Jakarta, Ekoin.co – Proyek pembangunan jalan Tol Padang–Pekanbaru, seksi Sicincin–Bukittinggi, Sumatra Barat, yang ditargetkan bisa beroperasi pada 2031. Kepastian tuntas proyek tol tersebut usai Pemda Sumbar dengan Kementerian PU.
Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan dengan adanya target itu, Pemprov Sumbar tentu akan mendukung penuh terhadap percepatan pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi sebagai bagian dari proyek strategis nasional yang sangat dibutuhkan daerah.
“Keberadaan jalan tol ini akan menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan konektivitas antar wilayah, sekaligus mengurangi risiko gangguan lalu lintas pada jalur nasional Padang–Bukittinggi yang selama ini rawan terdampak bencana banjir dan longsor. Kami memang sangat mengharapkan, proyek jalan tol di wilayah Sumbar ini bisa tuntas,” katanya dikutiip Kamis (5/2/2026).
Dia menyampaikan bahwa infrastruktur jalan tol tersebut sangat penting untuk memperkuat konektivitas, memperlancar mobilitas orang dan barang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sumbar ke depan
Oleh karena itu, Pemprov Sumbar menegaskan mendukung seluruh tahapan pembangunan sesuai kewenangan daerah, termasuk dalam aspek koordinasi lintas sektor dan dukungan terhadap proses yang dibutuhkan agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
Mahyeldi mengadakan pertemuan Pemprov Sumbar bersama Kementerian PU yang turut didampingi Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade itu, dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan pembangunan infrastruktur strategis dapat terlaksana secara terukur, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
“Sebagai tindak lanjut, setelah adanya pertemuan dengan Kementerian PU ini, kami di daerah dalam waktu dekat akan melakukan rapat lanjutan,” tegasnya.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (Dirjen PI) Kementerian Pekerjaan Umum, Rachman Arief Dienaputra mengatakan target pengoperasian ruas Sicincin-Bukittinggi itu dimungkinkan pada 2031.
Namun demikian, terdapat peluang percepatan menjadi 2029 sepanjang dukungan teknis, pendanaan, dan koordinasi lintas sektor dapat berjalan optimal sejak tahap awal.
Menurutnya untuk mencapai target itu, total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp25,23 triliun, dengan mempercayakan kepada PT Hutama Karya melalui skema penugasan untuk pembangunan ruas tol tersebut.
“Jadi dalam pertemuan itu, kami membahas tahapan teknis yang telah dan akan dilaksanakan, termasuk survey topografi, survey geoteknik serta penyusunan rekomendasi teknis sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan,” ucap dia. (*)





