EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
beban utang

Beban Utang Whoosh Disebut Bom Waktu bagi KAI

Solusi untuk mengatasi beban utang ini diharapkan datang dari koordinasi KAI dengan BPI Danantara, termasuk opsi pengalihan aset.

Ibnu Gozali oleh Ibnu Gozali
23 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, INFRASTRUKTUR, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, menyebut beban utang proyek Kereta Cepat Whoosh sebagai “bom waktu” bagi keuangan perusahaan. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR, Rabu (20/8/2025). Guna mengatasi masalah ini, KAI akan berkoordinasi dengan BPI Danantara untuk menemukan skema penyelamatan keuangan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), perusahaan pengelola Whoosh, yang tengah menanggung beban utang jumbo.

Baca juga : DPR Desak KAI Tambah Gerbong Khusus Perokok di Kereta Api

Permasalahan beban utang proyek ini memang menjadi sorotan utama. Namun, Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade langsung memotong pernyataan Bobby. Menurut Andre, Danantara telah memiliki solusi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 untuk menyelesaikan masalah tersebut. Andre mendesak Bobby untuk segera berkoordinasi dengan pihak Danantara. Tak hanya Andre, Adisatrya Suryo Sulisto, Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP, juga mendorong percepatan restrukturisasi utang. Menurutnya, jika tidak segera dicarikan solusi, beban keuangan proyek Whoosh dapat menggerogoti keuangan KAI.

Solusi Jangka Panjang untuk Beban Utang

Adisatrya menambahkan bahwa salah satu opsi yang dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan Danantara adalah menjadikan aset Whoosh sebagai aset negara. Namun, ia mengakui bahwa kedua opsi tersebut—tetap di KAI atau diambil alih negara—sama-sama menimbulkan beban bagi negara. Sebelumnya, Danantara Indonesia memang telah merencanakan langkah strategis untuk menyelamatkan fundamental keuangan BUMN yang terlibat dalam proyek kereta cepat ini.

Baca juga : KAI Perpanjang Diskon Tiket Kereta Hingga Akhir Agustus

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Ada empat BUMN yang tergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), konsorsium yang memiliki 60% saham KCIC. Keempat BUMN tersebut adalah PT KAI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), dan PT Perkebunan Nusantara I (Persero) (PTPN). Perlu diketahui, proyek Whoosh telah memakan biaya investasi hingga US7,2miliar.NilaiinimembengkakUS1,2 miliar dari target awal US$6 miliar.

Dampak Beban Utang pada Keuangan KAI

Pembengkakan biaya ini juga dibagi bebannya. Konsorsium Indonesia menanggung 60% atau US720juta,sementarakonsorsiumChinamenanggung40480 juta. Beban proyek Kereta Cepat Whoosh ini juga tercermin dari laporan keuangan PT KAI, sebagai pemegang saham mayoritas di konsorsium PSBI. Hingga akhir tahun 2024, PT KAI mencatat beban keuangan sebesar Rp2,56 triliun, melonjak 70,30% secara year-on-year dari Rp1,5 triliun.

Mayoritas beban keuangan ini berasal dari kredit investasi yang mencapai Rp1,53 triliun di tahun 2024, naik signifikan dari posisi Rp755,16 miliar di tahun sebelumnya. Angka-angka ini memperkuat kekhawatiran bahwa tanpa skema penyelesaian yang cepat dan efektif, beban utang proyek Whoosh dapat menjadi kendala serius bagi keberlanjutan keuangan KAI. Sinergi antara KAI dan Danantara diharapkan bisa menghasilkan solusi yang tepat untuk mengatasi “bom waktu” ini sebelum terlambat, sekaligus menjaga kestabilan keuangan BUMN yang terlibat.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Tags: Beban utangBUMNDanantaraKAIKCICWhoosh
Post Sebelumnya

BLBI: Utang Lama BCA yang Kembali Mencuat

Post Selanjutnya

Sinergi Pemerintah Amankan Tekstil Impor Ilegal Rp112,35 Miliar

Ibnu Gozali

Ibnu Gozali

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Sinergi Pemerintah Amankan Tekstil Impor Ilegal Rp112,35 Miliar

Sinergi Pemerintah Amankan Tekstil Impor Ilegal Rp112,35 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.