EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Mengungkap Alasan di Balik Lonjakan Anggaran Subsidi Listrik di Era Pemerintahan Prabowo Subianto

Mengungkap Alasan di Balik Lonjakan Anggaran Subsidi Listrik di Era Pemerintahan Prabowo Subianto

Kebijakan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto yang menaikkan anggaran subsidi listrik menjadi Rp 104,6 triliun pada tahun 2026 merupakan respons atas peningkatan biaya pokok penyediaan serta kebutuhan untuk memperkuat pasokan listrik di daerah terpencil.

Ray oleh Ray
20 Agustus 2025
Kategori DAERAH, EKOBIS, EKONOMI, ENERGI, NASIONAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Jakarta, EKOIN.CO – Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto mengambil langkah signifikan dengan mengalokasikan anggaran besar untuk subsidi listrik pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Penyesuaian anggaran ini menjadi perhatian utama mengingat lonjakan alokasi yang mencapai Rp 104,6 triliun, menunjukkan kenaikan sebesar 17% dari perkiraan tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 89,1 triliun.

Alokasi subsidi listrik pada RAPBN 2026 menyerap hampir separuh dari total anggaran subsidi energi, tepatnya 49,7%, dari keseluruhan Rp 210,1 triliun. Kenaikan substansial ini dipicu oleh dua faktor utama: peningkatan biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik dan peningkatan volume listrik bersubsidi. Peningkatan BPP sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta peningkatan penggunaan bahan bakar biomassa untuk co-firing PLTU. Selain itu, kenaikan bauran energi berbasis BBM juga berperan dalam upaya pemerintah meningkatkan keandalan pasokan listrik, terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil).

Dalam keterangannya, pemerintah menjelaskan arah kebijakan subsidi listrik tahun anggaran 2026. Pertama, subsidi listrik untuk rumah tangga akan diberikan secara lebih tepat sasaran, khusus untuk rumah tangga miskin dan rentan yang datanya terintegrasi dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSKS). Langkah ini akan diiringi dengan penyesuaian tarif (tariff adjustment) bagi pelanggan non-subsidi. “Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya peningkatan ketepatan sasaran agar subsidi diberikan kepada rumah tangga yang berhak,” demikian disampaikan dalam dokumen Nota Keuangan.

Lebih jauh, pemerintah juga berencana mendorong transisi energi yang lebih efisien dan adil. Komitmen ini terlihat dari upaya mengurangi emisi melalui pemanfaatan energi bersih dan ramah lingkungan. Transisi dari energi berbasis fosil menuju Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi agenda utama. Meskipun demikian, pemerintah menekankan bahwa kebijakan ini akan dilakukan dengan penuh kehati-hatian, dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti kondisi sektor ketenagalistrikan dan kemampuan fiskal negara.

Tags: biaya pokok penyediaan (BPP)co-firingEBTfiskal negaraPemerintahan Prabowo SubiantoRAPBN 2026rumah tangga miskinsubsidi listriktarif listriktransisi energi
Post Sebelumnya

Wali Kota Bekasi Ikut Kirab HUT Jabar 80

Post Selanjutnya

Iuran BPJS Kesehatan Akan Naik Bertahap Mulai 2026, Ini Alasannya

Ray

Ray

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Post Selanjutnya
Iuran BPJS Kesehatan Akan Naik Bertahap Mulai 2026, Ini Alasannya

Iuran BPJS Kesehatan Akan Naik Bertahap Mulai 2026, Ini Alasannya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.