EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Ekonom Ingatkan Purbaya Diminta Hati-Hati Kelola Anggaran Negara

Ekonom Ingatkan Purbaya Diminta Hati-Hati Kelola Anggaran Negara

Aliansi Ekonom Indonesia memperingatkan pemerintah agar tidak menghambur-hamburkan penerimaan negara. Menkeu Purbaya didesak memperbaiki misalokasi anggaran dan menjaga fungsi fiskal.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
10 September 2025
Kategori EKOBIS, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,EKOIN.CO- Ekonom dari Aliansi Ekonom Indonesia, Titik Anas, mengingatkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa agar tidak menghambur-hamburkan penerimaan negara. Menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia saat ini tidak memberi ruang bagi pemerintah untuk bersikap boros dalam mengelola fiskal. Gabung WA Channel EKOIN

Dalam konferensi pers daring, Titik menekankan bahwa Indonesia tidak memiliki “kemewahan” untuk melakukan pemborosan karena situasi global maupun domestik sedang menantang. Ia menyebut setiap rupiah penerimaan negara harus dikelola dengan tepat sasaran.

“Kita tidak punya keleluasaan, kemewahan, untuk menghambur-hamburkan penerimaan negara yang sulit juga untuk didapatkan pada masa yang juga tidak terlalu bagus, mengingat kondisi dunia dan kondisi ekonomi Indonesia,” kata Titik.

Desakan Perbaikan Anggaran

Titik juga meminta Menkeu segera menindaklanjuti salah satu poin dari tujuh desakan darurat ekonomi yang disampaikan Aliansi Ekonom Indonesia. Desakan tersebut adalah perbaikan menyeluruh terhadap misalokasi anggaran negara.

Menurut aliansi, pemerintah harus menempatkan anggaran pada kebijakan dan program yang wajar serta proporsional. Hal ini diperlukan agar fungsi fiskal berjalan maksimal, mencakup alokasi, distribusi, dan stabilisasi ekonomi.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Dalam tuntutannya, aliansi menyoroti porsi belanja pada program populis seperti makan bergizi gratis (MBG), koperasi merah putih, dan program tiga juta rumah. Mereka meminta alokasi ini dikurangi secara signifikan demi keseimbangan anggaran.

Aliansi menilai anggaran Rp 335 triliun untuk program MBG pada 2026 terlalu besar dan tidak realistis. Jumlah itu hampir 44 persen dari keseluruhan anggaran pendidikan, sehingga dikhawatirkan menggerus prioritas sektor lain.

Sorotan pada Transfer Daerah

Selain itu, aliansi mengkritik rencana penurunan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar 24,8 persen dalam RAPBN 2026. Menurut mereka, langkah ini berpotensi melemahkan kemampuan pemerintah daerah dalam melayani masyarakat.

Penurunan TKD dikhawatirkan membuat daerah kesulitan menjalankan program dasar. Bahkan, ada potensi kenaikan pajak daerah untuk menutup kebutuhan fiskal, yang pada akhirnya membebani masyarakat luas.

Aliansi juga menuntut agar alokasi dana pendidikan dikembalikan sesuai dengan amanat UUD 1945. Hal ini dianggap penting demi memastikan generasi mendatang tidak kehilangan akses pendidikan yang layak akibat penyesuaian fiskal.

“Jadi, mungkin desakan pertama yang sudah disampaikan tadi sangat urgent untuk diatasi atau di-follow up oleh Kementerian Keuangan,” ujar Titik.

Ia menambahkan, fungsi fiskal memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional. Oleh sebab itu, pengelolaan penerimaan negara harus diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar mendesak dan produktif.

Peringatan dari aliansi ini menjadi sinyal kuat agar pemerintah berhati-hati dalam menyusun kebijakan belanja negara, terutama di tengah tekanan global yang masih tinggi. Dengan pengelolaan anggaran yang bijak, diharapkan keseimbangan fiskal tetap terjaga tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat.

Aliansi Ekonom Indonesia mengingatkan pemerintah agar tidak melakukan penghamburan penerimaan negara. Titik Anas menekankan bahwa kondisi ekonomi Indonesia dan dunia tidak memberi ruang untuk kesalahan fiskal.

Desakan utama adalah perbaikan misalokasi anggaran serta pengurangan alokasi pada program populis yang dinilai tidak realistis. Kritik juga diarahkan pada rencana pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD).

Pemerintah didorong untuk mengembalikan porsi pendidikan sesuai amanat konstitusi. Hal ini penting agar akses pendidikan tetap terjamin bagi seluruh masyarakat.

Peringatan ini menjadi catatan penting bagi Menkeu Purbaya dalam menyusun kebijakan fiskal mendatang. Jika salah langkah, potensi beban pajak masyarakat bisa meningkat.

Aliansi menekankan bahwa fungsi fiskal harus diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar penting demi menjaga stabilitas ekonomi nasional. ( * )

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Tags: Aliansi Ekonom IndonesiaAPBN 2026fiskalpenerimaan negaraPurbayaTitik Anas
Post Sebelumnya

Koperasi Desa Terintegrasi Energi Surya Nasional

Post Selanjutnya

RAPBN 2026 Dikritik, Ekonom Soroti Alokasi MBG

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
RAPBN 2026 Dikritik, Ekonom Soroti Alokasi MBG

RAPBN 2026 Dikritik, Ekonom Soroti Alokasi MBG

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.