EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Palestina Dekatkan Diri Menuju Status Negara Penuh Transisi dengan Komite Konstitusi

Palestina Dekatkan Diri Menuju Status Negara Penuh Transisi dengan Komite Konstitusi

Palestina membentuk komite konstitusi sementara sebagai langkah transisi menuju negara penuh. Dukungan internasional semakin menguat jelang sidang PBB September mendatang

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
20 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

RAMALLAH, EKOIN.CO – Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Senin (18/8/2025) mengumumkan dekrit pembentukan komite penyusun konstitusi sementara. Langkah ini menjadi penanda transisi dari Otoritas Palestina menuju status sebagai negara penuh. Ikuti update di WA Channel EKOIN.

Dekrit tersebut sekaligus menjadi dasar hukum bagi perumusan konstitusi sementara. Penyusunan dilakukan dengan mengacu pada Deklarasi Kemerdekaan 1988, hukum internasional, resolusi PBB, konvensi hak asasi manusia, serta sejumlah perjanjian terkait.

Konstitusi dan Transisi Politik Palestina

Komite yang dibentuk Abbas beranggotakan 17 orang, dengan pimpinan penasihat hukum Palestina, Mohammad Al Haj Qassem. Para anggota merupakan gabungan pakar politik, hukum, dan sosial, dengan perhatian khusus pada representasi gender dan keterlibatan masyarakat sipil.

Untuk memperluas partisipasi, komite juga akan membentuk subkomite teknis di berbagai bidang. Sebuah platform daring disiapkan agar publik dapat memberi masukan terhadap rancangan konstitusi.

Menurut laporan kantor berita Wafa, konstitusi sementara akan menjadi dasar bagi sistem pemerintahan demokratis yang menjunjung supremasi hukum, pemisahan kekuasaan, perlindungan hak dan kebebasan publik, serta mekanisme peralihan kekuasaan secara damai.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Dekrit Abbas dinilai sebagai momentum politik yang penting, terutama menjelang pemilihan umum Palestina. Hal ini juga dipandang sebagai persiapan menghadapi konferensi perdamaian internasional yang dijadwalkan pada September mendatang.

Sejumlah pengamat menilai, langkah tersebut mengisyaratkan kesiapan Palestina untuk mewujudkan struktur kenegaraan yang lebih solid sekaligus meningkatkan legitimasi di mata internasional.

Dukungan Internasional dan Harapan Baru

Langkah Palestina membentuk komite konstitusi ini terjadi di tengah upaya diplomatik global untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di Gaza. Sejak 2023, wilayah itu masih menjadi sasaran serangan intensif dari Israel.

Majelis Umum PBB dijadwalkan bersidang pada September. Dalam pertemuan itu, beberapa negara seperti Perancis, Inggris, Australia, dan Kanada disebut akan mengajukan pengakuan resmi terhadap Palestina.

Perancis bersama 14 negara Barat lain sudah menyatakan dukungan penuh terhadap pengakuan Palestina sebagai negara. Mereka juga mendorong adanya gencatan senjata permanen di Gaza agar proses perdamaian dapat berjalan lebih stabil.

Saat ini, Otoritas Palestina masih mengacu pada Hukum Dasar (Basic Law). Undang-undang ini menetapkan sistem demokratis multipartai dengan Pasal 115 yang mengizinkan berlakunya hukum tersebut selama masa transisi hingga konstitusi baru resmi disahkan.

Dengan adanya konstitusi sementara, Palestina diharapkan mampu memperkuat sistem hukum yang transparan dan mengedepankan prinsip demokrasi. Hal ini sekaligus menjadi landasan untuk meyakinkan komunitas internasional bahwa Palestina siap berfungsi sebagai negara penuh.

Selain dukungan dari negara Barat, langkah ini juga mendapat perhatian dari dunia Arab yang sebelumnya mendesak penyatuan sikap demi memperkuat posisi Palestina dalam diplomasi global.

Banyak pihak menilai, konstitusi sementara dapat memperkuat legitimasi politik dan memberikan gambaran jelas tentang arah pemerintahan di masa depan. Namun, tantangan besar tetap ada, terutama tekanan dari Israel serta dinamika politik internal Palestina sendiri.

Pembentukan komite konstitusi ini juga menegaskan keseriusan Abbas untuk memperjuangkan hak-hak Palestina di level global. Dengan dukungan masyarakat sipil, para pakar, dan komunitas internasional, diharapkan transisi menuju negara penuh dapat berjalan sesuai harapan.

Palestina kini tengah memasuki fase penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaannya melalui pembentukan komite konstitusi sementara.

Langkah ini tidak hanya bernilai simbolis, melainkan juga strategis sebagai persiapan menghadapi pengakuan resmi dari komunitas internasional.

Dengan dukungan global, konstitusi sementara diyakini dapat memberikan kerangka hukum yang lebih kuat dan demokratis.

Namun, tantangan besar masih menanti, baik dari tekanan eksternal maupun dinamika politik internal.

Harapan besar kini tertumpu pada proses ini agar Palestina mampu berdiri tegak sebagai negara penuh dan berdaulat. (*)


Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: AbbasGazakonstitusinegara penuhPalestinaPBB
Post Sebelumnya

Yordania Terapkan Wajib Militer, Israel Protes Ketegangan Meningkat

Post Selanjutnya

Peralatan Militer Israel Bocor ke Jaringan Kriminal Picu Kejahatan Dicuri untuk Perampokan

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Peralatan Militer Israel Bocor ke Jaringan Kriminal Picu Kejahatan Dicuri untuk Perampokan

Peralatan Militer Israel Bocor ke Jaringan Kriminal Picu Kejahatan Dicuri untuk Perampokan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.