EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Bentrokan Sudan Selatan-Uganda Tewaskan Enam Orang

Bentrokan Sudan Selatan-Uganda Tewaskan Enam Orang

Bentrokan berdarah Sudan Selatan dan Uganda pecah di perbatasan. Enam tentara tewas, situasi keamanan siaga penuh.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
1 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Juba EKOIN.CO – Ketegangan di sepanjang perbatasan Sudan Selatan dan Uganda kembali pecah menjadi konflik bersenjata yang menewaskan sedikitnya enam orang. Bentrokan berdarah antara pasukan kedua negara terjadi pada Senin, 28 Juli 2025, dan menjadi bukti nyata rapuhnya stabilitas wilayah yang telah lama disengketakan.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Seperti dilansir dari CNBC Indonesia, insiden ini bermula dari aksi patroli bersenjata yang dilakukan oleh pasukan Sudan Selatan di zona perbatasan yang diklaim oleh Uganda sebagai bagian dari wilayahnya. Kontak senjata pun tak terhindarkan, yang akhirnya menewaskan enam tentara dari kedua kubu.

Ketegangan wilayah perbatasan ini bukan hal baru. Sejak Sudan Selatan merdeka dari Sudan pada tahun 2011, delimitasi perbatasan dengan Uganda kerap menimbulkan perselisihan. Namun, konflik kali ini menjadi yang paling mematikan dalam lima tahun terakhir.

Dalam laporan yang sama, pejabat militer Uganda menyatakan bahwa pasukan mereka hanya merespons “tindakan agresif” dari militer Sudan Selatan. Mereka menuduh bahwa pasukan Sudan Selatan melanggar wilayah kedaulatan Uganda dan menembak lebih dahulu.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Sebaliknya, Sudan Selatan menyalahkan Uganda atas meningkatnya ketegangan dan menyebut bahwa Uganda telah melakukan provokasi dengan mendirikan pos militer baru di dekat daerah yang masih disengketakan. Kedua negara saling tuding sebagai pihak pemicu bentrokan.

Perebutan Wilayah Memicu Ketegangan

Wilayah perbatasan yang menjadi pusat konflik terletak di sekitar distrik Kajo-Keji, sebuah area strategis yang kaya akan sumber daya dan rute perdagangan. Sengketa atas wilayah ini telah berulang kali menjadi sumber gesekan antara Juba dan Kampala.

Para analis regional menilai konflik ini dapat merusak hubungan ekonomi dan diplomatik antara kedua negara, yang sebelumnya dikenal memiliki kerja sama erat, terutama dalam bidang perdagangan dan keamanan regional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada mediasi langsung antara kedua negara. Namun, Uni Afrika dan IGAD (Intergovernmental Authority on Development) menyerukan gencatan senjata segera dan mendesak kedua pihak untuk menahan diri.

Pemerintah Uganda dalam pernyataannya juga menegaskan akan mempertahankan integritas wilayahnya dan tidak segan melakukan tindakan militer lanjutan jika provokasi terus berlanjut dari pihak Sudan Selatan.

Tanggapan Internasional dan Upaya Damai

Masyarakat internasional, termasuk PBB, menyuarakan keprihatinan mendalam atas konflik tersebut. PBB menyebut bahwa pertikaian ini dapat memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah perbatasan, terutama bagi warga sipil yang tinggal di zona konflik.

Sementara itu, lembaga kemanusiaan melaporkan bahwa ratusan warga sipil telah mengungsi akibat bentrokan. Banyak di antara mereka mencari perlindungan di kota-kota terdekat atau bahkan menyeberang ke negara tetangga.

Juru bicara militer Sudan Selatan, Mayor General Lul Ruai Koang, dalam keterangannya kepada media lokal, menyatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap upaya damai dan siap berunding jika Uganda menghentikan pelanggaran wilayah.

Namun, Uganda hingga kini belum menunjukkan sinyal untuk meredakan ketegangan. Menteri Pertahanan Uganda, Vincent Ssempijja, mengatakan bahwa “Uganda tidak akan diam jika teritori kami dilanggar dan pasukan kami diserang secara sepihak.”

Kondisi ini menciptakan kekhawatiran akan pecahnya konflik berskala lebih besar yang berpotensi melibatkan negara-negara tetangga lainnya. Terlebih, Sudan Selatan dan Uganda merupakan bagian penting dari poros keamanan regional di Afrika Timur.

Belum ada laporan pasti mengenai jumlah korban luka dari insiden tersebut. Namun, laporan awal menyebut bahwa lebih dari 20 tentara dari kedua pihak mengalami luka-luka serius akibat baku tembak.

Pengamat dari Institut Perdamaian Afrika menyebut bahwa bentrokan ini menunjukkan kegagalan dalam implementasi perjanjian batas wilayah yang selama ini belum dituntaskan oleh kedua negara sejak Sudan Selatan merdeka.

Situasi keamanan di sepanjang perbatasan kini berada dalam status siaga tinggi. Kedua belah pihak mengerahkan pasukan tambahan dan memperkuat barikade di sekitar lokasi sengketa, memperbesar risiko bentrokan lanjutan.

Pihak berwenang di Sudan Selatan telah meminta masyarakat sipil untuk menghindari wilayah perbatasan demi keselamatan dan mengimbau lembaga-lembaga kemanusiaan untuk bersiap menghadapi kemungkinan eksodus warga.

Hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari Sudan Selatan maupun Uganda terkait agenda diplomatik selanjutnya. Namun, tekanan internasional terus meningkat agar kedua negara segera menempuh jalur negosiasi.

bentrokan antara pasukan Sudan Selatan dan Uganda pada 28 Juli 2025 mencerminkan kerentanan kawasan perbatasan yang belum terselesaikan secara hukum internasional. Konflik ini bukan hanya soal wilayah, tetapi juga soal kedaulatan dan stabilitas regional. Jika tidak segera ditangani, konflik ini dapat berdampak luas terhadap hubungan kedua negara dan ketahanan di Afrika Timur.

Sebagai , pihak berwenang kedua negara harus segera melakukan dialog terbuka dengan melibatkan lembaga regional dan internasional. Penyelesaian damai harus diutamakan untuk menghindari konflik lebih besar dan mengurangi penderitaan warga sipil. Langkah diplomatik perlu dipercepat agar ketegangan tidak berubah menjadi peperangan jangka panjang.

Selain itu, penyelesaian masalah perbatasan secara legal dan penguatan kerja sama ekonomi lintas batas dapat membantu meredakan ketegangan. Pihak internasional, khususnya PBB dan Uni Afrika, diharapkan segera mengirim tim mediasi guna menengahi konflik tersebut.

Diperlukan kesadaran bahwa konflik seperti ini hanya akan memperlemah pembangunan nasional dan regional. Oleh karena itu, solusi jangka panjang yang adil dan bermartabat harus menjadi prioritas bersama kedua negara.

(*)

 

Tags: konflik bersenjataperbatasansengketa wilayahSudan SelatanTewasUganda
Post Sebelumnya

TNI AU Operasikan Jet Tempur dari Lima Negara Semakin Lengkap

Post Selanjutnya

Trump Geleng Kepala Hadiri COP30 Brasil Biaya Hotel Capai 700 Dolar AS

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Trump Geleng Kepala Hadiri COP30 Brasil Biaya Hotel Capai 700 Dolar AS

Trump Geleng Kepala Hadiri COP30 Brasil Biaya Hotel Capai 700 Dolar AS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.