Jakarta, Ekoin.co – Ambisi Bank Indonesia (BI) tahun 2026 dengan menetapkan sebagai tahun akselerasi besar-besaran bagi ekosistem pembayaran digital nasional.
BI membidik target agresif yang dirangkum dalam kode 17-8-4-5: 17 miliar transaksi, ekspansi ke 8 negara, 45 juta merchant, dan 60 juta pengguna.
Ini strategi BI untuk memperkuat inklusi keuangan hingga ke akar rumput serta memposisikan rupiah lebih digdaya di kancah internasional.
Willy Togi, ekonom senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, menjelaskan bahwa target tersebut merupakan kelanjutan dari performa impresif sepanjang 2025. Tahun 2025, QRIS telah merangkul 42,75 juta merchant dengan volume transaksi menembus 15,51 miliar.
“Target 2026 kami rumuskan dalam angka 17-8-4-5. Ini bukan sekadar slogan, tapi simbol pemberdayaan dan perluasan akses pembayaran digital ke seluruh lapisan masyarakat,” ujar Willy dikutip Senin (16/2).
Fokus utama BI pada 45 juta merchant adalah sektor Usaha Mikro (UMi), yang diproyeksikan mendominasi hingga 95 persen dari total akseptasi. Hal ini mengukuhkan QRIS sebagai tulang punggung digitalisasi ekonomi kerakyatan.
BI juga menargetkan konektivitas QRIS tembus ke 8 negara. Saat ini, integrasi cross-border telah aktif di Thailand, Jepang, Malaysia, dan Singapura.
Empat negara besar lainnya seperti Korea Selatan, China, India, dan Uni Emirat Arab, kini masuk dalam radar penjajakan serius.
Strategi ini mengandalkan skema Local Currency Transaction (LCT), yang memungkinkan konversi langsung antar mata uang lokal tanpa harus melalui Dollar AS.
“Kami menyediakan alternatif yang lebih murah, efisien, dan sederhana bagi masyarakat saat bertransaksi di luar negeri,” tambah Willy.
Untuk mencapai target 60 juta pengguna, BI meluncurkan kampanye tematik bertajuk “QRIS Jelajah Kuliner Indonesia” dengan konsep QRIS Star. Program ini dirancang untuk memberikan apresiasi kepada merchant unggulan sekaligus meningkatkan standar layanan pelaku usaha mikro agar lebih berdaya saing. (*)





