol dengan harga tinggi, permintaan terhadap beras premium justru terus meningkat. Sejumlah restoran mewah dan hotel bintang lima rutin memesan jenis-jenis beras ini untuk menjaga kualitas menu yang mereka sajikan.

Menurut laporan dari Statista, konsumsi beras premium global mengalami peningkatan sebesar 6% setiap tahun dalam dekade terakhir. Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring meningkatnya kesadaran akan kualitas makanan.

Indonesia dan Kebutuhan Standarisasi Beras

Kasus percampuran beras premium dan medium di Indonesia menunjukkan bahwa standarisasi kualitas beras menjadi krusial. Konsumen perlu mendapat informasi yang jelas mengenai asal-usul dan proses pengolahan beras yang mereka beli.

Kementerian Perdagangan RI sebelumnya telah menyoroti pentingnya pengawasan distribusi beras di pasar dalam negeri agar konsumen tidak dirugikan. Sementara itu, beberapa asosiasi beras mendesak pemerintah untuk menerapkan labelisasi yang lebih transparan.

Edukasi Konsumen Jadi Langkah Penting

Agar konsumen tidak tertipu oleh harga yang tidak sebanding dengan kualitas, edukasi publik mengenai jenis-jenis beras perlu ditingkatkan. Selain itu, pelabelan yang akurat dan keterbukaan informasi dari produsen menjadi langkah penting dalam melindungi hak pembeli.

“Banyak masyarakat belum tahu apa perbedaan antara beras medium dan premium. Edukasi perlu dilakukan secara terus-menerus agar kesadaran konsumen meningkat,” kata Dwi Nurhayati, peneliti pangan dari Universitas Gadjah Mada.

Beras Premium dan Gaya Hidup Mewah

Sejumlah individu dari kalangan atas tidak hanya menjadikan beras premium sebagai kebutuhan pangan, melainkan bagian dari gaya hidup mewah. Di beberapa negara seperti Uni Emirat Arab dan Singapura, beras berkualitas tinggi sering dijadikan hadiah atau hampers premium.

Di kalangan selebritas dan tokoh bisnis, menyajikan menu dari bahan berkualitas seperti beras premium menjadi simbol status. Hal ini mencerminkan bagaimana nilai pangan bisa berubah menjadi lambang prestise sosial.

Jenis Beras Mahal Lainnya yang Mendunia

Selain Kinmemai, jenis beras mahal lainnya yang terkenal di dunia antara lain Shirakiku Rice, Jasmine Rice Royal Umbrella, serta Koshihikari. Masing-masing jenis memiliki karakteristik khas dan pasar penggemar tersendiri.

Ketersediaan jenis-jenis beras ini pun sangat bergantung pada musim tanam dan izin ekspor dari negara asal. Beberapa di antaranya bahkan tidak dijual bebas di luar negeri kecuali melalui distributor resmi.

Tren Konsumsi Masyarakat Urban Berubah

Di tengah meningkatnya kesadaran akan kualitas pangan, masyarakat perkotaan mulai beralih ke beras organik dan premium. Faktor kesehatan menjadi alasan utama pergeseran pola konsumsi tersebut, selain juga tren diet modern yang menekankan makanan alami dan minim proses.

Penelitian dari Global Rice Market tahun 2024 menunjukkan bahwa konsumen di kota besar seperti Tokyo, New York, dan Jakarta cenderung memilih beras yang tidak hanya enak tetapi juga aman bagi kesehatan.

Fenomena beras premium dengan harga fantastis mencerminkan perubahan besar dalam cara masyarakat dunia memandang makanan pokok. Bukan hanya sebagai kebutuhan, beras kini juga menjadi bagian dari identitas sosial dan simbol kualitas hidup. Keunikan asal, teknik produksi, dan proses distribusi menjadikan jenis beras tertentu layak dihargai tinggi.

Namun, kondisi ini juga menyoroti pentingnya perlindungan konsumen, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Ketika masyarakat membayar lebih mahal, kejelasan informasi mengenai mutu dan asal produk menjadi mutlak diperlukan. Labelisasi, transparansi, serta pengawasan distribusi harus diperkuat untuk mencegah praktik curang.

Konsumen juga perlu didorong untuk lebih cermat dalam memilih produk pangan. Edukasi publik melalui berbagai saluran informasi bisa menjadi jalan untuk meningkatkan kesadaran. Selain itu, keterlibatan pemerintah dan pelaku industri dalam memastikan kualitas beras di pasar sangat penting.

Menjadikan beras premium sebagai pilihan gaya hidup bukan hal yang keliru. Namun, nilai sebanding dan kejujuran dalam informasi harus tetap diutamakan. Dengan begitu, pasar pangan akan tumbuh lebih sehat dan adil bagi semua lapisan masyarakat.

Meningkatkan apresiasi terhadap pangan lokal berkualitas juga bisa menjadi alternatif positif. Indonesia memiliki potensi menghasilkan beras berkualitas tinggi apabila didukung dengan kebijakan dan insentif yang tepat. (*)


 

Tags: beras premiumdistribusi panganharga beras duniaJepangKinmemaikualitas beras
Post Sebelumnya

Pieter Zulkifli Kritik Pedas Soal Pengiriman 10.000 Ton Beras ke Palestina

Post Selanjutnya

Rusia Kuasai 7 Senjata Canggih NATO

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat memberikan keterangan dalam konferensi pers Soekarno Runniversary 2026 di Parkir Timur GBK, Jumat (6/2/2026). Pemprov DKI menyambut baik ajang yang memadukan semangat olahraga dengan edukasi nilai-nilai kebangsaan tersebut. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Rayakan Usia Emas, PDIP Gelar Soekarno Run 2026: Ada Beasiswa Pelajar dan Hadiah Spesial

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menilai kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi positif dalam mendorong gaya hidup sehat sekaligus memperkuat...

Personel Polsek Gambir saat memberikan pendampingan kepada Mariame Traore (WNA Prancis) yang ditemukan terlantar di Hall Utara Stasiun Gambir. Mariame kini telah diserahkan ke Kantor Imigrasi Jakarta Pusat di Kemayoran untuk penanganan dokumen dan izin tinggal lebih lanjut. (Foto: Humas Polres Jakarta Pusat/Ekoin.co)

Delapan Hari Terlantar di Stasiun Gambir, WNA Prancis Diamankan Polisi Akibat Visa ‘Expired’ dan Kehabisan Uang

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Basuki mengatakan, pengamanan terhadap warga negara Asing bermula saat anggota Polsek Gambir...

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menerangkan tersangka IJ ibu kandung korban, menjemput korban RZA. Foto: Amsi

Polda Metro Jaya Sikat 10 Tersangka TPPO, Ibu Kandung Penjual Anak Terancam 15 Tahun Penjara

oleh Aminuddin Sitompul
6 Februari 2026
0

"Polisi berhasil menyelamatkan 4 anak dari praktik tindak pidana perdagangan orang. Para anak dibawa ke Dinas Sosial DKI Jakarta untuk...

Kanit Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Ari Purwanto.

Wajah Cantik Ternyata Kurir Sabu, NE Tertangkap Tangan Transaksi di Pinggir Jalan Puma Raya

oleh Aminuddin Sitompul
6 Februari 2026
0

Dari tangan NE, polisi menyita sabu seberat 1,04 kilogram serta satu unit telepon seluler berikut kartu SIM yang diduga digunakan...

Post Selanjutnya
Rusia Kuasai 7 Senjata Canggih NATO

Rusia Kuasai 7 Senjata Canggih NATO

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.