Jakarta, Ekoin.co – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan rencana pemanfaatan lahan parkir Ancol untuk pengunjung Jakarta International Stadium (JIS) pada acara-acara besar. Skema ini akan diterapkan setelah jembatan penghubung Ancol–JIS selesai dibangun, sehingga parkir tidak lagi terpusat di kawasan stadion.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Rencana tersebut diungkapkan Pramono usai penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN) di Balai Kota Jakarta, Selasa (19/8/2025). Perjanjian ini juga melibatkan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai pengelola JIS.
“Jadi saya membayangkan kalau ada event-event besar, apakah itu pertandingan sepak bola, konser dan sebagainya, orang tidak lagi parkir semuanya di JIS, karena difasilitasi Ancol kan besar banget,” ujar Pramono.
Menurut Pramono, pengunjung yang memarkirkan kendaraan di Ancol akan difasilitasi dengan shuttle bus untuk menuju JIS melalui jembatan yang tengah direncanakan. Ia menegaskan skema itu akan membuat area stadion lebih tertib, rapi, dan nyaman saat digunakan untuk acara besar.
BACA JUGA
Gubernur Pramono Buka Jakarta Jobfest 2025
“Parkirnya di Ancol, apakah jalan kaki, apakah kemudian naik shuttle bus, nonton di JIS, maka kemudian JIS-nya menjadi lebih rapi, orang akan lebih gampang dan tidak ada lagi komplain seperti nonton seperti Bruno Mars, Maron 5, Dewa dan sebagainya,” ungkapnya.
Rencana Pembangunan Jembatan Ancol–JIS
Pramono mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan jembatan penghubung sepanjang 300 meter antara JIS dan Ancol sudah muncul sejak Mei 2025. Infrastruktur tersebut ditargetkan dapat mendukung kelancaran akses sekaligus memanfaatkan lahan parkir luas di kawasan wisata Ancol.
Dengan adanya fasilitas ini, ia meyakini JIS akan lebih optimal menjadi pusat hiburan berskala internasional. Selain itu, jembatan juga berfungsi mengurai kepadatan lalu lintas yang sering terjadi saat ada konser atau pertandingan besar di JIS.
Meski begitu, proyek ini sempat mengalami hambatan akibat kurangnya kesepakatan antara pihak Jakpro dan manajemen Ancol. Pramono menyebut keduanya sempat enggan berkolaborasi sehingga rencana pembangunan tertunda.
“Selama ini dua-duanya enggak mau (kolaborasi), karena egonya kelebihan. Maka saya sudah panggil dua-duanya harus bisa dibangun tahun ini,” tegas Pramono.
Gubernur menambahkan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan langkah strategis untuk menyatukan kawasan Ancol dengan JIS. Upaya ini diharapkan menjadikan Jakarta semakin siap menjadi tuan rumah berbagai acara global.
Fasilitas dan Harapan Pemerintah
Selain parkir dan jembatan penghubung, Pemprov DKI juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung agar JIS tidak hanya menjadi stadion, tetapi juga destinasi hiburan terpadu.
Pramono menilai kehadiran fasilitas parkir di Ancol akan memberikan pengalaman lebih baik bagi penonton. Mereka tidak perlu lagi kesulitan mencari lahan parkir di sekitar stadion yang selama ini menjadi sumber keluhan.
Pemerintah Provinsi berkomitmen mempercepat proses pembangunan dengan menggandeng berbagai pihak terkait. Dengan begitu, infrastruktur pendukung JIS dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami sambungkan JIS ini dengan Ancol. Kami buatkan jembatan panjangnya kurang lebih 300 meter,” ujar Pramono saat menghadiri penutupan Jakarta Marketing Week 2025 di Mal Kota Kasablanka, Minggu (25/5/2025).
Upaya integrasi ini juga menjadi bagian dari strategi Pemprov untuk menjadikan JIS lebih kompetitif dibanding stadion-stadion besar lain di Asia Tenggara. Dengan fasilitas yang lengkap, Jakarta diyakini mampu menarik lebih banyak konser internasional dan ajang olahraga skala dunia.
Seiring pembangunan jembatan, Pemprov juga menyiapkan sistem transportasi terintegrasi dengan layanan shuttle bus. Skema ini memungkinkan pengunjung berpindah dari Ancol ke JIS dengan lebih mudah dan tertata.
Selain memudahkan mobilitas, fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus memperkuat citra JIS sebagai stadion modern yang ramah penonton.
Pemerintah daerah memastikan semua proses dilakukan secara bertahap, dengan memperhatikan aspek teknis, keamanan, dan kenyamanan. Dengan demikian, target menjadikan JIS sebagai pusat hiburan kelas dunia bisa tercapai.





