EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Prabowo Tetapkan Target Kemiskinan 7-8 Persen

Prabowo Tetapkan Target Kemiskinan 7-8 Persen

Pemerintah menargetkan kemiskinan turun ke 7-8 persen pada 2025. Program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi diperkuat untuk mencapai target.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
20 September 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Presiden Prabowo Subianto menetapkan target penurunan kemiskinan nasional pada kisaran 7 hingga 8 persen sepanjang tahun 2025. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 mengenai Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025. Ikuti WA Channel EKOIN di sini.

Dalam arah kebijakan itu, Prabowo menekankan bahwa upaya pemerintah bukan sekadar mengurangi angka statistik, melainkan juga mengatasi akar masalah kemiskinan multidimensi. Hal ini mencakup faktor keterbatasan ekonomi, kesenjangan sosial, hingga kerentanan kelompok marginal.

Menurut Prabowo, langkah ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Program tersebut akan melibatkan lintas kementerian dan lembaga agar bisa berjalan efektif.

Strategi Pemerintah Atasi Kemiskinan

Untuk mencapai target penurunan kemiskinan tersebut, pemerintah akan mengoptimalkan berbagai program, termasuk percepatan perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin, serta peningkatan akses layanan dasar.

Perpres 79 Tahun 2025 menegaskan bahwa pemerintah akan memperkuat jaringan pengaman sosial melalui program bantuan langsung tunai, subsidi pangan, hingga peningkatan jaminan kesehatan. Selain itu, pemerintah juga mendorong penciptaan lapangan kerja melalui sektor padat karya dan investasi berkelanjutan.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

“Pemerintah berkomitmen untuk memberantas kemiskinan yang mencakup berbagai dimensi, tidak hanya terkait keterbatasan ekonomi, tetapi juga kesenjangan sosial, marginalisasi kelompok rentan, maupun keterbatasan akses terhadap pendidikan dan kesehatan,” ujar Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, pemerintah akan memperluas akses masyarakat miskin terhadap layanan pendidikan berkualitas, kesehatan, serta perumahan layak huni. Hal ini diyakini mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Fokus pada Kelompok Rentan

Salah satu prioritas utama pemerintah adalah melindungi kelompok rentan yang paling terdampak kemiskinan, seperti penyandang disabilitas, lansia tanpa dukungan keluarga, serta anak-anak dari keluarga miskin.

Prabowo menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan tidak bisa dilepaskan dari peran aktif daerah. Karena itu, pemerintah pusat mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dalam merancang program sesuai kebutuhan lokal.

Selain itu, pemerintah juga berupaya memperkecil kesenjangan antarwilayah dengan mengalokasikan dana pembangunan ke daerah tertinggal, terutama kawasan timur Indonesia. Infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan air bersih akan menjadi prioritas agar masyarakat miskin di daerah terpencil mendapat akses yang lebih baik.

Pemerintah juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai motor penggerak keluarga. Dengan meningkatkan akses perempuan terhadap modal usaha dan pelatihan keterampilan, diharapkan tingkat kemiskinan rumah tangga dapat ditekan secara signifikan.

Langkah lain yang disiapkan adalah mendorong transformasi ekonomi melalui digitalisasi UMKM. Program ini diharapkan dapat memperluas peluang usaha bagi masyarakat miskin di sektor informal.

Hingga kini, pemerintah menargetkan peningkatan efektivitas penyaluran bantuan agar tepat sasaran. Sistem data terpadu kesejahteraan sosial akan diperbarui untuk memastikan bantuan diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan.

Program pengentasan kemiskinan tersebut juga akan dipantau secara ketat melalui evaluasi berkala. Pemerintah menegaskan tidak ingin target hanya menjadi angka di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

Dalam jangka panjang, strategi ini diharapkan tidak hanya menurunkan angka kemiskinan, tetapi juga meningkatkan daya saing bangsa melalui sumber daya manusia yang sehat, terdidik, dan produktif.

Upaya pengentasan kemiskinan yang ditempuh pemerintah sepanjang 2025 menargetkan penurunan angka pada kisaran 7-8 persen.

Kebijakan tersebut menitikberatkan pada pendekatan multidimensi, bukan sekadar angka ekonomi.

Perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan akses layanan dasar menjadi fondasi program.

Pemerintah juga mengedepankan perhatian pada kelompok rentan dan sinergi dengan daerah.

Target tersebut diharapkan mampu mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah perlu memastikan pelaksanaan program tepat sasaran dan transparan.

Penguatan data penerima manfaat harus terus dilakukan agar akurat.

Masyarakat perlu dilibatkan aktif dalam proses pemberdayaan.

Investasi pada pendidikan dan kesehatan harus diprioritaskan untuk memutus rantai kemiskinan.

Sinergi lintas sektor dan daerah menjadi kunci keberhasilan target nasional.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: kemiskinanPemerintahPerpres 79Prabowo Subiantoprogram sosialRKP 2025
Post Sebelumnya

Prabowo Subianto Bertolak ke New York untuk PBB

Post Selanjutnya

Pertamina Bantu Impor BBM Jaga Pasokan

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Pertamina Bantu Impor BBM Jaga Pasokan

Pertamina Bantu Impor BBM Jaga Pasokan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.