Jakarta, Ekoin.co – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili secara kolosal di berbagai titik ikonik ibu kota.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyatakan bahwa perayaan ini merupakan momentum untuk menegaskan posisi Jakarta sebagai kota yang inklusif dan terbuka bagi keberagaman budaya.
“Perayaan ini kami hadirkan sebagai ruang bersama. Kami ingin memberikan pengalaman Imlek yang inklusif di ruang publik,” ujar Rano Karno, dikutip Senin (16/2/2026).
Bundaran HI Jadi Pusat Kemeriahan Kawasan Bundaran HI ditetapkan sebagai pusat kemeriahan dengan tajuk Festival Imlek Jakarta yang berlangsung pada 13–17 Februari 2026.
Masyarakat dapat menikmati instalasi cahaya, dekorasi tematik, hingga pertunjukan Simfoni Imlek Jakarta yang melibatkan lebih dari 50 alat musik Tionghoa dan tarian Selendang Dendang.
“Simfoni Imlek menjadi simbol harmoni budaya yang hidup di Jakarta. Ini mencerminkan kolaborasi dan persatuan dalam keberagaman,” tambah Wagub yang akrab disapa Bang Rano tersebut.
Destinasi Perayaan di Penjuru Jakarta Selain Bundaran HI, Pemprov DKI juga menyiapkan acara di lokasi strategis lainnya:
- Monas & Kota Tua (16–17 Februari): Menampilkan video mapping spektakuler di Monumen Nasional dan Jakarta Light Festival di kawasan sejarah Kota Tua.
- TMII (15–17 Februari): Festival Pecinan Jakarta di Anjungan DKI Jakarta yang menghadirkan atraksi barongsai, liong, serta edukasi sejarah peranakan.
- Blok M Hub (15–17 Februari): Mengusung tema Harmoni Jakarta, lokasi ini menyasar generasi muda dengan memadukan seni tradisional Tionghoa dan sentuhan modern.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga awal Maret ini diharapkan tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi kreatif dan pariwisata di Jakarta. Seluruh acara ini dapat dinikmati oleh warga secara terbuka dan gratis.





