EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Dikenai Tarif 50% oleh AS, Presiden Brasil Lula Ogah ‘Ngemis’ ke Trump

Dikenai Tarif 50% oleh AS, Presiden Brasil Lula Ogah ‘Ngemis’ ke Trump

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menolak untuk melakukan negosiasi langsung dengan Presiden AS Donald Trump terkait kenaikan tarif impor 50% yang diterapkan oleh AS. Lula menilai langkah tersebut sebagai penghinaan, meskipun hubungan diplomatik memburuk. Meskipun demikian, pemerintahannya akan fokus pada kebijakan dalam negeri untuk meredam dampak ekonomi, serta berencana berkoordinasi dengan negara-negara BRICS dan mengajukan keluhan ke WTO untuk merespons kebijakan AS tersebut.

Ray oleh Ray
7 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Brasil kembali memanas setelah pemerintah AS di bawah kepemimpinan Donald Trump memberlakukan tarif impor hingga 50% terhadap barang-barang dari Brasil. Kebijakan yang mulai berlaku pada Rabu (6/8/2025) ini mendapat respons keras dari Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva. Ia menegaskan bahwa tidak ada peluang untuk berbicara langsung dengan Trump saat ini. Menurutnya, langkah tersebut justru akan menjadi sebuah “penghinaan” bagi Brasil.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Reuters di kediaman resminya di Brasilia, Lula menyatakan bahwa pemerintahannya tidak akan segera mengumumkan tindakan balasan berupa tarif serupa. Ia lebih memilih mengandalkan dialog tingkat menteri untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, secara pribadi, Lula menolak untuk mengulurkan tangan lebih dulu kepada Trump.

“Saat intuisi saya mengatakan Trump siap berbicara, saya tak akan ragu untuk meneleponnya,” kata Lula. “Tapi hari ini, intuisi saya mengatakan dia tidak ingin berbicara. Dan saya tidak akan menghina diri saya sendiri.” Sikap tenang dan tak gentar ini didasari oleh ketangguhan ekonomi Brasil, yang dinilai mampu menahan guncangan akibat kebijakan tersebut.

Situasi diplomatik semakin rumit karena Trump mengaitkan tarif baru ini dengan tuntutan agar Brasil menghentikan proses hukum terhadap mantan presiden sayap kanan Jair Bolsonaro. Bolsonaro kini diadili atas dugaan keterlibatannya dalam upaya kudeta pasca pemilu 2022. Menanggapi hal ini, Lula dengan tegas mengatakan bahwa Mahkamah Agung Brasil “tidak peduli dengan apa yang dikatakan Trump dan memang tidak seharusnya peduli.” Ia juga mendesak agar Bolsonaro diadili dalam perkara terpisah karena upayanya memancing campur tangan Trump.

Lula membandingkan situasi ini dengan peristiwa bersejarah. “Kami telah memaafkan intervensi AS dalam kudeta 1964,” kata Lula, yang memulai karier politiknya sebagai pemimpin serikat buruh. “Tapi yang ini bukan intervensi kecil. Ini adalah presiden Amerika Serikat yang merasa bisa mendikte aturan kepada negara berdaulat seperti Brasil. Itu tidak bisa diterima.”

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Meskipun demikian, Lula menegaskan bahwa ia tidak memiliki masalah pribadi dengan Trump. Ia membuka kemungkinan pertemuan di forum internasional, seperti Majelis Umum PBB bulan depan atau Konferensi Iklim PBB (COP) pada November mendatang. Namun, ia juga mengkritik tajam gaya diplomasi Trump. “Apa yang dilakukan Trump terhadap Zelensky adalah penghinaan. Itu tidak normal. Apa yang dia lakukan terhadap Ramaphosa juga penghinaan,” kata Lula, mengacu pada Presiden Ukraina dan Presiden Afrika Selatan. “Seorang presiden tidak boleh menghina presiden lain. Saya menghormati semua orang dan saya menuntut dihormati.”

Di tengah kebuntuan diplomatik, Lula mengakui para menterinya kesulitan membuka jalur dialog dengan mitra AS. Untuk mengatasi dampak ekonomi dari tarif ini, pemerintahannya kini fokus pada kebijakan dalam negeri, seperti memberikan dukungan berupa jalur kredit dan insentif ekspor kepada perusahaan Brasil. Lula juga berencana menghubungi negara-negara mitra di kelompok BRICS untuk membahas respons bersama. “Saat ini belum ada koordinasi antar-BRICS, tapi itu akan ada,” katanya.

Ia membandingkan potensi kekuatan kolektif BRICS dengan kekuatan negosiasi serikat buruh yang pernah ia pimpin. “Apa daya tawar satu negara kecil terhadap Amerika Serikat? Tidak ada.” Selain itu, Brasil juga mempertimbangkan kemungkinan mengajukan keluhan bersama dengan negara lain ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). “Saya lahir sebagai negosiator,” ujar Lula, sembari menambahkan bahwa ia tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan retaliasi.

Terkait kemungkinan tindakan terhadap perusahaan-perusahaan AS, seperti peningkatan pajak, Lula menyebut bahwa pemerintahannya tengah mengkaji cara untuk menyamakan perlakuan pajak antara perusahaan AS dan perusahaan domestik Brasil. Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan rencana pemerintahnya untuk merumuskan kebijakan nasional baru terkait sumber daya mineral strategis. Menurutnya, kebijakan ini harus berlandaskan prinsip “kedaulatan nasional” agar Brasil tidak terus-menerus hanya mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah.

Tags: Amerika SerikatBrasilbricsdiplomasiJair BolsonarokebijakankedaulatanLuiz Inácio Lula da SilvaOrganisasi Perdagangan DuniaReuterstarif imporWTO
Post Sebelumnya

Cadangan Mineral dan Batu Bara RI Menyusut, Analis Sarankan Belajar dari Tiongkok

Post Selanjutnya

Kegagalan Tim Tabur Dibawah Jamintel Tak Mampu Eksekusi Silfester Matutina

Ray

Ray

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Kegagalan Tim Tabur Dibawah Jamintel Tak Mampu Eksekusi Silfester Matutina

Kegagalan Tim Tabur Dibawah Jamintel Tak Mampu Eksekusi Silfester Matutina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.