EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda POLKUM HUKUM
Nadiem Diperiksa 9 Jam Soal Korupsi

Nadiem Diperiksa 9 Jam Soal Korupsi

Dugaan korupsi di sektor pendidikan kini menjadi sorotan luas. KPK memeriksa Nadiem selama sembilan jam terkait dugaan korupsi.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
10 Agustus 2025
Kategori HUKUM, POLKUM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

JAKARTA, EKOIN.CO – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, akhirnya angkat bicara usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama sembilan jam pada Kamis, 7 Agustus 2025. Pemeriksaan ini terkait dugaan korupsi pengadaan layanan Google Cloud di kementerian saat ia menjabat.
Gabung WA Channel EKOIN di sini

“Alhamdulillah selesai,” ujar Nadiem singkat saat keluar dari Gedung KPK. Raut wajahnya tampak lelah, namun terselip kelegaan setelah menjalani pemeriksaan maraton sejak pagi.

Nadiem mengapresiasi kesempatan yang diberikan penyidik KPK untuk memberikan keterangan. Ia menyatakan bersyukur dapat menjelaskan keterkaitannya dengan proyek yang menjadi sorotan publik.

Meski begitu, ia memilih tidak membeberkan detail isi pemeriksaan. “Saya tidak bisa komentar banyak,” tegasnya. Jawaban singkat itu justru memunculkan beragam spekulasi di masyarakat.

Berita Menarik Pilihan

Kelabui KPK, Uang Rp850 Juta untuk Suap Hakim Dibungkus Tas Ransel Hitam

Tunjangan Naik Berlipat-lipat, Kok Hakim Masih Tergoda ‘Uang Haram’

Dugaan Korupsi di Kementerian

Kasus dugaan korupsi yang tengah diselidiki KPK ini berfokus pada pengadaan layanan Google Cloud di lingkungan Kemendikbudristek. Proyek tersebut berlangsung saat Nadiem masih memegang jabatan menteri.

KPK menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap Nadiem adalah bagian dari rangkaian penyidikan untuk mengusut dugaan penyimpangan anggaran di sektor pendidikan. Fokus utama adalah memastikan apakah ada pelanggaran hukum dalam proses pengadaan.

Publik menilai, penyelidikan ini menjadi ujian transparansi lembaga antirasuah. Banyak pihak mendesak KPK bertindak cepat, akurat, dan terbuka dalam mengungkap fakta.

Proses pemeriksaan selama sembilan jam dianggap wajar mengingat kompleksitas kasus. Penyidik perlu memastikan seluruh informasi terekam jelas untuk memperkuat proses hukum.

Sikap Kooperatif Nadiem

Meski bungkam terkait detail materi, Nadiem menunjukkan sikap kooperatif. Ia memenuhi panggilan pemeriksaan tanpa penundaan, datang tepat waktu, dan menjalani seluruh tahapan hingga tuntas.

Pengamat hukum menilai, sikap terbuka dalam menghadiri panggilan dapat menjadi nilai positif bagi Nadiem. Namun, kooperatif tidak otomatis menghapus dugaan korupsi yang tengah diusut.

Sejumlah aktivis pendidikan berharap kasus ini menjadi momentum pembersihan sektor pendidikan dari praktik-praktik menyimpang. Mereka menilai integritas pejabat publik harus dijaga ketat.

Hingga kini, KPK belum memutuskan status hukum Nadiem. Lembaga tersebut masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari berbagai pihak yang terlibat.

Pemeriksaan saksi lain diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa pekan ke depan. Langkah ini diambil untuk menutup celah informasi yang mungkin terlewat.

Masyarakat menanti perkembangan resmi dari KPK, termasuk penjelasan apakah dugaan korupsi ini akan berujung pada penetapan tersangka.

KPK menegaskan, tidak ada pihak yang kebal hukum. Setiap orang yang terlibat akan diproses sesuai aturan, tanpa pandang jabatan atau latar belakang.

Kasus ini menjadi perhatian luas karena melibatkan tokoh yang selama menjabat dikenal progresif dan membawa banyak inovasi di sektor pendidikan.

Media nasional dan internasional terus memantau perkembangan, mengingat skala proyek Google Cloud yang melibatkan anggaran besar.

Banyak pihak berharap, proses hukum ini tidak hanya mengungkap fakta tetapi juga memberi efek jera terhadap potensi praktik korupsi di masa depan.

Penyelidikan ini juga diharapkan menjadi preseden positif bahwa sektor pendidikan harus bersih dari penyalahgunaan dana.

Publik kini menunggu apakah keterbukaan Nadiem dalam proses pemeriksaan akan berlanjut pada tahap-tahap berikutnya yang lebih krusial.

Kasus ini menegaskan kembali pentingnya pengawasan ketat dalam setiap proyek pemerintah, terutama yang melibatkan teknologi dan anggaran besar.

Ke depan, masyarakat berharap tidak ada lagi ruang bagi praktik korupsi di institusi pendidikan, sehingga dana publik benar-benar digunakan untuk kemajuan generasi bangsa.

KPK perlu memastikan setiap bukti diperiksa secara menyeluruh.
Transparansi hasil penyidikan harus menjadi prioritas utama.
Pemerintah harus memperketat sistem pengadaan berbasis teknologi.
Masyarakat perlu terus mengawal jalannya penyelidikan.
Media berperan penting dalam menjaga sorotan publik terhadap kasus ini.

Kasus ini membuka mata publik tentang potensi penyimpangan di sektor pendidikan.
Proses hukum harus berjalan sesuai prinsip keadilan.
Kooperatif saja tidak cukup untuk menghapus dugaan.
Pemberantasan korupsi harus konsisten dan berkesinambungan.
Integritas pejabat publik menjadi kunci mencegah kasus serupa di masa depan. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

 

Tags: Google CloudKementerian PendidikankorupsiKPKNadiem Makarimpemeriksaan KPK
Post Sebelumnya

Azarov: Kepemimpinan Kyiv Hancurkan Ekonomi Ukraina

Post Selanjutnya

MBS Kalahkan Gates, Kapal Serene Jadi Miliknya

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Kelabui KPK, Uang Rp850 Juta untuk Suap Hakim Dibungkus Tas Ransel Hitam

Kelabui KPK, Uang Rp850 Juta untuk Suap Hakim Dibungkus Tas Ransel Hitam

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima tersangka kasus dugaan korupsi suap hakim PN Depok. Dua diantaranya selain...

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi

Tunjangan Naik Berlipat-lipat, Kok Hakim Masih Tergoda ‘Uang Haram’

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Presiden Prabowo Subianto kecewa berat atas perilaku lancung para hakim. Tertangkanya hakim ketua dan wakil Pengadilan Negeri...

OTT ‘Wakil Tuhan’ terkait Kasus Sengketa Lahan antara Masyarakat vs Perusahaan Milik Kemenkeu PT Karabha Digdaya

OTT ‘Wakil Tuhan’ terkait Kasus Sengketa Lahan antara Masyarakat vs Perusahaan Milik Kemenkeu PT Karabha Digdaya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Kasus sengketa lahan antara masyarakat dengan anak usaha milik Kementerian Keuangan menyebabkan Ketua PN Depok dan Wakilnya...

KPK Resmi Tetapkan 5 Tersangka OTT Depok, dari Ketua PN Depok hingga Dirut PT KD

KPK Resmi Tetapkan 5 Tersangka OTT Depok, dari Ketua PN Depok hingga Dirut PT KD

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan lima orang tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus pengurusan...

Post Selanjutnya
MBS Kalahkan Gates, Kapal Serene Jadi Miliknya

MBS Kalahkan Gates, Kapal Serene Jadi Miliknya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.