EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Kapal Pesiar Mewah Tenggelam di Alaska

Kapal Pesiar Mewah Tenggelam di Alaska

Tragedi kapal pesiar Prinsendam di Alaska menelan kapal mewah yang pernah singgah di Indonesia. Meski seluruh penumpang selamat, kisah tenggelamnya kapal pesiar ini sarat misteri dan spekulasi kutukan laut.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
19 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO – Kisah kapal pesiar mewah MS Prinsendam menjadi salah satu tragedi laut yang paling dikenang, meski tak sepopuler Titanic. Kapal yang sempat merapat ke Indonesia itu terbakar lalu tenggelam di Teluk Alaska pada 4 Oktober 1980, hanya delapan tahun setelah pelayaran perdananya. Tragedi ini mengguncang dunia pelayaran internasional karena melibatkan evakuasi besar-besaran ribuan mil dari daratan.

[Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v]

Tragedi Kapal Pesiar di Alaska

Prinsendam awalnya dipandang sebagai simbol kemewahan dan keselamatan laut modern. Kapal sepanjang 200 meter itu mampu menampung 500 penumpang dengan fasilitas restoran mewah, kabin elegan, hingga hiburan kelas dunia. Bahkan, struktur lambung diperkuat agar tahan gelombang besar, menjadikannya salah satu kapal pesiar paling tangguh pada zamannya.

Meski demikian, kemewahan itu tak menjamin keselamatan. Pada dini hari 4 Oktober 1980, kebakaran hebat melanda ruang mesin. Kapten kapal sempat mengumumkan api berhasil dipadamkan, namun sesaat kemudian kobaran api kembali membesar, disusul ledakan yang membuat asap hitam menutup lorong-lorong kapal. Suasana panik pun tak terhindarkan.

Menurut laporan United States Coast Guard, proses evakuasi berlangsung hingga 10 jam di tengah suhu dingin. Sebuah kapal tanker yang melintas segera merespons panggilan darurat dan mengevakuasi penumpang melalui sekoci. Beruntung, seluruh penumpang dan awak selamat, meski kapal akhirnya tenggelam ke dasar laut Alaska bersama kerugian sekitar Rp10 miliar.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Prinsendam di Indonesia dan Spekulasi Kutukan

Sebelum insiden, kapal pesiar ini sempat singgah di Indonesia. Menurut laporan Sinar Harapan (24 September 1978), Prinsendam menawarkan rute Singapura, Penang, Nias, hingga Indonesia Timur dengan tiket yang ludes terjual meski berharga mahal, sekitar US$ 3.000–6.000. Kehadirannya sempat memikat kalangan elit Indonesia dan Asia yang sedang bangkit ekonominya.

Namun, tragedi kemudian melahirkan cerita mistis. Suara Merdeka (9 November 1980) menulis bahwa enam bulan sebelum insiden, seorang penumpang meninggal di kapal. Jenazahnya dibuang ke laut, tindakan yang dianggap melanggar tradisi pelaut. Sebagian percaya, kebakaran terjadi di lokasi yang sama dengan tempat jenazah dibuang, memunculkan dugaan “kutukan laut”.

Menariknya, saat berada di Indonesia, awak kapal bahkan sempat melakukan ritual adat. Mereka mendatangi Keraton Yogyakarta untuk memohon restu kepada penguasa laut selatan, Nyi Roro Kidul, demi keselamatan pelayaran. Meski spekulasi terus beredar, penyebab utama tenggelamnya tetap dinilai karena kegagalan teknis dan kelalaian dalam penanganan kebakaran.

Kini, kisah MS Prinsendam menjadi catatan sejarah maritim dunia. Tragedi kapal pesiar ini menunjukkan bahwa secanggih apa pun teknologi, laut tetap menyimpan misteri dan risiko besar bagi manusia. (*)


Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di :
https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: Alaskaevakuasikapal pesiarkutukantenggelamtragedi
Post Sebelumnya

Archipelago Pimpin Ekspansi Hotel Asal Indonesia Bersaing di Luar Negeri

Post Selanjutnya

Semen UltraPro Dukung Tol Atas Laut Semarang

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Semen UltraPro Dukung Tol Atas Laut Semarang

Semen UltraPro Dukung Tol Atas Laut Semarang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.