EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Pertumbuhan didorong kuat oleh uang beredar sempit (M1) yang tumbuh $14,0\%$ ($yoy$), menandakan likuiditas di masyarakat sangat tinggi untuk transaksi jangka pendek.

Pertumbuhan didorong kuat oleh uang beredar sempit (M1) yang tumbuh $14,0%$ ($yoy$), menandakan likuiditas di masyarakat sangat tinggi untuk transaksi jangka pendek.

Akselerasi Likuiditas Akhir Tahun: Uang Beredar Tembus Rp10.133 Triliun Dipicu Lonjakan Kredit

Ainurrahman oleh Ainurrahman
23 Januari 2026
Kategori EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Ekoin.co – Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 tumbuh lebih tinggi, yakni 9,6 persen (year on year/yoy) mencapai Rp10.133,1 triliun. Salah satunya penyaluran kredit yang tumbuh pesat.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, pada Desember 2025, M2 tumbuh sebesar 9,6 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan November 2025 sebesar 8,3 persen (yoy) sehingga mencapai Rp10.133,1 triliun.

“Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,0 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,5 persen (yoy),” kata Ramdan, Jumat (23/1).

Selanjutnya, BI mencatat perkembangan M2 pada Desember 2025 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan perkembangan penyaluran kredit.

Untuk tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 13,6 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 8,7 persen (yoy).

Berita Menarik Pilihan

Bahlil Tagih Janji Divestasi 12%: Freeport Siap Lepas Saham Tambahan Demi Izin Tambang Panjang

Pipa Bocor Rugi Jutaan Barel, Tapi Bahlil Pede Pasang Target Langit 610 Ribu BPH di 2026

Adapun penyaluran kredit pada Desember 2025 tumbuh sebesar 9,3 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan November 2025 sebesar 7,9 persen (yoy).

“Dalam hal ini, kredit yang diberikan hanya dalam bentuk pinjaman (loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (debt securities), tagihan akseptasi (banker’s acceptances), dan tagihan repo,” terang Ramdan.

Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor bank umum yang berkedudukan di luar negeri, dan kredit yang disalurkan kepada pemerintah pusat dan bukan penduduk.

Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 8,9 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 9,7 persen (yoy).

BI juga mencatat perkembangan uang primer (M0) adjusted yang pada Desember 2025 tumbuh 16,8 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 13,3 persen (yoy) sehingga tercatat sebesar Rp2.367,8 triliun.

Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 35,1 persen (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 12,9 persen (yoy).

“Berdasark­an faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted),” kata Ramdan. (*)

Tags: Bank Indonesiapenyaluran kreditUang Beredar
Post Sebelumnya

Potret Kelam Ibu Kota: Bayi Laki-Laki Dibuang di Cengkareng Drain, Polisi Sisir CCTV Ring Road

Post Selanjutnya

Mayoritas Korporasi Penyebab Bencana Sumatera Punya Rekam Jejak Buruk, Berikut Daftarnya

Ainurrahman

Ainurrahman

Berita Terkait

Freeport-McMoRan (FCX) menargetkan pengajuan perpanjangan izin usaha (IUPK) hingga tahun 2061 dilakukan pada tahun 2026 ini, beriringan dengan proses finalisasi divestasi tambahan 12 persen saham kepada pemerintah Indonesia. (Ekoin.co/Ilustrasi/Istimewa)

Bahlil Tagih Janji Divestasi 12%: Freeport Siap Lepas Saham Tambahan Demi Izin Tambang Panjang

oleh Hasrul Ekoin
23 Januari 2026
0

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menjelaskan bahwa meski realisasi divestasi tambahan baru akan berlaku efektif pada 2042, kesepakatan tertulis dengan...

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat memaparkan target lifting minyak 2026 di depan anggota Komisi XII DPR RI, Jakarta, Kamis (22/1/2026)

Pipa Bocor Rugi Jutaan Barel, Tapi Bahlil Pede Pasang Target Langit 610 Ribu BPH di 2026

oleh Hasrul Ekoin
23 Januari 2026
0

Seolah belum cukup, sejalan dengan ambisi Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berencana mengobral lebih dari 100 wilayah kerja (WK) migas baru...

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Sumber dok kemenkeu.go.id

Purbaya Yudhi Lantik Pejabat DJP Demi Integritas Pegawai Pajak

oleh Agus DJ
23 Januari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi melantik empat pejabat baru di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP)...

Pelaksana Tugas Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank, Ferdinan D. Purba, menyampaikan keterangan pers terkait kebijakan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

LPS Tahan Bunga Penjaminan hingga Mei 2026, Sinyal Stabilitas Perbankan Tetap Terjaga

oleh Iwan Purnama
23 Januari 2026
0

LPS juga mengingatkan perbankan untuk mematuhi ketentuan penjaminan simpanan, termasuk memastikan tingkat bunga yang diberikan kepada nasabah tidak melampaui TBP.

Post Selanjutnya
Mayoritas korporasi penyebab bencana Sumatera meiliki rekam jejak konflik agraria serius. Ilustrasi/KPA

Mayoritas Korporasi Penyebab Bencana Sumatera Punya Rekam Jejak Buruk, Berikut Daftarnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.