EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Indonesia Kendalikan Pasar CPO Dunia

Indonesia Kendalikan Pasar CPO Dunia

Indonesia menguasai pasar CPO dunia bersama Malaysia hingga 80 persen. Jika ekspor CPO dihentikan sepekan saja, pasar global diprediksi geger.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
21 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, PERTANIAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa posisi Indonesia dalam pasar minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) menjadi penentu utama rantai pasok global. Ia menilai, jika Indonesia menghentikan ekspor CPO hanya dalam hitungan satu minggu, dunia bisa geger. Gabung WA Channel EKOIN di sini

Pernyataan itu disampaikan Amran saat menghadiri Rakornas Kadin Indonesia Bidang Koperasi dan UMKM 2025 di The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (20/8/2025). Ia menekankan, kekuatan besar Indonesia berada pada sektor pertanian yang menjadi pondasi berkelanjutan bagi perekonomian.

Menurutnya, selain pertambangan, sektor pertanian mampu menjadikan Indonesia sebagai negara berpengaruh global. CPO disebut sebagai komoditas kunci karena mendominasi pasar dunia bersama Malaysia, dengan penguasaan lebih dari 80 persen.

“Indonesia bisa (jadi negara) super power kalau dimulai dari pertanian. Ada 2 kekuatan, tapi yang sustain adalah pertanian,” ujar Amran.

CPO Jadi Penentu Pasar Global

Amran menegaskan, minyak sawit asal Indonesia kini menduduki posisi nomor satu di dunia. Dominasi itu membuat Indonesia menjadi pemain kunci yang menentukan pasokan minyak nabati global.

Ia menambahkan, jika ekspor dihentikan sementara, pasar dunia akan mengalami kekacauan besar. Ketergantungan negara lain terhadap CPO RI dianggap terlalu tinggi untuk bisa diabaikan.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

“Kalau kita hentikan (ekspor) satu minggu, itu geger dunia,” tegasnya.

Selain itu, Amran menyoroti peran komoditas nikel yang dimiliki Indonesia. Dengan cadangan mencapai 52 persen dari total dunia, nikel menjadi bahan baku penting industri baterai kendaraan listrik.

Nikel dan Kelapa Perkuat Hilirisasi

“Nickel nomor 1 dunia, kita punya 52%. Ini kita hilirisasi jadi baterai mobil, kita membuat geger di dunia, kita bisa mengatur ini dunia,” kata Amran.

Selain nikel, Indonesia juga terus menggenjot ekspor kelapa mentah. Pergeseran pola pangan di India, Eropa, dan China yang makin menggemari kelapa membuat permintaan meningkat.

Saat ini, nilai ekspor kelapa mentah Indonesia mencapai Rp 26 triliun. Namun, Amran menyebut potensi hilirisasi sangat besar jika komoditas itu diolah menjadi produk turunan seperti coconut milk atau VCO.

Ia memperkirakan, hilirisasi kelapa bisa meningkatkan nilai hingga 100 kali lipat. Dari Rp 26 triliun saat ini, potensi bisa mencapai Rp 2.600 triliun jika dilakukan pengolahan lebih lanjut.

“Artinya apa? Kalau Rp 26 triliun yang kita ekspor sekarang kemudian kita hilirisasi itu menjadi Rp 2.600 triliun, baru kelapa. Dan itu bisa, murah pabriknya,” ujarnya.

Potensi besar ini, menurut Amran, harus dioptimalkan agar Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pemasok bahan mentah, melainkan juga sebagai pusat produksi bernilai tambah.

Dengan strategi hilirisasi di sektor CPO, nikel, dan kelapa, pemerintah optimis Indonesia mampu memperkuat posisinya sebagai kekuatan ekonomi global yang berpengaruh.


Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Tags: CPOeksporhilirisasiindonesiakelapanikel
Post Sebelumnya

Tragedi Cacing Pita pada Balita 3 Tahun, Peringatan untuk Kita Semua

Post Selanjutnya

Pabrik Baja India Tertekan Tarif AS Bikin Industri India Guncang

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Pabrik Baja India Tertekan Tarif AS Bikin Industri India Guncang

Pabrik Baja India Tertekan Tarif AS Bikin Industri India Guncang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.