Jakarta, Ekoin.co – Triwulan IV 2025 memberikan angin segar bagi bismis properti. Berdasar Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia mengindikasikan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan IV 2025 tumbuh terbatas.
“Kondisi ini tecermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan IV 2025 yang tumbuh sebesar 0,83% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan III 2025 sebesar 0,84% (yoy),” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Sabtu (7/2).
Dari sisi penjualan, kata Ramdan, hasil survei mengindikasikan penjualan unit properti residensial tipe kecil dan menengah tumbuh positif di tengah penjualan unit properti tipe besar yang masih terkontraksi.
Secara keseluruhan, penjualan unit properti residensial di pasar primer tumbuh positif sebesar 7,83% (yoy), meningkat dibandingkan dengan penjualan pada triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 1,29% (yoy).
Dari sisi pembiayaan, hasil survei menunjukkan bahwa sumber utama pendanaan untuk pembangunan properti residensial masih berasal dari dana internal pengembang, dengan pangsa mencapai 80,14%.
“Dari sisi konsumen, mayoritas pembelian rumah di pasar primer dilakukan melalui skema pembelian Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dengan pangsa sebesar 70,88% dari total skema pembelian.
Sementara itu data BI mencatat penyaluran kredit properti tumbuh 13 persen yoy per Desember 2025 menjadi Rp1.597,7 triliun, melonjak signifikan dibanding November 2025 yang hanya tumbuh 7,5 persen yoy,” terang Ramdan.
Pertumbuhan kredit properti didorong kuat oleh segmen konstruksi yang naik 28,2 persen yoy menjadi Rp504 triliun, jauh lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya
Total kredit perbankan mencapai Rp8.448,1 triliun atau tumbuh 9,3 persen yoy, dengan Kredit Investasi (20,5 persen yoy) sebagai pendorong utama.
Meski demikian, nilai kredit yang telah disetujui namun belum dicairkan (undisbursed loan) masih cukup besar pada Desember 2025, yaitu Rp2.439,2 triliun atau 22,12% dari plafon kredit yang tersedia. (*)





