Terbaru Timnas Putri Asia Tenggara, Vietnam Masih Kuasai Puncak Ranking FIFA

Jakarta EKOIN.CO – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi merilis pembaruan peringkat dunia sepak bola wanita pada 7 Agustus 2025. Dalam daftar tersebut, terdapat perubahan signifikan di kawasan Asia Tenggara, khususnya untuk posisi Timnas Wanita Indonesia.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Vietnam tetap memimpin sebagai tim wanita terbaik di Asia Tenggara dengan menempati peringkat ke-27 dunia. Posisi ini menunjukkan konsistensi mereka dalam menjaga performa, sekaligus menegaskan dominasi di kawasan.

Filipina berada di urutan kedua Asia Tenggara sekaligus menempati peringkat ke-39 dunia. Kedua negara ini sudah memastikan diri lolos ke Piala Asia Wanita AFC 2026 berkat pencapaian yang stabil dalam kompetisi internasional.

Malaysia Salip Indonesia di Peringkat Dunia

Malaysia menjadi sorotan setelah berhasil naik 10 peringkat, kini berada di posisi 92 dunia. Kenaikan ini membuat mereka menggeser posisi Indonesia di peringkat Asia Tenggara.

Sementara itu, Timnas Wanita Indonesia harus turun 11 peringkat dan kini berada di urutan ke-106 dunia. Penurunan ini menjadi tantangan besar bagi skuad Garuda Pertiwi untuk kembali ke jalur kemenangan.

Dalam daftar FIFA terbaru, Thailand berada di posisi ketiga Asia Tenggara atau peringkat 53 dunia, diikuti Myanmar di posisi keempat kawasan dan peringkat 56 dunia.

Laos menduduki peringkat 113 dunia, sementara Kamboja berada di posisi 118 dunia. Singapura harus puas di peringkat 149 dunia dengan poin 1033,8.

Detail Poin dan Klasemen Kawasan

Berdasarkan data resmi FIFA, Vietnam mengoleksi 1616,52 poin, unggul jauh dari Filipina yang mengantongi 1549,47 poin. Thailand mencatat 1481,12 poin dan Myanmar memiliki 1456,12 poin.

Malaysia yang kini di atas Indonesia berhasil mengumpulkan 1227,74 poin, sedangkan Garuda Pertiwi mengoleksi 1176,96 poin. Laos membukukan 1164,92 poin dan Kamboja 1147,81 poin.

Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan performa antara tim papan atas dan papan bawah di kawasan Asia Tenggara.

Menurut catatan FIFA, faktor yang memengaruhi perubahan peringkat ini meliputi hasil laga uji coba, turnamen resmi, dan kekuatan lawan yang dihadapi.

Bagi Indonesia, penurunan ini menjadi alarm untuk meningkatkan kualitas kompetisi domestik serta pembinaan pemain muda.

Pelatih dan federasi diharapkan dapat menyusun strategi jangka panjang untuk mengembalikan peringkat ke posisi yang lebih baik.

Vietnam dan Filipina yang sudah mengamankan tiket Piala Asia Wanita AFC 2026 diprediksi akan terus memperkuat skuad mereka menghadapi lawan-lawan kuat di tingkat Asia.

Malaysia yang menunjukkan lonjakan peringkat akan menjadi ancaman baru bagi tim-tim di kawasan.

Sementara itu, tim seperti Laos, Kamboja, dan Singapura perlu berupaya keras agar bisa bersaing di tingkat yang lebih kompetitif.

Pembaruan peringkat FIFA ini menjadi gambaran nyata kekuatan sepak bola wanita di Asia Tenggara, sekaligus memicu motivasi bagi tim-tim yang ingin memperbaiki posisi mereka di kancah internasional.

Pencapaian di peringkat dunia tidak hanya mencerminkan hasil pertandingan, tetapi juga perkembangan infrastruktur, dukungan publik, dan kebijakan pembinaan yang diterapkan masing-masing negara.

peringkat ini menjadi tolok ukur penting yang akan memengaruhi peta persaingan sepak bola wanita di kawasan dalam waktu dekat.

Indonesia perlu fokus pada peningkatan kualitas kompetisi lokal agar para pemain dapat bersaing di level internasional dengan lebih baik.

Selain itu, dukungan penuh dari federasi, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam kebangkitan kembali Garuda Pertiwi.

Pengalaman bertanding melawan tim-tim dengan peringkat lebih tinggi harus dimanfaatkan untuk menambah jam terbang dan mental bertanding.

Kerja sama dengan pihak internasional dalam bentuk pelatihan atau pertandingan persahabatan juga dapat mempercepat peningkatan kualitas tim.

Hanya dengan komitmen bersama, peringkat Indonesia di FIFA dapat kembali naik dan bersaing di papan tengah Asia Tenggara.

( * )


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini