EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Relawan GSF Malaysia Mengaku Disiksa Seperti Hewan Selama Ditahan Israel

Relawan GSF Malaysia Mengaku Disiksa Seperti Hewan Selama Ditahan Israel

Relawan Global Sumud Flotilla (GSF) asal Malaysia mengaku disiksa dan diperlakukan buruk oleh Israel. Tim hukum akan laporkan ke Dewan HAM PBB.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
7 Oktober 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

KUALA LUMPUR, EKOIN.CO – Sejumlah relawan asal Malaysia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) ke Gaza mengaku mengalami perlakuan buruk selama berada dalam tahanan Israel. Mereka menyebut mendapat kekerasan fisik dan perlakuan tidak manusiawi, termasuk pemberian makanan yang tidak layak dikonsumsi manusia. Peristiwa ini diungkapkan oleh tim pengacara yang mewakili para relawan tersebut pada Senin, 6 Oktober 2025.

Pengacara utama, Fahmi Abd Moin, menyampaikan bahwa para relawan menceritakan pengalaman mereka setelah bertemu di Istanbul, Turki. Menurutnya, relawan-relawan tersebut diperlakukan secara kasar sejak awal penahanan. Mereka dijambak, ditampar, bahkan dipaksa meminum air dari keran toilet oleh otoritas Israel.

Kekerasan dan Penghinaan di Dalam Tahanan

Fahmi mengungkapkan, makanan yang diberikan selama masa penahanan sangat tidak layak dan “lebih pantas untuk hewan.” Ia menilai, perlakuan ini merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang serius. Beberapa relawan bahkan masih trauma setelah dilepaskan dan sulit menceritakan kembali kejadian yang dialami.

Selain Fahmi, ada empat pengacara hak asasi manusia lain yang turut mendampingi para relawan, yakni Dir Kheizwan Kamaruddin, Azril Amin, Ahmad Nazrin Abu Bakar, dan Luqman Mazlan. Kelimanya kini tengah menyiapkan langkah hukum lanjutan untuk memastikan kasus ini mendapatkan perhatian internasional.

Menurut penuturan Fahmi, tim hukum akan mengumpulkan lebih banyak bukti dan keterangan saksi setelah para relawan kembali ke Malaysia. Mereka juga berencana membawa kasus ini ke Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHRC).

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

“Perlakuan ini jelas melanggar prinsip kemanusiaan dan konvensi internasional terkait perlakuan terhadap tahanan,” ujar Fahmi seperti dikutip dari Free Malaysia Today. Ia menegaskan, tindakan Israel tersebut tak bisa dibiarkan tanpa tanggung jawab hukum yang tegas.

Seruan untuk Investigasi Internasional

Tim pengacara berpendapat bahwa kasus ini harus diselidiki oleh lembaga internasional agar kebenarannya dapat diungkap secara transparan. Mereka juga meminta pemerintah Malaysia untuk berperan aktif dalam menekan komunitas internasional agar bertindak terhadap pelanggaran yang dilakukan Israel.

Menurut laporan, relawan-relawan tersebut merupakan bagian dari konvoi Global Sumud Flotilla (GSF) yang berlayar membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza. Namun, mereka ditahan di perairan internasional sebelum mencapai tujuan. Penahanan itu dinilai tidak sah karena misi mereka bersifat kemanusiaan, bukan politik atau militer.

Sejumlah organisasi hak asasi manusia di Malaysia telah menyerukan solidaritas bagi para relawan dan mengecam tindakan Israel yang disebut sebagai bentuk penyiksaan terselubung. Mereka menuntut agar semua pelaku diadili di pengadilan internasional.

Dalam perkembangan terbaru, beberapa relawan dikabarkan masih menjalani pemulihan fisik dan mental di Istanbul sebelum dipulangkan ke Malaysia. Tim hukum terus memberikan pendampingan dan memastikan kondisi mereka aman dari ancaman lebih lanjut.

Pihak GSF sendiri menegaskan bahwa misi mereka semata untuk menyalurkan bantuan medis, logistik, dan pangan kepada warga Gaza yang tengah mengalami krisis kemanusiaan akibat blokade berkepanjangan. Mereka juga menilai tindakan Israel tidak hanya melanggar hukum laut internasional tetapi juga prinsip dasar hak asasi manusia.

Fahmi menambahkan bahwa para relawan menunjukkan ketabahan luar biasa meski diperlakukan dengan sangat buruk. “Mereka tidak menyesal ikut dalam misi ini karena yakin bahwa bantuan kepada Gaza adalah panggilan kemanusiaan,” ujarnya.

Kini, desakan terhadap Israel semakin meningkat. Banyak pihak menyerukan agar PBB dan organisasi internasional lain turun tangan melakukan investigasi independen atas insiden yang menimpa relawan GSF. Mereka juga menuntut agar Israel menghormati hukum internasional dan menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap relawan kemanusiaan di masa depan.

Sementara itu, pemerintah Malaysia disebut sedang memantau situasi dan menyiapkan langkah diplomatik untuk memastikan keselamatan seluruh warga negaranya yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.( * )

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di:
👉 https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: GazaGSFIsraelkekerasankemanusiaanrelawan Malaysia
Post Sebelumnya

Relawan Flotilla Tommaso Bortolazzi Asal Itali Masuk Islam Setelah Larangan Shalat di Penjara Israel

Post Selanjutnya

Pemerintah Tetapkan APBN Siaga 1 Untuk Menjaga Stabilitas Ekonomi

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Pemerintah Tetapkan APBN Siaga 1 Untuk Menjaga Stabilitas Ekonomi

Pemerintah Tetapkan APBN Siaga 1 Untuk Menjaga Stabilitas Ekonomi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.