EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Tom Lembong Pilih Abolisi, Tolak Amnesti Prabowo

Tom Lembong Pilih Abolisi, Tolak Amnesti Prabowo

Tom Lembong tidak mau menerima amnesti. Dia merasa dirinya dikriminalisasi.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
4 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Geisz Chalifah mengungkap bahwa mantan Menteri Perdagangan RI, Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong, menolak opsi amnesti yang ditawarkan Presiden RI Prabowo Subianto. Tom Lembong justru lebih memilih pengampunan hukum berupa abolisi. Informasi ini disampaikan oleh Geisz dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang tayang di YouTube pada Sabtu, 2 Agustus 2025.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Penolakan amnesti disampaikan oleh tim kuasa hukum Tom Lembong kepada Presiden Prabowo melalui surat resmi. Mereka menyatakan bahwa kliennya hanya bersedia menerima abolisi, bukan amnesti, karena merasa tidak bersalah dalam kasus dugaan korupsi impor gula. Geisz Chalifah, mewakili komunitas Sahabat Tom Lembong, menyebut bahwa kliennya tidak ingin menerima amnesti karena hal itu bersifat pengampunan, sedangkan abolisi merupakan penghapusan proses hukum.

Menurut Geisz, Tom Lembong sangat yakin bahwa dirinya dikriminalisasi dalam kasus tersebut. “Karena buat Pak Tom adalah, dia benar-benar yakin tidak merasa bersalah sama sekali dan pengadilan terhadap dia adalah kriminalisasi terhadap Pak Tom Lembong,” kata Geisz dalam acara ILC.

Alasan Tom Lembong Menolak Amnesti

Abolisi dan amnesti merupakan hak prerogatif Presiden RI yang diatur dalam Pasal 14 ayat 2 UUD 1945. Dalam hal ini, Presiden harus terlebih dahulu mendapatkan pertimbangan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebelum memberikan abolisi atau amnesti kepada individu tertentu. Meski keduanya merupakan bentuk pengampunan hukum, abolisi berbeda dengan amnesti karena hanya menghapus proses hukum, bukan mengampuni perbuatan.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Dalam kasus Tom Lembong, abolisi dianggap lebih sesuai karena ia ingin menjaga prinsip bahwa dirinya tidak bersalah. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Geisz berdasarkan keterangan dari tim pengacara Tom Lembong yang menyatakan, “Tapi kalau ini bentuknya amnesti, maka kami tidak terima. Jadi karena abolisi berupa penghapusan kita terima. Tapi kalau amnesti kan pengampunan maka kami tidak terima,” jelas Geisz.

DPR RI telah menyetujui permohonan abolisi yang diajukan Presiden Prabowo Subianto. Persetujuan tersebut tertuang dalam rapat konsultasi yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 31 Juli 2025. Persetujuan DPR kemudian diikuti dengan penerbitan Surat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 Tahun 2025 tertanggal 1 Agustus 2025.

Dengan diterbitkannya Keppres tersebut, Tom Lembong secara resmi dibebaskan dari proses hukum yang menjeratnya. Surat tersebut juga telah dikirimkan ke Kejaksaan Agung RI (Kejagung) sebagai landasan hukum pembebasan Tom Lembong. Pembebasan ini terjadi sembilan bulan setelah ia ditetapkan sebagai tersangka pada 29 Oktober 2024.

Proses Hukum dan Vonis Tom Lembong

Sebelumnya, Tom Lembong dijatuhi hukuman 4,5 tahun penjara dan denda sebesar Rp750 juta subsidair 6 bulan kurungan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Jumat, 18 Juli 2025. Ia dianggap bersalah dalam kasus dugaan korupsi impor gula periode 2015-2016 saat menjabat Menteri Perdagangan.

Majelis hakim menyatakan bahwa Tom Lembong telah melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Meski hakim menilai bahwa Tom Lembong tidak menikmati hasil korupsi secara pribadi, tindakan yang dilakukan tetap dianggap merugikan negara sebesar Rp194 miliar.

Vonis ini mendapat perlawanan hukum dari Tom Lembong yang kemudian mengajukan banding. Memori banding tersebut dikirimkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa, 29 Juli 2025, untuk diteruskan ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Banding dilakukan untuk membatalkan vonis yang dianggap tidak adil.

Permohonan abolisi kepada Presiden diajukan seiring dengan upaya hukum banding. Setelah melalui proses konsultasi di DPR RI, Presiden Prabowo akhirnya menyetujui pengajuan abolisi tersebut dan menandatangani Keppres pembebasan Tom Lembong.

Keputusan Presiden ini menjadi akhir dari proses hukum panjang yang dihadapi oleh Tom Lembong dalam perkara impor gula. Dengan berakhirnya proses hukum melalui abolisi, Tom Lembong tidak lagi menghadapi ancaman pidana, sekaligus menjaga prinsip bahwa dirinya tidak bersalah.

dari kasus ini menunjukkan bagaimana hak prerogatif presiden digunakan dalam situasi hukum yang kompleks. Tom Lembong yang merasa dirinya dikriminalisasi, memilih abolisi untuk menjaga nama baik dan keyakinan akan integritasnya selama menjabat.

Langkah hukum ini menjadi preseden dalam penggunaan hak prerogatif Presiden, terutama ketika individu yang terlibat menolak pengampunan karena prinsip pribadi. Tom Lembong menekankan pentingnya membedakan antara abolisi sebagai penghapusan proses hukum dan amnesti sebagai pengampunan.

Pemberian abolisi juga menunjukkan bahwa Presiden dan DPR dapat bekerja sama dalam menyelesaikan kasus hukum yang kontroversial. Proses persetujuan abolisi oleh DPR menegaskan adanya pengawasan terhadap penggunaan hak istimewa presiden.

Pada akhirnya, keputusan ini membebaskan Tom Lembong dari ancaman pidana, namun tetap membuka ruang diskusi publik mengenai transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus korupsi di Indonesia. (*)


 

Tags: abolisiamnestiGeisz Chalifahkorupsi impor gulaPrabowo SubiantoTom Lembong
Post Sebelumnya

Menlu Inggris Kecam Brutalitas Israel di Gaza

Post Selanjutnya

Tel Aviv Binasa! Diserbu Rudal ‘Kiamat’ Iran, AS-Rusia Diambang Perang hingga Kapal Nuklir Beraksi

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Tel Aviv Binasa! Diserbu Rudal ‘Kiamat’ Iran, AS-Rusia Diambang Perang hingga Kapal Nuklir Beraksi

Tel Aviv Binasa! Diserbu Rudal 'Kiamat' Iran, AS-Rusia Diambang Perang hingga Kapal Nuklir Beraksi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.