EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA MEGAPOLITAN
Peziarah Makam Resah Lantaran Banyak Pungli, Gubernur Diminta Turun Tangan

Peziarah Makam Resah Lantaran Banyak Pungli, Gubernur Diminta Turun Tangan

Ridwansyah oleh Ridwansyah
17 Februari 2026
Kategori MEGAPOLITAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Ekoin.co – Peziarah di tempat pemakaman umum (TPU) di Jakarta merasa resah dengan banyaknya pembersih makam musiman. Keresahan ini dikarenakan para pembersih makam kerap meminta secara paksa terhadap para peziarah.

Rahmat, 28 warga Johar Baru mengatakan keberadaan pembersih makam liar yang umumnya warga sekitar dinilai sangat mengganggu. Mulai dari datang secara bergerombol hingga memaksa peziarah untuk mengeluarkan sejumlah uang untuk jasa bersihkan makam.

“Mereka itu kalau datang selalu bergerombol, lebih dari 5 hingga 10 orang mendatangi kami peziarah. Mereka suka maksa minta duit kepada kami jadi dengan terpaksa kami kasih,” ucap Rahmat saat diwawancarai, Selasa (17/2/2026).

Keberadaan pembersih makam tersebut dinilai sangat mengganggu. Dirinya juga heran melihat jumlah pembersih makam dari tahun ke tahun semakin bertambah.

“Saya minta pak Gubernur DKI Jakarta untuk membersihkan pembersih makam liar ini. Kami sangat tidak nyaman dengan keberadaan mereka,” tegasnya.

Berita Menarik Pilihan

Ratusan Polisi Siap Amankan Perayaan Malam Imlek di Wilayah DKI Jakarta

Jadwal Acara Imlek Jakarta 2026: Festival Bundaran HI, Monas, dan Kota Tua

Rahmat menceritakan, modus para pembersih makam liar tersebut untuk mendapatkan uang dengan cara langsung mendatangi peziarah ataupun mengikuti peziarah mulai dari pintu masuk.

“Kita kan sudah beli bunga, air mawar dari luar. Nah mereka ini saat kita berada di makam langsung nyiram makam, terus bersihkan makam secara bergerombol. Setelah itu mereka langsung minta uang ke kami peziarah, kalau dikasih kecil mereka berani minta tambahan uang upah mereka bersihkan makam,” keluhnya.

Hal yang sama dikemukakan Putri, 35 warga perumnas Klender yang datang ke TPU Pondok Kelapa. Dirinya mengatakan, keberadaan pembersih makam liar tersebut sangat mengganggu dimana mereka datang secara bergerombol.

“Kita ke sini kan mau berdoa buat keluarga kami yang telah meninggal. Lah ini mereka justru menggangu kami saat kami mau ziarah. Seperti bersihin makan, nyiram tapi ujung – ujungnya minta uang,” ucapnya.

Putri mengatakan, ketidaktegasan petugas keamanan dalam memberikan rasa nyaman bagi peziarah membuat keberadaan pembersih makam liar dari tahun ketahun semakin banyak.

“Fungsi petugas keamanan itu apa, masa tidak bisa tertibkan para pembersih makam liar tersebut. Yang saya liat, para petugas keamanan hanya duduk – duduk saja, ngerokok, ngopi dan tidak pernah saya liat mereka patroli. Kalau begitu apa fungsinya mereka dipekerjakan menjadi petugas keamanan,” ungkapnya. (*)

Tags: makamPembersih MakampungliTPUziarah
Post Sebelumnya

Menteri Imipas Berikan Remisi Imlek kepada 44 Napi Beragama Konghucu

Post Selanjutnya

Awal Ramadan 2026 Berpotensi Berbeda, Muhammadiyah Mulai Puasa Rabu 18 Februari

Ridwansyah

Ridwansyah

Berita Terkait

Suasana salah satu mall di Jakarta siap rayakan imlek. (Foto Aminudin Sitompul)

Ratusan Polisi Siap Amankan Perayaan Malam Imlek di Wilayah DKI Jakarta

oleh Aminuddin Sitompul
17 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Polda Metro Jaya memastikan perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya berlangsung aman...

Pemprov DKI menyiapkan rangkaian acara seni dan budaya mulai dari Monas hingga Kota Tua untuk memeriahkan libur Tahun Baru Imlek 2026, Senin (16/2/2026).

Jadwal Acara Imlek Jakarta 2026: Festival Bundaran HI, Monas, dan Kota Tua

oleh Hasrul Ekoin
16 Februari 2026
0

"Perayaan ini kami hadirkan sebagai ruang bersama. Kami ingin memberikan pengalaman Imlek yang inklusif di ruang publik," ujar Rano Karno,...

Arus lalu lintas di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, terpantau lancar seiring ditiadakannya sistem ganjil genap pada libur nasional dan cuti bersama Tahun Baru Imlek, Senin (16/2/2026).

Libur Imlek 2026, Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Dua Hari

oleh Hasrul Ekoin
16 Februari 2026
0

Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi Dinas Perhubungan DKI Jakarta, yang menegaskan peniadaan dilakukan untuk menyesuaikan kalender hari libur nasional...

Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Muhammad Kukuh Islami (tengah) saat memberikan keterangan terkait perkembangan kasus asusila di taksi online, Minggu (15/2/2026).

Viral Aksi Tak Senonoh di Taksi Online, Polisi Kantongi Identitas Pasangan

oleh Hasrul Ekoin
16 Februari 2026
0

Jika terbukti memenuhi unsur pelanggaran kesusilaan di ruang publik, pasangan tersebut berpotensi dikenai pasal terkait ketertiban dan kesopanan sesuai ketentuan...

Post Selanjutnya
Ilustrasi hilal sebagai penentu awal bulan Hijriah. Muhammadiyah kini menggunakan parameter global (KHGT) dengan syarat ketinggian hilal 5 derajat dan elongasi 8 derajat di belahan bumi manapun. (Foto: Istimewa)

Awal Ramadan 2026 Berpotensi Berbeda, Muhammadiyah Mulai Puasa Rabu 18 Februari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.