EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Oppo Tergeser, Transsion Masuk Daftar 5 Besar

Oppo Tergeser, Transsion Masuk Daftar 5 Besar

Oppo keluar dari lima besar global, digantikan Transsion. Samsung tetap memimpin pasar HP dengan strategi AI.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
23 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, INDUSTRI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO – Industri handphone (HP) global mencatat pertumbuhan tipis sebesar 1% secara tahunan pada kuartal II-2025. Meski masih tumbuh, pasar ponsel dunia tengah menghadapi tekanan besar akibat perang tarif dan kondisi ekonomi global yang tidak stabil. Salah satu dampak nyata terlihat dari pergeseran posisi merek-merek besar, di mana Oppo terlempar dari jajaran lima besar, digantikan oleh Transsion, produsen HP dengan merek Infinix, Tecno, dan Itel.
Gabung WA Channel EKOIN di sini.

Menurut IDC, segmen HP Android kelas bawah menjadi yang paling terpukul. Senior Research Director IDC, Nabila Popal, menyebut bahwa ketidakpastian ekonomi menekan daya beli kelompok masyarakat dengan sensitivitas harga tinggi. “Hasilnya, HP Android segmen bawah mengalami krisis yang membebani pertumbuhan pasar secara keseluruhan,” jelasnya.

Tekanan itu berdampak pada Oppo, salah satu produsen besar asal China. Pada kuartal II-2025, Oppo kehilangan posisinya di daftar lima besar global. Padahal, pada kuartal I-2025, Oppo masih berada di posisi keempat meski dengan pertumbuhan minus 6,8% YoY.

Transsion Mencuri Perhatian Pasar HP

Merek Transsion, yang relatif masih baru di pasar global, berhasil menyalip Oppo dan masuk daftar lima besar ponsel terlaris dunia pada periode April–Juni 2025. Meski kinerjanya secara tahunan turun 1,7%, langkah Transsion tetap dianggap signifikan karena berhasil menggeser pemain mapan.

Di Indonesia, performa Transsion tidak bisa diremehkan. Menurut IDC, sepanjang 2024 Transsion menjadi pemimpin pasar HP nasional dengan pangsa pasar 18,3%, naik 61,7% dibanding tahun sebelumnya. Hal itu menunjukkan daya tarik merek yang menyasar kebutuhan harga terjangkau dengan fitur kompetitif.

Berita Menarik Pilihan

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

Jurus Klasik Jelang Ramadan: Pramono Obral Target Inflasi Rendah Saat Harga Sembako Mulai ‘Pemanasan’

Pada kuartal I-2025, data Canalys mencatat Transsion berada di posisi kedua dengan pangsa pasar 17,4%. Saat itu, Xiaomi menempati posisi teratas di Indonesia dengan pangsa 19,5%. Namun, tren ini menunjukkan Transsion punya peluang untuk terus bersaing ketat di pasar Tanah Air.

Sementara itu, Vivo mengambil alih posisi keempat global dengan pertumbuhan 4,8% YoY pada kuartal II-2025. Kenaikan Vivo ini sekaligus menegaskan persaingan ketat di segmen menengah dan bawah yang semakin terfokus pada harga dan inovasi produk.

Samsung dan Apple Masih Jadi Pemimpin Pasar HP

Di posisi global, Samsung masih memimpin dengan pangsa pasar 19,7% pada kuartal II-2025. Angka ini naik 7,9% dibanding periode yang sama tahun lalu. Francisco Jeronimo, VP Client Devices IDC, mengatakan keberhasilan ini ditopang penjualan Galaxy A36 dan A56 yang membawa fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) ke kelas menengah. “Samsung berhasil mengkonsolidasikan kepemimpinan pasarnya dengan mencapai pertumbuhan yang kuat pada kuartal ini,” ungkapnya.

Apple tetap bertahan di posisi kedua dengan pangsa pasar 15,7%. Namun, pertumbuhan Apple hanya 1,5% YoY, jauh lebih rendah dibanding kuartal pertama 2025 yang mencapai 10%. Tekanan paling besar datang dari pasar China, di mana pengapalan iPhone menurun 1%.

Xiaomi berada di posisi ketiga dengan pertumbuhan tipis 0,6% YoY, sementara Vivo menempati posisi keempat dan Transsion di peringkat kelima. Perubahan komposisi lima besar ini menandai semakin kompetitifnya pasar HP dunia, terutama dengan munculnya pemain baru yang mampu menyaingi merek mapan.

Secara keseluruhan, pertumbuhan HP global di paruh pertama 2025 tercatat 1% YoY, lebih rendah dibanding kuartal I yang mencapai 1,5%. Angka ini menunjukkan perlambatan, meskipun permintaan terhadap fitur baru seperti AI masih menjadi daya tarik utama konsumen.

Pasar HP global pada kuartal II-2025 menegaskan dinamika baru dengan pergeseran posisi para pemain utama. Oppo harus menerima kenyataan keluar dari lima besar, sementara Transsion muncul sebagai pendatang baru yang berhasil menggebrak pasar.

Samsung memperkokoh kepemimpinannya lewat strategi produk yang menyasar segmen menengah dengan teknologi AI. Apple masih kuat di posisi kedua meski menghadapi tantangan di China, sedangkan Xiaomi, Vivo, dan Transsion bersaing ketat di bawahnya.

Bagi Indonesia, dominasi Transsion menunjukkan perubahan preferensi konsumen terhadap HP terjangkau dengan spesifikasi menarik. Hal ini bisa memicu persaingan harga yang lebih agresif di masa mendatang.

Kinerja pasar global yang hanya tumbuh tipis menandakan perlunya inovasi lebih besar dari para produsen agar dapat mempertahankan daya tarik. Teknologi AI diprediksi akan menjadi kunci persaingan berikutnya.

Secara keseluruhan, tahun 2025 menjadi titik balik penting dalam peta industri ponsel, di mana merek-merek baru mulai menantang dominasi lama. Perubahan ini bisa terus berlanjut, terutama jika kondisi ekonomi global tetap penuh ketidakpastian. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: AppleHP globalOppoSamsungTranssionVIVO
Post Sebelumnya

Jaga Resiliensi Ekonomi, Pemerintah Terus Perkuat Dukungan bagi UMKM

Post Selanjutnya

Airlangga: Ekonomi RI Selalu Dicontek ASEAN

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Pemprov DKI menargetkan angka inflasi Jakarta tahun ini berada di bawah sasaran nasional guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tren pertumbuhan ekonomi yang positif. (Foto: Humas Pemprov DKI/Ekoin.co)

Jurus Klasik Jelang Ramadan: Pramono Obral Target Inflasi Rendah Saat Harga Sembako Mulai ‘Pemanasan’

oleh Noval Verdian
6 Februari 2026
0

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut pemulihan ekonomi Jakarta sebagai momentum penting setelah perlambatan pada kuartal sebelumnya.

Pump and Dump Saham DADA: Modus Rumor Global di Balik Aksi Exit Strategy Pengendali

Pump and Dump Saham DADA: Modus Rumor Global di Balik Aksi Exit Strategy Pengendali

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Aksi jual berlanjut pada 8–9 Januari 2026, ketika KPII kembali melepas 1,6 miliar saham di kisaran harga Rp63 per saham, menghasilkan tambahan dana sekitar Rp100,80...

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Jumat (6/2).

IHSG Berpeluang Menguat, Tapi Sinyal Koreksi Masih Mengintai Pasar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Level penopang terdekat diperkirakan berada di 7.854 dan 7.654, sementara batas atas pergerakan harian berada di rentang 8.181 hingga 8.318.

Post Selanjutnya
Airlangga: Ekonomi RI Selalu Dicontek ASEAN

Airlangga: Ekonomi RI Selalu Dicontek ASEAN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.