EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Gonjang-ganjing Kasus Beras: Penggilingan Padi Setop Produksi

Gonjang-ganjing Kasus Beras: Penggilingan Padi Setop Produksi

Penggilingan padi di Indonesia, dari skala kecil hingga besar, dilaporkan menghentikan produksinya secara merata. Ketua Umum Perpadi, Sutarto Alimoeso, menyebut beberapa alasan utama di balik fenomena ini, termasuk polemik perberasan yang mencuat, ketidaksesuaian antara Harga Eceran Tertinggi (HET) dengan harga gabah, serta isu kenyamanan berusaha. Keputusan ini diambil oleh para pengusaha agar tidak melanggar ketentuan pemerintah di tengah kondisi yang kurang kondusif. Selain itu, Sutarto juga menduga jumlah unit usaha penggilingan padi di Indonesia terus mengalami penurunan, terutama di skala kecil.

Ray oleh Ray
13 Agustus 2025
Kategori DAERAH, EKOBIS, EKONOMI, INDUSTRI, NASIONAL, PERTANIAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Aktivitas produksi di sejumlah pabrik penggilingan padi dilaporkan berhenti sementara di tengah polemik beras yang kembali mencuat di Indonesia. Penghentian produksi ini, menurut Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi), Sutarto Alimoeso, terjadi secara merata, mencakup pabrik skala besar, menengah, hingga kecil.

Penyebab di balik penghentian produksi ini beragam, salah satunya dipicu oleh isu beras oplosan dan tidak sesuai standar mutu yang diungkapkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Bareskrim Polri/Satgas Pangan Polri telah menindaklanjuti temuan tersebut dan telah menetapkan Direktur Utama serta direksi dari dua perusahaan sebagai tersangka. Saat ini, proses penyidikan masih terus berjalan, termasuk terhadap dua perusahaan lain yang diduga terlibat.

Saat dimintai keterangan oleh CNBC Indonesia pada Rabu (13/8/2025), Sutarto Alimoeso menyatakan, “Ini kan ada persoalan mendasar yang belum terselesaikan. Mudah-mudahan hari ini sudah ada penyelesaian, saya dengar akan ada rakortas, mengenai HET (harga eceran tertinggi). HET ini bisa jadi salah satu penyebab.”

Lebih lanjut, Sutarto menjelaskan bahwa penyebab masalah ini sangat kompleks. Selain masalah fluktuasi produksi dan stok beras yang melimpah, ada pula ketidaksesuaian antara Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah dengan harga gabah di pasaran. Situasi ini membuat pengusaha penggilingan padi kesulitan untuk beroperasi tanpa melanggar ketentuan. “Waktu awal dengan Rp6.500 saja sudah nggak masuk HET. Apalagi dengan harga gabah naik, nggak masuk dengan HET. Kalau harga gabah tinggi di luar hitung-hitungan, supaya masuk HET katakanlah Rp12.500, dengan harga gabah tinggi ya memang nggak masuk,” jelasnya.

Oleh karena itu, pilihan yang paling realistis bagi pengusaha adalah menghentikan produksi. Keputusan ini diambil karena mereka tidak ingin melanggar ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. “Melanggar artinya ada yang tidak menggiling. Di samping, memang secara umum, bulan-bulan begini banyak penggilingan padi berhenti menggiling karena memang bahannya berkurang,” ungkap Sutarto. Ia menambahkan bahwa penghentian ini merata, dan bukan hanya karena isu tersebut, namun kasus yang sedang bergulir turut memicu keputusan ini. “Yang besar juga ada yang berhenti, yang menengah ada berhenti. Apalagi yang kecil, lebih banyak berhenti. Paling banyak berhenti di Jawa karena sebagian besar penggilingan padi kan ada di Jawa,” tambahnya.

Berita Menarik Pilihan

Penyelundupan Narkoba Terbesar Awal 2026, Melibatkan Jaringan Lintas Negara

Main Mata atau Kecolongan? Teka-teki Penggelapan Pajak 3 Perusahaan Banten yang Baru Terendus Setelah 10 Tahun

Sutarto mengaku pihaknya belum bisa memberikan detail spesifik terkait lokasi dan jumlah pasti penggilingan padi yang berhenti. Saat ini, Perpadi masih melakukan pemutakhiran data, karena data yang ada masih mengacu pada tahun 2020. Menurut Ringkasan Eksekutif Pemutakhiran Data Usaha/Perusahaan Industri Penggilingan Padi 2020 yang dirilis BPS pada 9 Desember 2021, jumlah unit usaha penggilingan padi di Indonesia telah menyusut dari 182.199 unit pada tahun 2012 menjadi 169.789 unit pada tahun 2020. Sutarto memperkirakan, jumlah tersebut kini telah berkurang lagi. “Kalau itu data tahun 2020, sementara sekarang sudah tahun 2025, dugaan saya selama 5 tahun ini jumlah penggilingan padi di Indonesia sudah berkurang paling nggak sebesar 10%. Kebanyakan yang kecil,” paparnya.

Tags: Bareskrim PolriBerasBPSharga eceran tertinggiharga gabahHETJawaKementerian Pertanianpenggilingan padiPerpadipolemik berasproduksi berasSatgas PanganSutarto Alimoeso
Post Sebelumnya

Lima Kiat Sederhana agar Otak Lebih Cerdas dan Daya Ingat Meningkat

Post Selanjutnya

Yacht dan Kapal Kargo Bertabrakan di Jepang, Sejumlah Penumpang Hilang

Ray

Ray

Berita Terkait

Plt. Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Roy Hardi Siahaan saat menunjukkan barang bukti sabu seberat 160 kg dan ganja 200 kg hasil tangkapan di jaringan Aceh-Medan, Kamis (5/2/2026). Operasi besar-besaran ini diperkirakan menyelamatkan jutaan generasi muda Indonesia dari ancaman zat adiktif. (Foto: Humas BNN RI/Ekoin.co)

Penyelundupan Narkoba Terbesar Awal 2026, Melibatkan Jaringan Lintas Negara

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

BNN memperkirakan penggagalan peredaran narkoba dalam jumlah besar ini berpotensi menyelamatkan lebih dari satu juta orang dari bahaya penyalahgunaan. Negara...

Gedung Direktorat Jenderal Pajak di tengah pusaran penyidikan dugaan pidana pajak tiga perusahaan afiliasi di Banten. Publik mendesak transparansi penuh guna memastikan tidak ada keterlibatan oknum internal dalam skandal yang merugikan negara lebih dari Rp500 miliar ini, berkaca pada kasus-kasus OTT KPK yang pernah menjerat pejabat pajak di masa lalu. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Main Mata atau Kecolongan? Teka-teki Penggelapan Pajak 3 Perusahaan Banten yang Baru Terendus Setelah 10 Tahun

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli, menyatakan bahwa penyidikan dilakukan berdasarkan temuan awal yang menunjukkan adanya pola sistematis...

Menkeu Purbaya Kejar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Negara Tekor Capai Rp 5 Triliun

Menkeu Purbaya Kejar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Negara Tekor Capai Rp 5 Triliun

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal ngejar 40 perusahaan yang beroperasi di sektor baja yang terindikasi mangkir...

Pemerintah Atur Skema Belajar Selama Ramadan 2026, Fokus Karakter dan Nilai Keagamaan

Pemerintah Atur Skema Belajar Selama Ramadan 2026, Fokus Karakter dan Nilai Keagamaan

oleh Iwan Purnama
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co — Pemerintah menetapkan pengaturan khusus pembelajaran bagi peserta didik selama Bulan Ramadan 2026 dengan menekankan penguatan nilai keagamaan,...

Post Selanjutnya
Yacht dan Kapal Kargo Bertabrakan di Jepang, Sejumlah Penumpang Hilang

Yacht dan Kapal Kargo Bertabrakan di Jepang, Sejumlah Penumpang Hilang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.